Investor Kawakan AS Memprediksi Harga Emas Terus Melonjak Naik Tinggi
WASHINGTON - Walaupun harga emas sekarang sedang dalam tahap konsolidasi setelah melonjak pesat, miliarder John Paulson percaya pasar logam mulia baru saja memulai periode kenaikan jangka panjang.
Dalam sesi wawancara dengan CNBC, pengusaha Paulson & Co. menyampaikan bahwa emas akan terus diuntungkan oleh memudarnya kepercayaan terhadap mata uang kertas serta tingginya pembelian oleh bank sentral.
Berdasarkan analisisnya, emas secara bertahap bertransformasi menjadi aset simpanan utama untuk menggantikan posisi mata uang tradisional dalam sistem keuangan dunia.
Pernyataan dari Paulson hadir saat harga emas tengah bekerja keras berada di atas $4.100 per ons pasca reli tajam.
Terlepas dari fluktuasi pasar dalam jangka pendek, ia meyakini faktor penopang jangka panjang emas tetap solid, khususnya langkah bank sentral dalam memvariasikan cadangan mereka di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik global.
Paulson merupakan figur investor emas bereputasi tinggi di tingkat internasional.
Setelah badai krisis ekonomi 2008, ia menempatkan modal besar pada instrumen emas lewat ETF emas terbesar dunia, SPDR Gold Shares (GLD), dan pada 2011 mengantongi hampir 31,5 juta lembar saham dana tersebut.
Meski begitu, taktik investasi Paulson mengalami penyesuaian dalam beberapa tahun terakhir.
Bukannya berfokus pada logam emas batangan, ia memindahkan konsentrasinya ke saham entitas pengerukan emas, khususnya perseroan yang menyimpan potensi ekspansi fase awal.
Laporan resmi kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengindikasikan bahwa portofolio kelolaan Paulson bernilai $3,11 miliar saat ini utamanya terkonsentrasi pada emiten pertambangan emas dan logam mulia.
Berdasarkan penjelasannya, dalam tren pasar yang menguat jangka panjang, saham sektor tambang emas mampu memberikan hasil investasi lebih superior daripada memegang emas fisik, lantaran perusahaan tambang menikmati margin keuntungan besar sewaktu harga emas naik.
Salah satu aset krusial miliknya yakni proyek Donlin Gold (NovaGold).
Lewat skema pertukaran saham, Paulson akan menyerahkan 40% kepemilikan sahamnya pada proyek ini kepada pihak NovaGold.
Donlin Gold kini dinilai sebagai salah satu lokasi tambang emas belum tergarap terbesar di dunia, dengan perkiraan cadangan terukur mencapai 40 juta ons.
Paulson meyakini proyek pengerukan skala besar layaknya Donlin Gold mempunyai prospek menjanjikan karena kebutuhan emas kian bertambah.
Greg Lang, selaku Ketua dan CEO NovaGold, turut menegaskan bahwa transaksi ini akan mendukung perseroan menata efisiensi operasional dan berfokus memperbarui studi kelayakan proyek terkait dari Sumbernya.
Walau proyeksi harga emas tetap bergantung pada dinamika kebijakan suku bunga Federal Reserve, tingkat inflasi, dan keperkasaan dolar AS, Paulson optimistis prospek jangka panjang emas tetap cerah.
Melihat porsi yang terus membesar dalam cadangan bank sentral serta tingginya proteksi nilai dari investor, ia berkeyakinan masih ada potensi besar bagi penguatan harga emas ke depan.