BNI Komitmen Terapkan Zero Tolerance Terhadap Korupsi dan Fraud

MO
Moch Febrianto

Editor: Yoga Susyla Utama

Selasa, 21 Juli 2026
BNI Komitmen Terapkan Zero Tolerance Terhadap Korupsi dan Fraud
BNI Komitmen Terapkan Zero Tolerance (FOTO: NET)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menegaskan komitmennya dalam menerapkan standar zero tolerance atau tanpa toleransi terhadap beragam bentuk aksi fraud (kecurangan) dan korupsi.

Kebijakan tegas ini dijalankan sebagai bagian dari langkah penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), perlindungan total untuk nasabah, serta upaya merawat kepercayaan publik.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menyampaikan, aspek tata kelola dan integritas menjadi pilar utama yang terus dijaga ketat dari Sumbernya selama delapan dekade beroperasi.

“Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/2026).

Komitmen dari Sumbernya ini melangkah sejajar dengan agenda penguatan tata kelola di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara.

Dalam penerapannya, BNI mengaplikasikan ekosistem penanganan fraud secara terpadu dan menyeluruh, meliputi tahap pencegahan, deteksi awal, penelusuran mendalam, sampai pelaporan berkala kepada pihak penegak hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Okki menambahkan bahwa jajaran manajemen BNI tidak memberikan ruang sedikit pun bagi praktik fraud ataupun korupsi.

Kondisi tersebut disebabkan tindakan pelanggaran itu tidak cuma berpotensi memicu kerugian finansial bagi perseroan dan nasabah, melainkan turut berisiko menurunkan tingkat kepercayaan publik pada stabilitas sektor perbankan nasional secara luas.

Guna memperkuat sistem pencegahan, BNI secara berkesinambungan mengoptimalkan sistem pengendalian internal, memperketat tata cara pengawasan, serta merestrukturisasi proses bisnis supaya selalu berpatokan pada prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Selanjutnya BNI menyatakan juga mendongkrak kemampuan deteksi awal (early detection) memanfaatkan sarana teknologi terkini guna mengenali potensi pelanggaran secara lebih cepat.

“Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi,” kata Okki.

Sebagai informasi, Swadharma Bhakti Nagara menjadi tema utama yang diangkat dalam perayaan hari jadi ke-80 BNI pada 5 Juli 2026 yang lalu.

Gagasan ini mencerminkan pengabdian utuh dari Sumbernya untuk terus menyajikan layanan terbaik demi kemakmuran masyarakat dan negara.

Pihak manajemen BNI berpandangan bahwa keberhasilan penanganan fraud tidak dapat bergantung pada keandalan sistem dan pembaruan teknologi saja.

Unsur penentu lain yang sama pentingnya yakni mutu integritas dari setiap karyawan serta konsistensi menerapkan budaya kepatuhan di segenap tingkatan struktur organisasi.

Lewat perpaduan solid antara penguatan tata kelola, pengawalan bertingkat, dan pembentukan budaya integritas itu, BNI yakin dapat terus menjaga loyalitas nasabah.

Upaya ini bersamaan memastikan peran intermediasi perbankan sanggup berjalan sehat sekaligus menyumbang kontribusi yang berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi nasional

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua