Rekomendasi Harga Emas 5 Agustus 2026 Naik Terbantu Melandainya Minyak
JAKARTA - Harga logam mulia mengakhiri perdagangan dengan penguatan pada hari Selasa, terdorong penurunan harga minyak mentah.
Nilai logam mulia spot mengakhiri perdagangan dengan peningkatan 0,55% pada level $4.077,52 per ons.
Nilai logam mulia berjangka AS kontrak Desember 2026 mengakhiri perdagangan dengan peningkatan 1,52% pada level $4.152,6 per ons.
Nilai minyak mentah WTI merosot lebih dari 5% ke tingkatan paling rendah dalam kurun tiga pekan pada hari Selasa, sehingga menekan proyeksi inflasi yang sanggup memicu bank sentral dunia untuk melonggarkan kebijakan moneter, menjadi dorongan yang menguntungkan bagi logam mulia.
Di samping itu, melesat turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS (T-note) pada hari Selasa turut menyumbang sokongan bagi nilai logam mulia.
Menteri Keuangan AS Bessent menyatakan "ada kemungkinan akan mencapai kesepakatan pada hari Selasa atau Rabu untuk membuka selat Hormuz."
Seorang juru bicara Qatar menyatakan bahwa "usulan resolusi sedang diedarkan antara AS dan Iran," sembari memperingatkan bahwa "kesepakatan belum tercapai."
Pengamat dari Sumbernya memproyeksikan untuk transaksi berikutnya, nilai logam mulia dapat merangkak naik terpicu penurunan harga minyak dengan tersedianya harapan perundingan AS-Iran. Serta apabila dolar AS melemah seiring merosotnya permintaan safe haven dolar, bakal mengokohkan nilai logam mulia.
Nilai logam mulia spot diprediksi berayun dalam rentang Resistance $4.108-$4.138. Akan tetapi apabila merosot, bakal berayun dalam rentang Support $4.046-$4.014.
Nilai logam mulia berjangka AS diprediksi berayun dalam rentang Resistance $4.179-$4.204. Akan tetapi apabila merosot, bakal berayun dalam rentang Support $4.113-$4.072.