BNI Sekuritas Memprediksi Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini!!!!

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 04 Agustus 2026
BNI Sekuritas Memprediksi Laju IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini!!!!
BNI Sekuritas Memprediksi Laju IHSG (FOTO: NET)

JAKARTA - PT BNI Sekuritas memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan hari ini berpeluang mengalami pelemahan.

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas menuturkan penurunan IHSG tersebut bersifat jangka pendek.

"Level support IHSG pada rentang 6.140 hingga 6.180 poin dan resistance berkisar 6.260 hingga 6.300 poin," ucap Fanny dari Sumbernya di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pada hari sebelumnya, pergerakan IHSG merosot sebesar 0,03%.

Hal ini diiringi aksi jual bersih investor mancanegara sejumlah Rp759 miliar.

Deretan saham yang paling banyak dilepas pihak asing meliputi TPIA, AMMN, BMRI, BBRI serta ASII.

Para pelaku pasar memperhatikan sentimen global seperti mencermati jajaran indeks saham Wall Street yang ditutup menguat signifikan pada transaksi Senin kemarin (3/8/2026).

Penguatan dipimpin oleh kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar usai harga minyak mentah dunia merosot mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump membatalkan agenda serangan ke Iran.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,32%, S&P 500 terangkat 1,48% dan Nasdaq Composite melambung 2,13%.

Dari sisi emiten, saham Meta Platforms melonjak mendekati 6%, lalu Amazon terangkat lebih dari 4%.

Saham Nvidia menguat mendekati 3%, saham Alphabet maupun Microsoft masing-masing naik hampir 5%.

Selain lonjakan saham teknologi, pendorong positif turut datang dari kemerosotan harga minyak mentah dunia.

Harga Brent terkoreksi 4,73% menuju US$ 83,77/bbl, sementara West Texas Intermediate (WTI) jatuh 5,11% menjadi US$ 80,34/bbl.

Pelemahan terjadi usai Trump memutuskan membatalkan rencana gempuran atas Iran sekaligus menyebutkan dialog antarkeduanya bakal dilanjutkan kembali.

Kebijakan tersebut meringankan kecemasan pasar atas ancaman hambatan distribusi energi dunia.

Peredaan risiko geopolitik ini turut membantu mengurangi tekanan pada saham-saham yang berhubungan dengan AI.

Kemudian, investor meninjau bursa Asia yang mayoritas melemah pada perdagangan Senin kemarin.

Indeks Nikkei 225 Jepang tergerus 0,9% dan Topix melorot 1,1%.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong terangkat 0,5%, Taiex Taiwan melaju 0,6%, serta ASX 200 Australia bertambah 0,5%.

Di sisi lain, KOSPI Korea Selatan kembali tertekan 5%, disertai penurunan tajam saham produsen chip.

Kendati demikian, Korea Selatan mencatatkan capaian ekspor yang solid.

Pada Jumat pekan kemarin, data memperlihatkan ekspor Korea Selatan melonjak 62,8% pada bulan Juli, melampaui estimasi lantaran tingginya permintaan global terhadap semikonduktor serta perangkat komputer terkait AI memicu kenaikan ekspor chip mencapai 179% dan peningkatan penjualan komputer hingga 404%.

Saham-saham penekan indeks tersebut di antaranya pembuat chip Samsung Electronics beserta kompetitornya SK Hynix yang anjlok 8,8%.

Saham produsen baterai LG Energy Solution juga merosot 3,7%.

Di lain pihak, FTSE Straits Times terkoreksi 0,3% dan FTSE Malay KLCI menguat 0,05%.

Berikut deretan rekomendasi saham BNI Sekuritas pada transaksi Selasa ini;

INDF : Area beli di Rp7.050-7.075, cutloss di bawah Rp7.000. Target dekat di Rp7.150-7.200.

BFIN : Area beli di Rp885-900, cutloss di bawah Rp885. Target dekat di Rp910-925.

BNBR :Buy on weakness dengan area beli di Rp94-97, cutloss di bawah Rp94. Target dekat di Rp99-102.

DSSA : Area beli di Rp825-835, cutloss di bawah Rp820. Target dekat di Rp850-860.

LSIP : Area beli di Rp1.430-1.445, cutloss di bawah 1.425. Target dekat di Rp1.460-1.480.

DOOH : Buy if break Rp264, dengan target dekat di Rp270-290. Cutloss di bawah Rp258.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua