Rupiah Sukses Ditutup Melonjak 0,50%, Dolar AS Terpangkas Ke Rp17.925

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 06 Agustus 2026
Rupiah Sukses Ditutup Melonjak 0,50%, Dolar AS Terpangkas Ke Rp17.925
Rupiah Sukses Ditutup Melonjak 0,50%, Dolar AS (FOTO: NET)

JAKARTA - Kurs mata uang Garuda berhasil bangkit serta ditutup melesat melawan dolar Amerika Serikat (AS), pasca performa ekonomi nasional triwulan II-2026 menembus estimasi pasar.

Mengacu data Refinitiv, pada penutupan transaksi Rabu (5/8/2026), rupiah menguat 0,50% menuju level Rp17.925/US$.

Mata uang nasional pun sukses kembali bertengger di bawah ambang psikologis Rp18.000/US$.

Rupiah melesat berkisar 90 basis poin bila disandingkan posisi penutupan Selasa (4/8/2026) pada Rp18.015/US$.

Apresiasi hari ini berbarengan membalikkan penurunan 0,19% pada sesi transaksi sebelumnya.

Semenjak pembukaan transaksi, rupiah telah merayap di area hijau lewat lonjakan 0,32% menuju level Rp17.957/US$.

Penguatan rupiah kian terakselerasi usai Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Mata uang Garuda sempat menguat 0,61% ke posisi Rp17.905/US$, sebelum memangkas sebagian lonjakannya mendekati penutupan.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur keperkasaan greenback atas enam mata uang utama dunia, pada pukul 15.00 WIB teramati terkoreksi tipis 0,01% menuju posisi 99,846.

Lompatan rupiah terjadi usai performa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 berada di atas proyeksi pasar.

BPS mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II-2026.

Kendati melambat bila disandingkan kenaikan 5,61% pada triwulan sebelumnya, capaian tersebut lebih tinggi ketimbang estimasi analis.

Proyeksi yang dirangkum dari Sumbernya dari 15 lembaga serta instansi sebelumnya memperkirakan perekonomian Indonesia sekadar tumbuh 5,12% secara tahunan.

"Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku Rp6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp3.576,2 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 dibandingkan triwulan II-2025 atau yoy tumbuh 5,29%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Capaian tersebut menandakan perekonomian domestik tetap bertahan di tengah tekanan global akibat perselisihan antara AS serta Israel dengan Iran.

Perseteruan tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak bumi dan mengganggu rantai pasok global usai operasional pelayaran di Selat Hormuz terhambat.

Dari ranah domestik, kegiatan ekonomi memperoleh dorongan dari realisasi pencairan gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN), TNI, dan Polri.

Kenaikan investasi, penjualan eceran, hingga penjualan kendaraan roda dua dan empat turut menyokong pertumbuhan.

Pencapaian pertumbuhan yang menembus estimasi menyumbang sentimen positif terhadap instrumen keuangan dalam negeri.

Di saat bersamaan, penurunan tipis indeks dolar AS turut memberi ruang bagi rupiah untuk bertahan di area hijau hingga sesi penutupan perdagangan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua