Rupiah Terus Menguat Empat Hari Berturut-turut Dolar Kian Terperosok

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 11 Agustus 2026
Rupiah Terus Menguat Empat Hari Berturut-turut Dolar Kian Terperosok
Rupiah Terus Menguat Empat Hari Berturut-turut (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah sukses mengakhiri transaksi awal pekan lewat lonjakan tinggi menghadapi dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data dari Sumbernya, pada penutupan transaksi Senin (10/8/2026), mata uang Garuda naik 0,75% menuju level Rp17.750/US$.

Lonjakan hari ini bersamaan meneruskan pergerakan positif rupiah yang berlangsung mulai 5 Agustus 2026 atau selama empat hari transaksi tanpa henti.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, mata uang domestik sudah melonjak semenjak pembukaan. Pada waktu pagi, rupiah dibuka menguat 0,48% di level Rp17.800/US$, lalu makin perkasa sampai penutupan.

Mata uang nasional bergerak pada kisaran Rp17.730-Rp17.825/US$ sepanjang transaksi. Angka penutupan hari ini pun lebih perkasa 50 poin dibanding posisi awal.

Di samping itu, indeks dolar AS (DXY) yang menilai keperkasaan mata uang AS terhadap enam mata uang utama dunia, hingga pukul 15.00 WIB tercatat melonjak 0,12% ke angka 99,656.

Mata uang Garuda tetap bisa melonjak tinggi walaupun DXY merayap tipis di area hijau. Lonjakan mata uang nasional kian membesar pada siang hari usai Istana mengabarkan Destry Damayanti selaku kandidat tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Kepala Negara Prabowo Subianto telah mengoperkan surat untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentang calon Gubernur BI. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan cuma ada satu figur yang disodorkan.

"Namanya tunggal, satu nama, Bu Destry Damayanti," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Destry sekarang mengemban tugas sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI usai Perry Warjiyo memundurkan diri pada 25 Juli 2026 akibat urusan pribadi.

Penyampaian satu figur memberikan kejelasan lebih pasti tentang arah pergeseran pucuk pimpinan BI. Kejelasan tersebut teramat krusial buat pasar lantaran berhubungan dengan keberlanjutan garis kebijakan moneter, kestabilan mata uang domestik, serta kemandirian bank sentral.

Walau begitu, Destry tetap mesti melalui tahapan di DPR sebelum dikukuhkan menjadi Gubernur BI tetap.

Sementara itu dari faktor luar, DXY yang masih bertengger di area terendahnya dalam durasi dua bulan terakhir ikut memberikan dorongan baik untuk rupiah. Dolar AS sempat terhempas pada Jumat pekan kemarin seusai catatan ketenagakerjaan kurun Juli yang memperlihatkan roda ekonomi AS secara tidak disangka-sangka kehilangan lapangan pekerjaan, sedangkan catatan dua bulan sebelumnya disesuaikan turun drastis.

Kelesuan bursa tenaga kerja ini memangkas perkiraan lonjakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), pada September yang akan datang. Pelaku pasar kini menakar probabilitas lonjakan suku bunga sekitar 44%, merosot dari 67% pada pekan sebelumnya.

Para pemain pasar dunia selanjutnya menunggu kabar inflasi AS kurun Juli. Catatan tersebut bakal menjadi panduan krusial mengenai arah garis kebijakan The Fed yang sekaligus dapat menentukan dinamika dolar AS hingga pengaruhnya terhadap rupiah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua