Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 24,4 Persen Hingga Akhir Semester I 2026.

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 10 Agustus 2026
Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 24,4 Persen Hingga Akhir Semester I 2026.
Penyaluran Kredit BNI Tumbuh 24,4 Persen (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) membukukan pertumbuhan kredit hingga 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp968,5 triliun pada akhir Juni 2026.

Pertumbuhan ini didorong oleh portofolio pembiayaan yang tersebar di beragam sektor ekonomi dan segmen bisnis, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan kelas menengah hingga tingkat korporasi.

dari Sumbernya menyebut penyaluran kredit dijalankan secara selektif mempertimbangkan prospek industri, kelayakan usaha, daya bayar, serta profil risiko dari tiap debitur.

Di samping memicu pertumbuhan bisnis, perusahaan juga memelihara kualitas aset.

Sampai Juni 2026, rasio loan at risk (LAR) BNI membaik dari 11 persen menjadi 8,1 persen.

Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat pada level 1,9 persen.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada mengatakan, terjaganya kualitas aset merupakan hasil penerapan manajemen risiko secara disiplin dan konsisten dalam seluruh proses bisnis perseroan.

“Pengelolaan risiko dilakukan sejak tahap penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pasca penyaluran kredit. BNI juga terus memperkuat sistem peringatan dini agar setiap perubahan profil risiko dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat,” ujar David.

Menurut dari Sumbernya, pembiayaan yang dikucurkan dapat digunakan pelaku usaha untuk beraneka kebutuhan, seperti memperkuat modal kerja, menambah stok serta kapasitas produksi, membeli peralatan, memperluas jaringan pemasaran dan distribusi, sampai mengembangkan proyek baru.

Demi memperkokoh penyaluran pembiayaan di daerah, BNI juga menerapkan BRAVE (Branch, Region & Area Value Empowerment) di seluruh area operasionalnya.

Melalui skema tersebut, kantor wilayah dan cabang didorong untuk memahami karakteristik ekonomi lokal, menggali potensi bisnis daerah, serta menjalin hubungan yang lebih dekat dengan para pelaku usaha.

Memasuki paruh kedua 2026, dari Sumbernya menyatakan akan menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas serta terdiversifikasi.

Perusahaan pun bakal memperkuat manajemen risiko, pencadangan, transformasi jaringan lewat BRAVE, serta digitalisasi.

Upaya tersebut dilaksanakan selaras dengan arah pengelolaan BUMN di bawah Danantara Indonesia yang mendorong penguatan daya saing, pertumbuhan bisnis yang sehat, dan penciptaan nilai secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua