Dana Kelolaan Nasabah Kaya BNI Melonjak 40,6% di Pertengahan Tahun 2026
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan peningkatan berarti pada simpanan nasabah kelas atas atau high net worth individual (HNWI). Sampai pertengahan 2026, simpanan nasabah dengan saldo melebihi Rp 5 miliar melesat 40,6% secara tahunan.
General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyampaikan, peningkatan tersebut memperlihatkan tingginya kepercayan nasabah pada BNI dalam mengurus portofolio keuangan secara komprehensif.
"Tabungan nasabah HNWI dengan tiering di atas Rp 5 miliar di BNI menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 40,6% secara tahunan di Juni 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya kepercayaan nasabah kepada BNI untuk mengelola portofolio keuangan secara komprehensif," ujar Henny dari Sumbernya, Minggu (9/8/2026).
Berdasarkan penjelasannya, terobosan digital via aplikasi wondr by BNI turut menjadi salah satu pemicu peningkatan. Aplikasi itu dinilai sanggup menyajikan kemudahan, kenyamanan, serta kecepatan transaksi buat nasabah prioritas.
Seirama dengan peningkatan dana kelolaan, total nasabah pada segmen tersebut pun kian meningkat. BNI mencatat asset under management (AUM) nasabah BNI Emerald dengan dana kelolaan paling sedikit Rp 5 miliar melesat 14% secara tahunan. Sementara itu, AUM nasabah dengan dana kelolaan melebihi Rp 15 miliar melonjak lebih tinggi, yakni 21%.
Henny memaparkan, saat ini BNI memfokuskan taktik akuisisi nasabah via kolaborasi dengan bermacam lini bisnis, berawal dari korporasi, enterprise commercial, small business, institutional sampai merchant owner.
"Fokus kami saat ini adalah berkolaborasi dengan business banking unit untuk menggarap potensi bisnis yang ada dan menciptakan transaksi closed loop pada seluruh value chain," katanya.
Bukan cuma itu, jaringan bisnis dan merchant strategis di berbagai wilayah operasional BNI pun menjadi sasaran utama guna memperluas basis nasabah wealth management.
Berdasarkan sudut komposisi, portofolio tabungan dengan saldo melebihi Rp 5 miliar sebagian besar bersumber dari nasabah HNWI yang diakomodasi via BNI Emerald serta BNI Private Banking.
Menariknya, sebagian besar nasabah tersebut merupakan pebisnis, ultimate beneficial owner (UBO), pemegang saham utama, sampai jajaran manajemen perusahaan yang turut menjadi nasabah korporasi BNI.
Mendatang, BNI mematok bisnis wealth management dan dana kelolaan segmen HNWI tetap sanggup membukukan peningkatan dua digit sampai penghujung 2026.
Lembaga perbankan ini pun melihat antusiasme nasabah pada instrumen investasi kian meningkat, khususnya pada Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai menyajikan imbal hasil menarik dengan risiko terbilang rendah.
"Di tengah kondisi global yang belum stabil, kami melihat produk investasi semakin diminati nasabah. Permintaan terhadap SBN terus meningkat karena menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan risiko yang relatif rendah," ujar Henny.
Guna menopang peningkatan tersebut, BNI menyiapkan sejumlah agenda akuisisi seperti Welcome Emerald, Top Up Tabungan, Top Up Investment, Top Up Bancassurance, hingga program pembiayaan BNI Griya dan BNI Oto.
Di sisi fasilitas, BNI mengandalkan penguatan relasi dengan nasabah via Dedicated Relationship Manager dan Investment Specialist yang rutin memberikan saran pengelolaan portofolio sesuai profil risiko tiap-tiap nasabah.
Bukan hanya itu, BNI juga menawarkan beragam nilai tambah berupa fasilitas airport transfer domestik maupun internasional buat nasabah Emerald tertentu serta mendorong diversifikasi aset via instrumen investasi seperti SBN, reksa dana, dan obligasi.
Henny mengimbuhkan, BNI pun bakal lebih dekat dengan nasabah via ajang WondrX yang bakal bergulir pada 21–23 Agustus 2026 di ICE BSD City. Dalam pameran tersebut, BNI bakal menghadirkan bermacam penawaran pembiayaan, promo investasi, cashback, sampai aktivitas financial talk dan business talk sebagai bagian dari taktik memperkuat bisnis wealth management.