Harga Kedelai Impor Kudus Turun Menjadi Rp10.400 Meski Rupiah Melesu P

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 10 Agustus 2026
Harga Kedelai Impor Kudus Turun Menjadi Rp10.400 Meski Rupiah Melesu P
Harga Kedelai Impor Kudus Turun Menjadi Rp10.400 (FOTO: NET)

KUDUS - Banderol jual kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada minggu ini mengalami kemerosotan dari yang sebelumnya dilepas Rp10.800 per kilogram menjadi Rp10.400/kg, walaupun nilai tukar rupiah lumayan tinggi.

"Biasanya terjadi sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Akan tetapi, sejak Juli 2026 harga jual kedelai impor mencapai Rp10.800/kg, saat ini justru turun terus hingga menjadi Rp10.400/kg," kata Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf dari Sumbernya, Minggu.

Padahal, ujar ia, nilai tukar rupiah terhadap dolar sempat menembus Rp18.000, walau saat ini meluncur turun menjadi Rp17.801.

Mengenai persediaan kedelai impor di gudang, tutur ia, sangat melimpah sebab menyentuh 70-an ton, masih dapat ditambahkan seturut permintaan pembuat tahu dan tempe di Kudus.

Walau kerap naik turun mengikuti fluktuasi kurs rupiah atas mata uang dolar AS, sebut ia, pembuat tahu dan tempe di Kabupaten Kudus pun masih bertahan memakai harga jual sebelumnya.

Para pengusaha, ucap ia, tak berani mendongkrak harga jual tahu ataupun tempe buatan mereka, lantaran pembuat usaha lainnya juga bertahan menggunakan harga lama.

Untuk pengusaha tahu dan tempe yang memerlukan kedelai lokal sebagai pilihan, ungkap ia, saat ini memang telah ada pemetikan hasil di wilayah Kayen, Kabupaten Pati.

"Hanya saja, saya belum memutuskan untuk menambah stok karena kedelai impor masih tersedia melimpah. Kecuali ada permintaan dan kualitas barangnya juga sesuai," ujarnya.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji membenarkan harga jual kedelai impor selama ini kerap berfluktuasi.

Mengenai pasokan kedelai, menurut ia, selama ini tersedia memadai, sedangkan perubahan harganya tetap terus diawasi bersama komoditas utama lainnya demi menjamin daya beli masyarakat tetap terjangkau.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua