Gerakan Pramuka Sulsel Jadi Fondasi Utama Terwujudnya Indonesia Emas 2045

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 11 Agustus 2026
Gerakan Pramuka Sulsel Jadi Fondasi Utama Terwujudnya Indonesia Emas 2045
Gerakan Pramuka Sulsel (FOTO: NET)

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan para anggota Pramuka yang mempunyai jiwa kepemimpinan serta kemandirian generasi muda merupakan cikal bakal terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Andi Sudirman lewat keterangannya di Makassar, Senin, mengimbau seluruh anggota Pramuka agar senantiasa berjuang keras demi meraih cita-cita.

“Kalian cikal bakal untuk Indonesia Emas. Saya yakin anak Pramuka anak yang mandiri,” ujarnya pada Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 di Kabupaten Bone.

Dia memotivasi Gerakan Pramuka di Sulawesi Selatan agar terus berpartisipasi dalam aktivitas sosial maupun kemanusiaan, adaptif menghadapi kemajuan teknologi, kreatif serta inovatif, dan aktif merawat lingkungan.

“Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia harus kita wujudkan secara nyata,” katanya.

Dia turut mengimbau Kwarda, Kwarcab sampai Gugus Depan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan supaya konsisten melaksanakan aksi penghijauan, penanaman pohon, pembersihan kawasan pantai dan sungai, hingga pemilahan sampah di area masing-masing.

Andi Sudirman berharap peringatan Hari Pramuka ke-65 ini mampu kian memperkokoh kontribusi Gerakan Pramuka dalam membina generasi muda yang berkepribadian, berjiwa kepemimpinan, mandiri, dan siap berbakti bagi masyarakat serta bangsa.

Andi Sudirman pada kesempatan tersebut turut berpesan supaya para anggota Pramuka tidak gampang putus asa dan selalu mempunyai kreativitas saat menghadapi bermacam rintangan.

“Anak Pramuka tidak mati akal, tidak kehabisan ide, kasih sayang ke sesama dan selalu kompak,” pesannya.

Dia pun menegaskan krusialnya kedisiplinan dan sikap saling menghargai. Menurutnya, Gerakan Pramuka wajib sanggup mencetak generasi muda yang rajin, mandiri, serta memiliki etos kerja unggul.

“Kalau dulunya malas lalu masuk Pramuka, tidak boleh malas, harus respek,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyoroti pentingnya memupuk kepercayaan di dalam kehidupan. Menurutnya, integritas wajib menjadi bagian esensial dari kepribadian setiap anggota Pramuka.

“Sebuah kebohongan akan melahirkan kebohongan berikutnya. Kita harus menjual kepercayaan. Semua membutuhkan trust. Kalau tidak dipercaya, apa pun yang kita perlihatkan, semua orang abai,” katanya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua