Komitmen ESG Terbukti, Unilever Sabet Apresiasi dari Yayasan KEHATI!

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Sabtu, 08 Agustus 2026
Komitmen ESG Terbukti, Unilever Sabet Apresiasi dari Yayasan KEHATI!
Komitmen ESG Terbukti (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk menyabet penghargaan atas konsistensi dalam mengintegrasikan asas keberlanjutan ke dalam arah kebijakan bisnis dan rantai nilainya di bidang Environmental, Social and Governance (ESG).

Di ajang ESG Award 2026 yang dihelat oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Unilever Indonesia dianugerahi piala Best Emiten pada kategori Capital Market.

Penghargaan itu diserahkan kepada Direktur Communications, Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus, saat malam penganugerahan yang digelar di Jakarta, Kamis (6/8).

Piala ini mengukuhkan komitmen perusahaan dalam melakoni bisnis yang bertanggung jawab melalui pengaplikasian asas yang terintegrasi di seluruh kegiatan operasional dan bisnis perusahaan.

Nurdiana menyebutkan keberlanjutan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari cara Unilever Indonesia melakoni bisnis.

"Kami bersyukur atas penghargaan Best Emiten yang kami terima untuk kedua kalinya setelah sebelumnya meraih penghargaan serupa pada 2023. Pengakuan ini mencerminkan upaya kami untuk terus menghadirkan kinerja yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan(SDGs) serta penguatan ekosistem investasi berbasis ESG di Indonesia," ujar Nurdiana dikutip Jumat (7/8/2026).

Piala ini pun menggambarkan bermacam terobosan yang telah direalisasikan perusahaan dalam memperkuat penerapan keberlanjutan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Dari ranah lingkungan, sepanjang 2025 Unilever Indonesia sukses menjaring dan memproses lebih dari 80.000 ton sampah plastik, melampaui kuantitas plastik yang digunakan pada kemasan produk yang dijual dalam periode serupa.

Lewat jejaring lebih dari 5.000 bank sampah di 50 kota dan kabupaten serta hampir 2.900 outlet isi ulang, perusahaan pun telah menggunakan 3.044 ton plastik daur ulang pasca-konsumsi (Post-Consumer Recycled Plastic/PCR) pada kemasan produknya.

Usaha tersebut turut membantu penurunan penggunaan plastik baru hingga 20% dibandingkan tahun dasar 2019.

Pada ranah sosial, Unilever Indonesia senantiasa membina lingkungan kerja yang inklusif dan setara.

Sekarang 43,2% jabatan manajerial senior diisi oleh perempuan, membuktikan komitmen perusahaan terhadap keanekaragaman dan kepemimpinan yang inklusif.

Perusahaan turut mencatatkan tanpa kecelakaan kerja yang menyebabkan fatalitas, selaku bagian dari fokus berkelanjutan pada kesehatan dan keselamatan kerja.

Sedangkan untuk memelihara kualitas dan kepercayaan konsumen, seluruh pabrik Unilever Indonesia sudah memberlakukan Sistem Jaminan Halal (SJH), serta 87% produk makanan telah memenuhi Highest Nutrition Standard (HNS) merujuk standar internal Unilever dan acuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada ranah tata kelola, pengurusan ESG perusahaan berada di bawah supervisi Direksi, Business Integrity Committee, serta Central Safety, Health and Environmental Committee.

Metode tata kelola yang tangguh ini ikut mengantarkan Unilever Indonesia mempertahankan predikat Leadership in Corporate Governance selama delapan tahun berturut-turut lewat raihan skor 111,13 dalam ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Di samping itu, perusahaan turut mendulang pelbagai pencapaian lainnya, termasuk S&P Global ESG Score sebesar 52, IDX ESG Score sebesar 18,21, dan mempertahankan peringkat PROPER Biru untuk seluruh fasilitas produksinya selama tiga tahun berturut-turut.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa kolaborasi dan konsistensi dalam menjalankan komitmen keberlanjutan dapat menciptakan dampak yang berarti, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan. Ke depan, kami akan terus memperkuat upaya untuk menghadirkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab," tutur Nurdiana.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua