Kabar Pengunduran Diri Gubernur BI Buat Kurs Rupiah Terus Terdepresiasi

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 03 Agustus 2026
Kabar Pengunduran Diri Gubernur BI Buat Kurs Rupiah Terus Terdepresiasi
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (FOTO: NET)

JAKARTA - Dalam kurun sepekan ini, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) mencatatkan penurunan Rp13 atau setara 0,07 persen.

Pada awal perdagangan Senin (27/7), nilai rupiah dibuka surut 6 poin (0,03 persen) ke level Rp17.969/US$.

Waktu itu, pelemahan nilai rupiah timbul menyusul wacana pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Mata uang rupiah lalu terus terkoreksi hingga 46 poin atau sebanding 0,26 persen, ke level Rp18.009 per dolar AS.

Keesokan harinya, rupiah diawali melorot 65 poin (0,36 persen), ke posisi Rp18.074/US$.

Selanjutnya kian loyo sampai 74 poin (0,41 persen) menuju angka Rp18.083/US$ pada waktu akhir transaksi.

Pada Rabu (29/7), rupiah diawali melemah 26 poin (0,14 persen) ke level Rp18.109 per dolar AS, tetapi diselesaikan menguat tipis 10 poin (0,06 persen) ke level Rp17.073/US$.

Seterusnya, Kamis (30/7), mata uang rupiah kembali turun 2 poin yang sebanding 0,01 persen pada angka Rp18.075/US$.

Lalu diselesaikan merosot 38 poin (0,21 persen) menjadi Rp18.111/US$.

Pada Jumat (31/7), rupiah diawali terangkat 37 poin atau setara 0,20 persen menuju angka Rp18.074/US$.

Kenaikan ini bertahan sampai diselesaikan menguat 89 poin (0,49 persen), pada angka Rp18.022/US$.

Tampaknya hanya rupiah yang malang.

Berseberangan kondisi dengan sejumlah valuta di area Asia lain yang malah naik sepanjang minggu ini.

Melansir informasi dari Sumbernya, rupiah memang diselesaikan menguat 0,47 persen pada angka Rp17.990/US$ pada sesi Jumat (31/7/2026).

Akan tetapi jika dihitung selama sepekan, mata uang Garuda malah tetap terkoreksi 0,31 persen.

Hasil ini menjadi yang terpuruk apabila dibandingkan valuta Asia lainnya.

Beban yang dialami rupiah semakin nyata, sebab indeks dolar AS justru terperosok 1,53 persen sepanjang minggu, pada angka 99,914.

Jika ditarik lebih panjang, rupiah terdepresiasi 0,64 persen sepanjang Juli.

Mata uang Garuda sempat kembali menyentuh atas angka Rp18.000/US$ saat kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menimbulkan kekhawatiran terkait masa transisi kepemimpinan serta netralitas bank sentral.

Arah rupiah sayangnya harus berjalan berlawanan bila dibandingkan kinerja mata uang Asia lainnya, pada minggu pamungkas Juli 2026.

Dari 10 valuta, sembilan berhasil menguat dan hanya rupiah yang berada di area negatif.

Yen menjadi mata uang dengan penguatan paling besar setelah meroket 3,83 persen dalam sepekan.

Diikuti won Korea dengan penguatan 1,17 persen.

Penguatan juga diraih baht Thailand sejumlah 0,80 persen, peso Filipina 0,74 persen, dan dolar Singapura 0,64 persen.

Sedangkan yuan China terangkat 0,31 persen, diikuti dong Vietnam sebesar 0,13 persen.

Serta, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,08 persen.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua