Rupiah Berpotensi Melemah Terhadap Dolar AS Hari Ini 9 Juni 2026
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi fluktuatif dan cenderung ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa 9 Juni 2026. Mata uang Garuda diperkirakan berada dalam rentang Rp18.200 hingga Rp18.350 per dolar AS.
Sebelumnya, rupiah ditutup turun 0,75% ke level Rp18.170 per dolar AS pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026.
Pelemahan ini seiring dengan tren depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS akibat sentimen global.
Tekanan mata uang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, penguatan dolar AS, serta eskalasi konflik di Timur Tengah.
Selain itu, terdapat krisis kepercayaan pasar dan penurunan cadangan devisa yang menjadi sentimen negatif bagi domestik.
Lukman Leong menilai: "Rupiah melemah cukup besar di tengah sentimen risk-off global dan penguatan dolar AS. Dari domestik, sentimen yang berkembang masih berkaitan dengan krisis kepercayaan pasar serta menurunnya cadangan devisa," ujarnya.
Meski tertekan, Himpunan Kawasan Industri Indonesia memandang prospek investasi jangka panjang tetap terjaga. Faktor penentu daya saing meliputi:
Penyederhanaan regulasi
Percepatan perizinan
Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah
Kepastian tata ruang
Percepatan penyediaan energi
Peningkatan kualitas infrastruktur
Ma'ruf menambahkan: "Investor pada dasarnya mencari tiga hal, kepastian, kecepatan, dan kemudahan. Ketika ketiga hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, maka Indonesia akan tetap kompetitif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik," katanya.