IHSG Merosot ke Level 6.267 Akibat Tekanan Rupiah dan Minyak Dunia Naik

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Rabu, 12 Agustus 2026
IHSG Merosot ke Level 6.267 Akibat Tekanan Rupiah dan Minyak Dunia Naik
IHSG Merosot ke Level 6.267 (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 1,53% atau 97,49 basis poin pada posisi 6.267,88 di penutupan perdagangan Selasa (11/8), selaras dengan tertekannya nilai tukar rupiah serta melambungnya harga minyak mentah.

Total nilai transaksi di bursa saham tanah air menembus Rp14,51 triliun, mengikutsertakan perdagangan 35,4 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi 2,20 juta kali.

Sebanyak 542 saham terkikis hingga akhir perdagangan, sedangkan hanya tersedia 141 saham yang merangkak naik dan 108 lainnya stagnan.

Hampir seluruh indeks sektoral ikut terpukul, dengan kelesuan paling dalam di sektor industri yang mencapai 3,49%. Sedangkan sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang berhasil naik, meskipun cuma 0,19%.

Penilai dari Sumbernya melihat seperangkat sentimen turut memengaruhi pergerakan bursa saham hari ini. Diawali dari merosotnya rupiah, melambungnya harga minyak di tengah ketidakpastian kondisi damai di Timur Tengah, hingga turunnya performa penjualan mobil di Indonesia.

Sisi teknikal, penilai dari Sumbernya melihat histogram positif pada indikator MACD di IHSG telah menyusut. Sementara Stochastic RSI kembali bergerak melemah di area pivot.

“IHSG ditutup di bawah level MA10, namun masih bertahan di atas MA20,” jelas penilai dari Sumbernya, dengan menggarisbawahi adanya potensi penurunan berlanjut pada perdagangan mendatang.

Pelemahan pada transaksi hari ini, membuat IHSG kembali menjadi indeks saham dengan catatan performa terbawah di zona emerging market Asia Pasifik. Indeks kawasan lain bergerak bervariasi, dengan KOSPI Korea Selatan memimpin kenaikan 0,73% dan PCOMP Filipina 0,60%.

Beralih ke pasar mata uang asing, rupiah melemah 0,60% ke level Rp17.861 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah pada periode sebelumnya mencatatkan tren penguatan selama 4 hari tanpa henti.

Mata uang lain seperti peso Filipina turut melemah 0,84% seiring menguatnya indeks dolar AS (DXY), serta baht Thailand mengendor 0,49%.

Sementara itu harga minyak mentah WTI merangkak naik 2,26% hingga awal perdagangan sesi London dan menetap di angka US$83,99 per barel. Harga minyak Brent turut menguat 1,95% ke kisaran US$89,43 per barel.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua