Harga Emas Fluktuatif Di Tengah Lonjakan Minyak Dan Ketegangan Dunia

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Jumat, 24 Juli 2026
Harga Emas Fluktuatif Di Tengah Lonjakan Minyak Dan Ketegangan Dunia
Harga Emas Fluktuatif (FOTO: NET)

WASHINGTON - Nilai tukar emas diperdagangkan secara naik turun di kisaran USD 4.050 per ons pada transaksi Jumat ini.

Kondisi ini menahan kemerosotan mencapai hampir 2 persen pada hari sebelumnya, di tengah membumbungnya harga minyak bumi akibat meningkatnya konflik kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan dari Sumbernya, nilai emas di pasar spot pada sesi pagi WIB tercatat di kisaran USD 4.045 per ons.

Meroketnya minyak mentah varian Brent hingga menembus angka di atas USD 100 per barel untuk pertama kalinya semenjak Mei dipicu oleh ketegangan geopolitik terkini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan mengenai potensi ekspansionis tindakan militer menuju Iran.

Bukan hanya itu, ia berkomitmen menuntut pertanggungjawaban Teheran atas setiap agresi kelompok Houthi yang menyasar kapal-kapal komersial di kawasan Laut Merah mendatang.

Lonjakan komoditas minyak tersebut memicu kekhawatiran akan inflasi tingkat global.

Situasi ini menguatkan proyeksi para pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS atau The Fed bakal mengambil langkah moneter yang jauh lebih ketat.

Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi memberikan imbas tekanan langsung pada instrumen tanpa imbal hasil, salah satunya emas.

Merujuk pada data transaksi pasar saat ini, para pelaku pasar memperhitungkan peluang sebesar 34 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada minggu depan.

Sementara itu, kans lonjakan suku bunga pada periode September telah merangkak naik hingga melampaui 78 persen.

Ekspektasi ketidakpastian pasar global makin bertambah seiring berlakunya kebijakan tarif anyar AS sebesar 10 sampai 12,5 persen atas komoditas impor dari beberapa mitra dagang utamanya.

Walaupun dibayangi tekanan harian, pergerakan emas secara menyeluruh masih berada dalam rentang untuk mencatatkan penguatan mingguan secara tipis.

Dinamika harga emas dunia beserta lonjakan harga minyak mentah hingga menembus USD 100 per barel ini menjadi perhatian khusus bagi para pelaku pasar di Indonesia.

Perkembangan suku bunga AS dan potensi kenaikan inflasi akibat harga energi berisiko memengaruhi nilai tukar rupiah, tingkat inflasi domestik, hingga daya tarik masyarakat terhadap investasi emas batangan di dalam negeri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua