BNI Memperkokoh Ekosistem Digital Melalui Open Banking API Terkini

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 04 Agustus 2026
BNI Memperkokoh Ekosistem Digital Melalui Open Banking API Terkini
BNI Memperkokoh Ekosistem Digital (FOTO: NET)

JAKARTA - Bank Negara Indonesia (BNI) memperkokoh langkah transformasi digital lewat pengembangan BNIdirect Bisnis, Open Banking API, serta memperluas kemitraan bersama perusahaan teknologi finansial (fintech) maupun bermacam platform digital. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi BNI guna menyajikan layanan finansial yang semakin terpadu untuk nasabah korporasi, usaha kecil dan menengah (UKM), hingga sektor ritel.

Komitmen ini diutarakan pada acara Future Finance Jakarta 2026 yang diselenggarakan di AYANA Midplaza Jakarta dan dihadiri kurang lebih 200 pembuat keputusan dari sektor perbankan, asuransi, teknologi finansial, sistem pembayaran, serta pelaku ekosistem digital.

Forum tersebut menjadi tempat diskusi mengenai arah perkembangan industri keuangan yang kian terdigitalisasi dan saling terhubung lewat teknologi.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa perbankan tetap memegang peran penting di tengah cepatnya pertumbuhan platform digital sebab mempunyai fondasi berupa kepercayaan, tata kelola, kepatuhan regulasi, serta infrastruktur finansial yang telah terbangun.

“Bank tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis yang menghubungkan berbagai pelaku usaha dan platform digital dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.

Perubahan arah strategi tersebut memperlihatkan pergeseran peran bank dari yang semula penyedia produk keuangan semata menjadi penyedia infrastruktur yang memungkinkan bermacam layanan keuangan hadir langsung di dalam aplikasi atau platform yang dipakai pelanggan.

Metode ini semakin relevan seiring melonjaknya pemanfaatan layanan digital pada sektor perdagangan, logistik, layanan publik, hingga ekonomi kreatif.

Salah satu teknologi yang menjadi fokus BNI yakni Open Banking API (Application Programming Interface).

API merupakan kumpulan antarmuka yang memungkinkan dua sistem yang berbeda saling terhubung dan bertukar data secara aman berdasarkan izin yang diberikan.

Pada konteks perbankan, Open Banking API memungkinkan aplikasi milik mitra terhubung langsung dengan sistem perbankan untuk menghadirkan bermacam layanan keuangan tanpa pengguna perlu berpindah ke aplikasi bank.

Melalui Open Banking API, mitra BNI dapat mengakses beragam layanan seperti pembayaran, penerimaan dana, validasi transaksi, hingga kebutuhan transaksi keuangan lainnya secara langsung dari platform yang mereka pakai.

Metode ini diharapkan sanggup mempermudah alur bisnis sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna.

Di samping itu, BNI turut mengembangkan konsep Banking as a Service (BaaS).

Model ini memungkinkan layanan perbankan disediakan sebagai komponen digital yang dapat diintegrasikan ke beragam aplikasi atau sistem bisnis lewat API.

Dengan begitu, perusahaan tak perlu mendirikan seluruh infrastruktur keuangan sendiri karena sanggup memanfaatkan layanan yang telah disiapkan oleh bank.

Berdasarkan keterangan dari Sumbernya, API yang dikembangkan dirancang supaya fleksibel, mudah diintegrasikan, sanggup mengikuti pertumbuhan volume transaksi, serta ditopang standar keamanan dan ketersediaan layanan yang sesuai kebutuhan dunia usaha.

Pendekatan tersebut memungkinkan layanan perbankan hadir secara lebih dekat bersama aktivitas operasional pelanggan.

Contohnya, proses pembayaran, pencairan dana, maupun rekonsiliasi transaksi dapat dilakukan langsung dari sistem perusahaan tanpa perlu berpindah ke kanal digital perbankan secara terpisah.

Pada sesi diskusi di Future Finance Jakarta 2026, Wholesale Transaction Digital Channel Division Head BNI, Efransyah Mudani, ikut memaparkan strategi perusahaan dalam merespons perubahan perilaku nasabah lewat pengembangan solusi digital yang disesuaikan dengan karakteristik tiap-tiap sektor industri.

BNI menilai kebutuhan layanan keuangan ke depan tidak lagi berdiri sebagai layanan terpisah, melainkan bakal kian menyatu dengan proses bisnis pelanggan.

Oleh sebab itu, pengembangan teknologi digital dilakukan agar layanan sanggup beradaptasi dengan kebutuhan transaksi yang kian kompleks di bermacam sektor ekonomi.

Selain integrasi lewat API, BNI juga menilai kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) akan memainkan peran yang semakin besar dalam industri jasa keuangan.

Teknologi AI diproyeksikan membantu bank menghadirkan layanan yang lebih personal lewat analisis data, meningkatkan efisiensi operasional, serta menunjang pengambilan keputusan yang lebih cepat dan presisi.

Pemanfaatan AI pada sektor perbankan juga berpotensi memperkuat deteksi risiko transaksi, meningkatkan kualitas layanan pelanggan lewat otomatisasi, hingga membantu perusahaan mengembangkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap nasabah.

Okki menegaskan bahwa transformasi digital BNI tetap berlandaskan prinsip keamanan dan kepercayaan sebagai fondasi utama industri perbankan.

“BNI menempatkan diri sebagai fondasi kepercayaan, penghubung ekosistem, sekaligus penyedia layanan keuangan terintegrasi melalui API untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang semakin terkoneksi dan inklusif,” ujar Okki.

Melalui penguatan BNIdirect Bisnis, pengembangan Open Banking API, serta perluasan kemitraan dengan bermacam platform digital, BNI berikhtiar memperluas konektivitas antarpelaku usaha sekaligus menjaga relevansi layanan di tengah perubahan kebutuhan nasabah.

Strategi tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekosistem ekonomi digital Indonesia yang kian terintegrasi, aman, dan berkelanjutan lewat pemanfaatan teknologi keuangan modern.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua