Prospek Harga Emas Di Tengah Bayang-Bayang Data Inflasi Amerika Serikat

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 10 Agustus 2026
Prospek Harga Emas Di Tengah Bayang-Bayang Data Inflasi Amerika Serikat
Emas (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai tukar emas melesat tinggi pada akhir pekan kemarin. Kendati demikian, gerak sang logam mulia membentur tantangan berat pekan ini jelang laporan inflasi Amerika Serikat (AS).

Pada hari ini, Senin (10/8/2026) jam 06.45 WIB, nilai tukar emas berada pada posisi US$ 4340,68. Angkanya terkikis tipis 0,02%.

Kelesuan ini berbalik 180 derajat dibanding akhir pekan kemarin. Pada Jumat (7/8/2026), nilai tukar emas meroket 2,41% ke posisi US$ 4341,71 per troy ons.

Dalam jangka sepekan, nilai tukar emas melonjak hingga 7,4%.

Tren positif pekan kemarin membawa nilai tukar emas melangkah jauh dari kisaran US$4.000 yang mendominasi transaksi selama kurun utama Juli.

Peneliti dari Sumbernya tetap menyaksikan celah penguatan yang cukup besar dalam tenggat setahun mendatang. Proyeksi dari Sumbernya memperlihatkan nilai tukar emas sanggup menyentuh US$5.200 pada Juni 2027.

Kondisi pasar pun kian menyokong posisi emas.

"Penguatan dolar AS tampaknya mulai kehilangan momentum karena kepercayaan pasar terhadap pengetatan kebijakan Federal Reserve mulai terkikis," kata dari Sumbernya dalam laporan prospek mingguan terbarunya, dikutip dari Refiintiv,

Dolar AS yang melemah dan imbal hasil riil AS yang lebih rendah akan menguntungkan emas. Sementara itu, ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Fed juga dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap aset defensif.

Peneliti dari Sumbernya mengungkapkan beberapa data ekonomi AS paling baru memperlihatkan tekanan inflasi yang mereda dan bursa tenaga kerja yang semakin melesu. Menurut mereka, data yang bakal hadir juga belum terlihat memadai guna memaksa The Fed secepatnya menaikkan suku bunga.

"Jika pembuat kebijakan semakin menekankan indikator-indikator tersebut, argumen untuk kembali menaikkan suku bunga menjadi jauh lebih lemah," kata dari Sumbernya.

Dinamika tersebut menjadi angin segar bagi emas usai tertekan sepanjang musim semi hingga awal musim panas.

Pemulihan nilai tukar emas turut mengubah peta teknikal dalam jangka pendek.

Kini emas telah balik bertengger di atas rata-rata pergerakan 20 hari maupun 50 hari, biarpun masih di bawah tren 200 hari dan lumayan jauh dari rekor Januari yang ada di atas US$5.590 per troy ounce.

Dalam kurun 12 bulan terakhir, nilai tukar emas tetap menorehkan lompatan melebihi 28%, biarpun sempat diterpa penurunan tajam dari puncaknya pada awal 2026.

Sudut pandang makro dari Sumbernya secara lebih luas mengindikasikan bahwa batas yang dibutuhkan guna kembali memicu penguatan dolar AS saat ini semakin tinggi.

"Perpaduan antara data makro yang melemah, posisi pasar yang sudah cukup penuh, serta meningkatnya perdebatan mengenai indikator inflasi alternatif mengarah pada konsolidasi dolar AS lebih lanjut, bahkan berpotensi mengalami pelemahan," kata dari Sumbernya.

Langkah menuju US$5.200 rasanya tak akan meluncur mulus. Sepanjang tahun ini saja, nilai tukar emas sudah berfluktuasi dalam rentang melampaui US$1.600.

Namun, kebangkitan paling baru membuat kembali terbuka peluang bagi emas untuk mencapai target dari Sumbernya sebesar US$5.200 per troy ounce pada Juni 2027.

Potensi penurunan emas pekan ini datang dari data inflasi AS yang bakal diumumkan pada Rabu (12/8/2026). Data ini bertaut erat terhadap kebijakan The Fed mendatang

Laporan inflasi AS Juli 2026 yang hadir pekan ini bakal menjadi penentu krusial haluan emas lantaran bursa sedang memperhatikan peluang langkah The Fed usai data tenaga kerja Juli melesu.

Seandainya inflasi lebih rendah dari perkiraan, terutama inflasi inti, ekspektasi penurunan tekanan suku bunga akan semakin kuat sehingga dolar dan imbal hasil Treasury berpotensi turun dan emas berpeluang melanjutkan reli.

Jika inflasi justru lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat kembali mengantisipasi kebijakan The Fed yang lebih ketat sehingga dolar dan yield naik dan emas berisiko terkoreksi.

The Fed bisa mengambil sikap hawkish apabila data inflasi mendatang ternyata lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut dapat membatasi pelemahan dolar AS yang menjadi salah satu penopang utama reli emas saat ini.

Nilai tukar perak pagi ini pun terkikis

Pada hari ini, Senin (10/8/2026) jam 07.05 WIB, nilai tukar perak ada pada posisi US$ 63,51. Angkanya melandai 0,07%.

Kelesuan ini berbalik 180 derajat dibanding akhir pekan kemarin. Pada Jumat (7/8/2026), nilai tukar perak melejit 3,37% ke posisi US$ 63,55 per troy ons.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua