IHSG Bergerak Menguat Ikuti Tren Positif Bursa Saham Kawasan Asia Pagi

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Bergerak Menguat Ikuti Tren Positif Bursa Saham Kawasan Asia Pagi
IHSG Bergerak Menguat (FOTO: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi, tampak menguat seirama dengan laju positif bursa saham di wilayah Asia.

IHSG mengawali perdagangan dengan kenaikan 12,14 poin atau 0,19 persen menuju level 6.346,62.

Di saat yang sama, deretan 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut terangkat 0,81 poin atau 0,13 persen ke angka 633,36.

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.284-6.260, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.377. Jika mampu breakout dan bertahan di atas level itu, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459. Sebaliknya, apabila kembali gagal menembus resistance, IHSG berpotensi mengalami pullback sehat dengan support terdekat di 6.284-6.260, kemudian 6.231,” ujar dari Sumbernya dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari pasar global, sikap para pelaku pasar tampak cermat menjelang rilis kinerja keuangan korporasi teknologi berkapitalisasi besar (big caps), yang diperkirakan bakal memicu arah pergerakan saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

Perhatian utama para pemodal mengarah pada acuan belanja modal (capex) Alphabet, usai perseroan sebelumnya mematok anggaran AI mencapai 180–190 miliar dolar AS pada 2026.

Beberapa pengamat bahkan memproyeksikan capex tersebut mampu melonjak hingga 190–200 miliar dolar AS sejalan dengan tingginya permintaan AI beserta bertambahnya harga cip memori.

Di lain pihak, rasa cemas terhadap besarnya dana investasi AI serta belum pastinya periode pengembalian modal masih membayangi bursa, hingga saham-saham semikonduktor yang sempat memimpin kenaikan terkoreksi dalam melebihi 20 persen dari titik tertingginya.

Sementara itu, eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam bakal menggempur fasilitas strategis Iran jika terdapat serangan atas kapal di Selat Hormuz.

Pihak Iran membalas dengan ancaman serangan terhadap sarana energi maupun infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan AS di area tersebut.

Situasi ini makin memperparah kendala pasokan energi dunia sesudah ancaman turut meluas ke rute perkapalan Laut Merah lewat Bab el-Mandeb oleh milisi Houthi yang disokong Iran.

Kendati begitu, langkah penanganan secara diplomasi tetap berjalan seiring adanya tawaran gencatan senjata selama 10 hari lewat pihak penengah internasional.

Memasuki ranah domestik, Bank Indonesia (BI) lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) menetapkan penahanan BI-Rate sebesar 5,75 persen, Deposit Facility sebesar 4,75 persen, serta Lending Facility sebesar 6,50 persen.

Otoritas moneter BI mengutamakan peningkatkan insentif penanaman modal portofolio asing ketimbang menaikkan suku bunga acuan, lantaran dianggap lebih ampuh menjaga ketahanan rupiah tanpa mendongkrak biaya pinjaman dalam negeri di tengah ketidakpastian dunia.

Di samping itu, BI melebarkan beraneka stimulus guna mendatangkan arus modal asing, antara lain menaikkan stimulus Swap Jual Lindung Nilai dari 10 persen menjadi 12,5 persen, demi memperlebar stimulus DNDF Jual Lindung Nilai menjadi 15 persen, hingga memberikan nilai tambah stimulus untuk transaksi Local Currency Transaction (LCT).

Pada transaksi Rabu (22/7) lalu, bursa Eropa serentak menanjak, di mana Euro Stoxx 50 naik 0,57 persen, indeks FTSE 100 Inggris melaju 1,24 persen, indeks DAX Jerman terangkat 0,58 persen, dan indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,89 persen.

Sedangkan bursa Wall Street di AS serentak terkoreksi pada Rabu (22/07), seperti Indeks S&P 500 yang merosot 0,10 persen ke posisi 7.499,73, indeks Nasdaq Composite turun 0,60 persen ke 25.690,90, juga Dow Jones Industrial Average tertekan 0,01 persen ke 52.218,58.

Bursa saham regional Asia pada pagi hari ini, seperti indeks Nikkei menanjak 0,56 persen ke 66.485,00, indeks Shanghai naik 0,02 persen ke 3.867,88, indeks Hang Seng terangkat 1,16 persen ke 25.180,72, indeks Kospi melonjak 2,18 persen ke 6.945,54, serta indeks Shenzen menguat 0,18 persen ke 14.080,36.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua