Tarif Air Minum PAM dan Emas Naik, Bali Inflasi 2,42 Persen Juli 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 04 Agustus 2026
Tarif Air Minum PAM dan Emas Naik, Bali Inflasi 2,42 Persen Juli 2026
Air Minum PAM (FOTO: NET)

DENPASAR - Lembaga Pusat Statistik mendata Provinsi Bali mengalami kenaikan harga 2,42% pada Juli 2026.

Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menerangkan sepanjang Juli 2026 terdapat kenaikan IHK dari 110,06 pada Juli 2025 menjadi 112,72 pada Juli 2026.

Di samping itu, tingkat inflasi berjalan Juli 2026 tercatat mengalami inflasi sebesar 1,5%, sedangkan secara bulanan tercatat penurunan sebesar 0,51 persen.

Inflasi secara tahunan terjadi lantaran terangkatnya nilai komoditas pengamatan yang diperlihatkan oleh naiknya IHK pada seluruh kategori pengeluaran, yakni mencakup kategori makanan, minuman dan tembakau naik sejumlah 1,04%; kategori pakaian dan alas kaki sejumlah 1,41%; kategori perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sejumlah 2,44%, kategori perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sejumlah 2%.

Lalu kategori kesehatan sejumlah 2,03%; kategori transportasi sejumlah 6,26%; kategori informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sejumlah 1,94%; kategori rekreasi, olahraga, dan budaya sejumlah 0,25%; kategori pendidikan sejumlah 3,09%; kategori penyediaan makanan dan minuman/restoran sejumlah 3,15%; serta kategori perawatan pribadi dan jasa lainnya sejumlah 2,78%.

Pada Juli 2026, kelompok pengeluaran yang menyumbang kontribusi inflasi y-on-y, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sejumlah 0,34 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sejumlah 0,06% kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sejumlah 0,33%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sejumlah 0,08%; kelompok kesehatan sejumlah 0,06%; kelompok transportasi sejumlah 0,68%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sejumlah 0,10%; kelompok pendidikan sejumlah 0,21%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sejumlah 0,30%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sejumlah 0,26%.

Di sisi lain, ada satu kelompok pengeluaran yang tidak menyumbang kontribusi inflasi atau memberi kontribusi yang sangat kecil, yakni kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada bulan Juli 2026 antara lain bensin, emas perhiasan, minyak goreng, pemeliharaan/service, beras, biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), Sigaret Putih Mesin (SPM), sewa rumah, bawang putih, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, Sigaret Kretek Mesin (SKM), kue basah, tarif air minum PAM, pepes, tarif parkir, laptop/notebook, es, mie kering instan, dan tahu mentah." Urai Agus, Senin (3/8/2026).

Sementara itu, komoditas yang memberikan kontribusi deflasi, antara lain tomat, cabai rawit, bawang merah, buncis, daging babi, kacang panjang, daging ayam ras, kangkung, pembalut wanita, jagung manis, sabun detergen bubuk, buku tulis bergaris, sawi hijau, sandal karet wanita, ayam hidup, bawang bombay, celana pendek pria, kelapa, celana panjang katun pria, dan semangka.

Komoditas yang dominan memberi sumbangan deflasi pada Juli 2026 antara lain cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, canang sari, buncis, daging babi, tomat, kacang panjang, jeruk, pisang, jagung manis, emas perhiasan, apel, kangkung, pepaya, semangka, telur ayam ras, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, ikan teri.

Secara bulanan, komoditas yang menyumbang andil inflasi, antara lain bensin, beras, biaya Taman Kanak-Kanak (TK), biaya bimbingan belajar, minyak goreng, bawang putih, biaya Sekolah Dasar (SD), ayam goreng, laptop/notebook, mie kering instan, biaya Sekolah Menengah Pertama (SMP), biaya Sekolah Menengah Atas (SMA), telepon seluler, vitamin, nasi dengan lauk, sabun cair/cuci piring, upah asisten rumah tangga, dan sewa rumah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua