Prospek Laba Makin Bright Target Saham BBNI Ditingkatkan Jadi Rp4.800!

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 07 Agustus 2026
Prospek Laba Makin Bright Target Saham BBNI Ditingkatkan Jadi Rp4.800!
Prospek Laba Makin Bright Target Saham BBNI (FOTO: NET)

JAKARTA - Pihak dari Sumbernya melakukan koreksi naik terhadap target nilai saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menuju Rp 4.800 dari estimasi lama Rp 4.700 seraya memberikan saran beli.

Peningkatan patokan harga ini disokong oleh ekspektasi penyaluran kredit yang kian kencang dan berpotensi memperkuat raihan keuntungan bersih.

Kesempatan pertumbuhan pembiayaan tersebut mendorong analisis dari Sumbernya menaikkan proyeksi laba bersih BBNI untuk tahun 2026 dan 2027 sebesar 3% dan 4%.

Perubahan estimasi ini memperhitungkan proyeksi pertumbuhan ekspansi kredit yang lebih tinggi mencapai 12% dibandingkan estimasi awal 10%, kendati sebagian imbalannya tertekan oleh kenaikan biaya kredit (cost of credit/CoC).

Di kuartal II-2026, BBNI mengantongi keuntungan bersih Rp5,1 triliun yang menandakan penurunan 10% secara kuartalan, namun naik 8% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya.

Atas pencapaian ini, perolehan laba bersih semester I-2026 menyentuh Rp 10,8 triliun, melesat 7% secara tahunan dan merepresentasikan 52% dari target laba penuh satu tahun.

Kenaikan keuntungan didukung oleh ekspansi pinjaman konsolidasi hingga 24% secara tahunan yang disokong lini usaha enterprise dan korporasi BUMN.

Hasil ini ikut mendongkrak pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar 14% serta memicu kenaikan pre-provision operating profit (PPOP) sebesar 14% sepanjang semester I-2026.

“Meski demikian, likuiditas yang semakin ketat menekan margin bunga bersih. NIM pada kuartal II-2026 turun menjadi 3,4%, sementara rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) meningkat menjadi 88% dan porsi dana murah (CASA) turun menjadi 65,4%,” tulis Analis dari Sumbernya Nataniella Eva Kezia dan Victor Stefano dalam riset terbarunya.

Menyikapi perkembangan tersebut, jajaran manajemen BBNI merubah patokan NIM tahun 2026 menjadi 3,3%-3,5% dari posisi sebelumnya 3,5%-3,8%.

Tantangan diperkirakan berlanjut hingga semester II-2026 karena imbas kenaikan biaya dana (cost of fund) yang bergerak lebih cepat ketimbang penyesuaian hasil imbalan kredit.

Namun demikian, BBNI konsisten menjaga kisaran target pembiayaan di angka 8%-10% serta sasaran CoC pada rentang 1,0%-1,2%.

Hingga akhir semester I-2026, CoC berada di level 1,1% yang masih sesuai dengan koridor target manajemen, sementara rasio pinjaman macet (NPL) terjaga di level 1,9%.

“Kualitas aset BBNI masih cukup tangguh. Kenaikan NPL pada segmen usaha kecil dan konsumer mampu diimbangi oleh membaiknya kualitas portofolio pembiayaan di segmen wholesale,” tulis dari Sumbernya.

Meski landasan fundamental dalam kondisi baik, analisis dari Sumbernya menilai dinamika harga saham BBNI untuk jangka pendek masih akan bergerak fluktuatif di tengah ketidakpastian makroekonomi dan ketatnya kondisi likuiditas pada paruh kedua tahun ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua