BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi Untuk Akses Perumahan

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Senin, 03 Agustus 2026
BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi Untuk Akses Perumahan
BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan dorongan pada pelaksanaan akad secara massal untuk 62.710 nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen BNI pada Program Tiga Juta Rumah serta perluasan jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh tempat tinggal yang pantas.

Rangkaian acara akad massal beserta penyerahan kunci dilaksanakan di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).

Sebanyak 200 nasabah menghadiri acara secara tatap muka, sementara 62.510 nasabah lainnya menyimak rangkaian kegiatan secara dalam jaringan.

Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa dorongan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar perusahaan untuk menghadirkan jalan keluar pembiayaan yang merata.

"BNI terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi," ujar Iqbal dari Sumbernya, Minggu (2/8/2026).

Iqbal menerangkan, penyaluran pembiayaan rumah subsidi pun dapat memacu perkembangan sektor pemukiman yang memiliki dampak berantai terhadap beragam aktivitas perekonomian.

Di samping akad KPR subsidi, agenda itu turut mencakup akad massal bagi 200 penerima Program Kredit Usaha Rakyat Perumahan.

Secara menyeluruh, total nilai akad KUR Perumahan menembus Rp880 miliar bagi 7.100 nasabah.

Adapun jumlah tersebut terbagi menjadi 6.873 nasabah pada lini permintaan atau demand dan 227 nasabah pada lini penyediaan atau supply.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem pemukiman, baik dari sisi warga yang memerlukan hunian maupun pelaku usaha yang menopang penyediaannya.

Beberapa penerima manfaat turut melakoni seremonial penyerahan kunci secara simbolis.

Salah satu di antaranya yakni Nilam Chya Ayu, nasabah BNI yang bekerja di sebuah pabrik alas kaki di Batang.

Nasabah BNI lainnya, Terry Alfrits Wagiu yang bermata pencaharian sebagai wartawan di Tomohon juga membagikan kisahnya sampai mampu memiliki hunian pertama usai 14 tahun mengarungi rumah tangga melalui fasilitas KPR Subsidi BNI.

Iqbal menilai kerja sama antara pemerintah, industri perbankan, pengembang, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi elemen krusial dalam mempercepat penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat.

"BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," terangnya.

Sebagai informasi, kegiatan akad massal dan penyerahan kunci tersebut diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Agenda ini juga dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara, perwakilan bank penyalur, pengembang, beserta para penerima manfaat.

Melalui acara ini, BNI berupaya melebarkan jangkauan pembiayaan perumahan sekalian mendorong terciptanya ekosistem hunian yang lebih inklusif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari langkah perseroan guna menghadirkan solusi finansial yang berguna bagi warga serta menopang pembangunan nasional.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua