Kisah Perawat AS Miliki Bisnis Sampingan Beromzet Hingga Rp 22 Miliar

MO
Moch Febrianto

Editor: yoga susila utama

Jumat, 07 Agustus 2026
Kisah Perawat AS Miliki Bisnis Sampingan Beromzet Hingga Rp 22 Miliar
Kisah Perawat AS Miliki Bisnis (FOTO: NET)

JAKARTA - Usaha sampingan milik seorang perawat anestesi, Mike O’Dell (50), mencatatkan pendapatan US$ 1,25 juta, atau Rp 22,3 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.918) pada penjualan online 2024 walaupun O’Dell hanya memakai waktu sehari dalam seminggu buat usahanya.

Melaporkan dari Sumbernya, Jumat (7/8/2026), O’Dell memakai waktu 10 jam dalam empat hari per minggu selaku perawat yang dikelilingi perlengkapan medis. Dia tidak bisa pergi ke kamar mandi, santap siang, ataupun minum air tanpa meminta seseorang guna menggantikannya.

Namun, di usaha sampingannya yang dijalankan di Kota Oklahoma, Legit Kits, dia merasakan hal yang sangat berbeda. Satu hari per minggu, O’Dell dapat secara bebas menikmati secangkir kopi di teras serta mengantar buah hatinya ke sekolah sebelum mulai bekerja.

“Saya bisa sarapan, saya bisa pergi ke gym. Saya yang mengatur jadwal sendiri,” kata O’Dell.

Usaha ini dia dirikan pada 2020 setelah membuatkan kedua anak lakilakinya selimut bertema Star Wars dengan merancang pola dan menjahit kain ke kertas berukuran 152,4 cm x 198,12 cm. Proses ini dinamakan “foundation paper piecing,” yang dianggap O’Dell mempermudah proses quilting. Sesudahnya, O’Dell memutuskan buat memulai usaha yang bergerak dalam pembuatan serta penjualan alat quilting.

Lantaran, sebab dia tidak ingin berhenti dari pekerjaan utamanya, yang memberinya imbalan US$ 240.000, atau Rp 4,2 miliar per tahun, O’Dell merancang Legit Kits agar sebagian besar berjalan tanpa dirinya. Dia menggaet dua perancang grafis untuk membuat karya seni dan pola quilting, lalu pekerja lain buat memotong kain serta mengoperasikan pengiriman produk.

Legit Kits, yang saat ini mempunyai tujuh pekerja tetap dan empat perancang freelance, meraup omzet Rp 22,3 miliar pada penjualan onlinenya di tahun 2024, berdasar dokumen yang diperiksa dari Sumbernya. Usaha ini pun diperkirakan memperoleh US$ 150.000, atau Rp 2,68 miliar dari penjualan di Joann Fabrics and Crafts, yang saat ini telah gulung tikar.

Usaha tersebut meraup keuntungan pada 2023, dan menyentuh titik impas tahun lalu usai dipotong biaya kepindahan ke tempat penyimpanan baru berukuran 418 meter persegi.

O’Dell mendalami keterampilan menjahit dua dekade lalu saat membuat kilt ‘Braveheart’ untuk Halloween. Kini dia memakai waktu satu hari per minggu buat mencocokkan warna, menyetujui rancangan, dan memasarkan perusahaannya kepada pembeli maupun penjual eceran. Dia merencanakan untuk memberikan dirinya imbalan sebesar US$ 50.000, atau Rp 895,8 juta tahun ini selaku direktur kreatif dan CEO Legit Kits.

"Rasa lelah yang saya rasakan di rumah sakit memberi saya energi untuk melakukan hal lain demi diri saya sendiri,” tutur O’Dell.

"Pekerjaan sampingan ini bisa meredakan ketegangan saat semua orang sedang kesal di tempat kerja,” ia menambahkan.

Legit Kits mempunyai porsi pasar relatif kecil di industri quilting yang mendekati US$ 5 miliar, atau Rp 89,5 triliun, berdasar Aliansi Industri Kerajinan, sebuah asosiasi perdagangan. Guna memacu perkembangan, O’Dell berkeinginan memperbesar target pasarnya melebihi pembuat quilt berpengalaman.

Gerakan iklannya di media sosial menyasar pembuat yang lebih awam dan Legit Kits telah mulai menjual varian “mini” yang dilepas US$ 99, atau Rp 1,7 juta untuk karya berukuran 15 x 20 inci, sebagai pilihan yang lebih gampang.

Penyebab lainnya di balik penjualan produk lebih terjangkau bagi O’Dell yaitu ketentuan tarif Presiden AS Donald Trump yang mengancam harga barang, sehingga warga Amerika Serikat mungkin tidak bakal membelanjakan uangnya buat kerajinan.

“Saya tidak mau harga menghalangi orang untuk memiliki hobi,” kata O’Dell.

Meskipun begitu, tarif berpeluang menaikkan biaya operasional Legit Kits. Kain yang dipakai berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Vietnam, sedangkan tarif yang diterapkan dari Indonesia 32%, dan Vietnam 46% berdasar ketentuan Trump pada 2 April. Kini, tarif impor dari Indonesia berada di angka 10% usai ketetapan tarif paling gres.

"Ketidakpastian ini sangat membuat saya tertekan,” ujar O’Dell, menambahkan bahwa dia tidak bisa langsung mempekerjakan karyawan baru sampai mengerti pasti dampak tarif terhadap biaya operasional Legit Kits.

"Optimisme itu penting belakangan ini. Semoga optimisme saya tidak salah," ia menambahkan.

Pekerjaan utamanya yang berpenghasilan tinggi menjadi pelindung bagi Legit kits. Sebab O’Dell tidak perlu risau apakah Legit Kits bakal mempunyai keuntungan cukup untuk imbalannya, dia memprediksi tarif maupun guncangan ekonomi lainnya tidak bakal membuat Legit Kits gulung tikar.

Walaupun tidak ada tarif, dia memprediksi masih memerlukan waktu lima tahun lagi buat penambahan hasilnya di Legit Kits guna melewati pendapatan pekerjaan utamanya.

"Penghasilan tahunan Legit Kits harus mencapai delapan digit (sebelum jadi pekerjaan tetap saya)... Saya juga ingin anak-anak saya bisa kuliah,” tutur O’Dell.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua