Dedi Mulyadi Mengungkap Aliran Dana Pajak Kendaraan Jabar Rp26 Miliar
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membeberkan bahwasanya pemda yang dipimpinnya masih memperoleh pamasukan dana yang konsisten dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di wilayah Jawa Barat.
Ia menuturkan pendapatan wilayah dari bidang itu sekarang berada di angka Rp23 miliar sampai Rp26 miliar tiap harinya.
Berdasarkan penuturan Dedi, perolehan itu menjadi bukti bahwasanya tingkat kedisiplinan warga dalam menyetor pajak kendaraan masih terawat dengan bagus, walau saat ini pemakaian kendaraan listrik mulai tumbuh di beragam wilayah.
"Saya pada forum ini menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh warga, yang setiap hari membayar pajak kendaraan bermotor, tidak mengalami penurunan, stabil, rata-ratanya Rp23 sampai Rp26 miliar dalam setiap hari," ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari Sumbernya.
Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang dianggap tetap konsisten menunaikan tanggung jawab perpajakan sehingga pemasukan daerah dari bidang pajak kendaraan tak mengalami kemerosotan.
Berdasarkan penuturan Dedi, situasi itu menjadi fondasi krusial buat pemda demi menjaga konsistensi pamasukan daerah di tengah pergeseran tren transportasi, termasuk makin banyaknya pemakaian kendaraan listrik.
Ia membeberkan, beberapa wilayah mulai terdampak penurunan pendapatan dari bidang pajak kendaraan seiring bertambahnya jumlah mobil listrik.
Namun, keadaan berlawanan justru terjadi di Jawa Barat.
"Di tengah orang lain mengalami penurunan karena adanya mobil listrik, tetapi di Jawa Barat setiap hari mengalami peningkatan pendapatan," kata Dedi.
Di samping dipengaruhi tingkat kedisiplinan pembayar pajak, ia menganggap pembangunan sarana prasarana yang terus dijalankan pemda ikut memberi andil terhadap perolehan PKB.
Menurutnya, mutu jalanan dan sarana perhubungan yang kian bagus memicu melonjaknya pergerakan warga.
Geliat kendaraan yang kian bertambah pada akhirnya turut menopang perolehan pajak kendaraan bermotor.
Penerimaan pajak kendaraan selama ini menjadi salah satu pasokan utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat.
Oleh sebab itu, konsistennya pamasukan harian dianggap krusial buat menopang pembiayaan aneka agenda pembangunan dan pelayanan umum.
Dedi berkeinginan warga tetap memelihara kedisiplinan menyetor pajak kendaraan.
Ia menganggap andil tersebut bukan sekadar menjadi tanggung jawab tata usaha, melainkan turut memiliki andil dalam menopang pembangunan wilayah yang kegunaannya balik dirasakan oleh warga.