Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Menjelang Akhir Juli 2026

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 31 Juli 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS Menjelang Akhir Juli 2026
Nilai Tukar Rupiah Menguat (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai tukar mata uang garuda mengawali sesi perdagangan dengan apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada transaksi Jumat (31/7/2026), menjelang penutupan sesi perdagangan minggu ini sekaligus hari perdagangan pamungkas di bulan Juli.

Berdasarkan angka Refinitiv, di waktu pagi mata uang garuda dibuka terangkat sebesar 0,19% menuju level Rp18.040/US$.

Kenaikan tersebut berlangsung usai pada transaksi hari sebelumnya, mata uang garuda berakhir loyo.

Pada hari Kamis (30/7/2026), mata uang Indonesia mengalami pelemahan 0,17% pada posisi Rp18.075/US$.

Di sisi lain, indeks dolar AS (DXY) yang menolak performa greenback atas enam valuta utama dunia, pada pukul 09.00 WIB tercatat melonjak 0,26% menuju posisi 100,130.

Kendati merangkak naik pagi ini, DXY tetap berada amat rendah dibanding angka perdagangan sebelumnya seusai pada hari Kamis terperosok 1,01% ke level 99,864.

Dinamika rupiah pada hari ini terdorong oleh dorongan sentimentil internal maupun eksternal.

Mengenai kondisi luar, mata uang nasional kembali memperoleh kabar gembira atas depresi dalam mata uang dolar AS di pasar internasional pada sesi sebelumnya.

DXY merekam salah satu penurunan harian paling signifikan atas deretan mata uang utama dunia.

Beban atas greenback mencetus setelah para pelaku pasar menanggapi data laju inflasi Juni serta pertumbuhan ekonomi AS di kuartal paling akhir.

Data tersebut kembali mempengaruhi dugaan pelaku pasar mengenai arah tindakan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed), usai bank sentral AS menahan tingkat suku bunga pada rentang 3,50%-3,75% dalam forum diskusi pekan ini.

Biarpun DXY kembali naik pada perdagangan area Asia pagi ini, penurunan tajam sehari sebelumnya diharapkan dapat menyumbang keleluasaan bagi rupiah untuk melaju lebih tangguh.

Pasar pada saat ini turut terus mengamati proses pencarian figur pengganti Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia (BI).

Perry meletakkan jabatannya terhitung mulai 25 Juli 2026 berlandaskan alasan personal.

Selama rentang transisi, posisi Gubernur BI diemban oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti hingga gubernur definitif disahkan.

Nama Destry kembali menarik perhatian seusai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan lelucon tatkala mendatangi agenda akad massal KPR subsidi serta penyaluran KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Prabowo pada awalnya meluruskan uraian Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait yang mengutarakan Destry masih menjabat Deputi Gubernur Senior BI.

"Menteri Perumahan salah tadi. Ini Ibu Destry adalah pejabat gubernur sementara. Jadi pejabat," ujar Prabowo.

Prabowo selanjutnya menyampaikan gurauan mengenai kedudukan Destry.

"Kayaknya gimana? Oke ya?" katanya disambut tawa tamu undangan.

Kendati demikian, Prabowo menandaskan penunjukan Gubernur BI definitif tetap melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Tapi nanti terserah DPR," ujarnya.

Di samping Destry, beberapa nama lain mulai muncul menjadi calon Gubernur BI.

Kepastian mengenai sosok gubernur definitif masih menjadi fokus perhatian pasar, utamanya mengenai kelanjutan arah kebijakan serta independensi lembaga bank sentral.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua