Jawa Barat Mendominasi Investor Pasar Modal OJK Ungkap 5,7 Juta Investor

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 31 Juli 2026
Jawa Barat Mendominasi Investor Pasar Modal OJK Ungkap 5,7 Juta Investor
Jawa Barat Mendominasi Investor Pasar Modal OJK (FOTO: NET)

BANDUNG - Kawasan ini kembali mempertegas dominasinya sebagai provinsi pemegang jumlah pemodal bursa saham terbanyak di Indonesia.

Hingga pertengahan Juni 2026, populasi pemodal bursa saham di kawasan ini sudah mencapai kisaran 5,7 juta Single Investor Identification (SID) atau menyumbang kisaran 33 persen dari total pemodal nasional.

Pencapaian tersebut dipaparkan oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi kawasan ini, Darwisman, saat acara Media Update Triwulan II 2026 OJK di Kota Bandung, Kamis (30/7/2026).

Diungkapkan oleh Darwisman, melonjaknya angka pemodal mencerminkan kian aktifnya peranserta masyarakat lokal dalam memanfaatkan instrumen bursa saham sebagai wahana akumulasi modal maupun perencanaan finansial masa depan.

"Jumlah investor pasar modal di Jawa Barat sampai Juni 2026 mencapai sekitar 5,7 juta SID. Angka ini merupakan yang terbesar secara nasional dengan kontribusi sekitar 33 persen dari total investor Indonesia," ujarnya.

Namun demikian, Darwisman memberikan penekanan bahwa pertumbuhan pemodal wajib diimbangi oleh penguatan pemahaman serta kesadaran terhadap bahaya risiko investasi.

Dalam pandangannya, pemekaran pemodal tidak boleh semata-mata berorientasi pada volume angka, melainkan pada bobot kualitas pengambilan keputusan berinvestasi.

Atas dasar itu, OJK terus menggiatkan sosialisasi literasi keuangan melalui perbagai program edukasi yang menyasar murid sekolah, penuntut ilmu tinggi, komunitas lokal, pelaku UMKM, sampai warga luas di seluruh pelosok kawasan.

Ia menegaskan, pembelajaran merupakan kunci utama agar warga sanggup memilah mana investasi sah berizin pengawas dan mana variasi investasi tanpa izin yang masih marak dijumpai.

"Yang kami dorong bukan sekadar masyarakat menjadi investor, tetapi menjadi investor yang memahami produk, risiko, dan hak-haknya sebagai konsumen jasa keuangan," katanya.

Bukan hanya mendorong kemajuan literasi, OJK juga senantiasa memperketat pemeliharaan hak konsumen lewat pengawasan terhadap para pelaku industri jasa keuangan serta penertiban aktivitas investasi tanpa izin yang berpotensi mencederai masyarakat.

Darwisman menilai tingginya kuantitas pemodal di kawasan ini menjadi modal vital guna mengakselerasi pendalaman bursa keuangan nasional.

Bermodalkan jumlah warga terbanyak di Indonesia, wilayah ini mempunyai prospek raksasa dalam menjadi pendorong laju investasi dalam negeri.

"Semakin banyak masyarakat yang berinvestasi secara benar, maka semakin kuat pula kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional," ujarnya.

Perkembangan jumlah pemodal ini sekali gus menjadi cerminan dari meningkatnya inklusi keuangan masyarakat lokal seiring dengan kian pesatnya adopsi layanan keuangan digital serta kemudahan sarana investasi yang ada.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua