Kenaikan Harga Emas Capai Rekor Puncak US$4400 Dorong Antusias Pemodal

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 11 Agustus 2026
Kenaikan Harga Emas Capai Rekor Puncak US$4400 Dorong Antusias Pemodal
Kenaikan Harga Emas Capai Rekor Puncak US$4400 (FOTO: NET)

JAKARTA - Banderol emas melonjak ke titik tertinggi selama sembilan pekan yang dipicu oleh tren penguatan serta kecemasan para penanam modal akan kehilangan peluang keuntungan.

Para pemodal kini menanti pengumuman laporan inflasi Amerika Serikat guna menerka arah kebijakan moneternya.

Pada sesi penutupan Jumat, pergerakan emas berakhir pada titik US$ 4388,5 per troy ons.

Nilainya melonjak tajam 1,08%.

Angka penutupan itu menjadi posisi teratas sejak 4 Juni 2026 atau sembilan minggu berlalu.

Capaian angka penutupan tersebut turut memperpanjang laju positif emas lewat kenaikan 3,52% dalam jangka dua hari belakangan.

Banderol emas tetap menguat di hari ini.

Pada Selasa (11/8/2026) pukul 06.44 WIB, nilai emas naik 0,22% menuju US$ 4398,09 per troy ons.

Harga emas sempat menembus angka US$ 4400 pada Selasa pukul 06.01 WIB.

Pengamat Bob Haberkorn mengutarakan bahwa kekuatan teknikal logam mulia saat ini berada dalam kondisi sangat kokoh.

Pembelian cadangan oleh Tiongkok, kepastian data statistik inflasi serta PPI Amerika Serikat, plus kepanikan pasar atas peluang angka kembali menembus US$4.500 turut menopang pergerakan emas.

"Momentum teknikal emas saat ini secara keseluruhan cukup kuat," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di StoneX, dikutip dari Sumbernya.

"Perdagangan masih berlangsung hati-hati, dengan China terus membeli emas dan investor menunggu laporan CPI dan PPI Juli yang akan dirilis pekan ini. Ada semacam FOMO (takut ketinggalan momentum) jika harga kembali menembus US$4.500 untuk saat ini." imbuhnya,

Otoritas moneter China juga mendongkrak akumulasi emas pada Juli, dengan menambah tabungan emas dalam jumlah paling masif sejak Oktober 2023.

Para pemodal kini menantikan pengumuman inflasi Amerika Serikat pada Rabu serta data PPI pada Kamis.

Proyeksi ekonom dalam survei memperkirakan inflasi CPI Juli berada di angka 3,4% secara tahunan, melandai dari 3,5% pada Juni.

Catatan inflasi amat vital sebab mampu menentukan arah tindakan suku bunga utama.

Berdasarkan data acuan pasar, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 52% pada September dan 81% pada Desember.

Emas lazimnya kurang diminati kala tingkat suku bunga melonjak tinggi lantaran emas tidak menghasilkan imbal deviden.

Di lain pihak, Iran menyatakan telah mendekati kesepakatan pemungkas dengan Oman mengenai rute pelayaran baru di Selat Hormuz, namun kembali menekankan pihak Amerika Serikat mesti melunasi sejumlah syarat sebelum rute vital tersebut difungsikan kembali.

Nilai komoditas perak pun melesat naik.

Pada transaksi Senin (10/8/2026), nilai perak mengakhiri sesi di level US$ 65,74 per troy ons.

Harganya melompat hingga 3,45%.

Tingkat penutupan tersebut menjadi rekor tertinggi sejak 17 Juni 2026 atau hampir dua bulan.

Posisi penutupan itu juga melanjutkan tren kenaikan perak lewat penguatan 6,92% dalam kurun dua hari terakhir.

Pergerakan perak terus merangkak naik pada hari ini.

Pada Selasa (11/8/2026) pukul 06.44 WIB, nilainya terangkat 0,2% menuju level US$ 65,86 per troy ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua