Rabu, 08 April 2026

Kemenperin Tegaskan Peran Strategis Industri Pulp-Kertas dalam Pacu Manufaktur

Kemenperin Tegaskan Peran Strategis Industri Pulp-Kertas dalam Pacu Manufaktur
Kemenperin Tegaskan Peran Strategis Industri Pulp-Kertas dalam Pacu Manufaktur

JAKARTA - Industri pulp dan kertas terus menunjukkan peran strategis dalam mendorong kinerja sektor manufaktur. 

Data terbaru memperlihatkan sektor ini menyumbang 3,73 persen terhadap PDB pengolahan nonmigas. Hal ini menegaskan posisi industri pulp dan kertas sebagai salah satu penopang utama manufaktur nasional.

Pada periode yang sama, ekspor pulp mencapai 3,60 miliar dolar AS, sementara ekspor kertas sebesar 4,57 miliar dolar AS. Sektor ini juga menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung dan 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung. Jumlah ini menunjukkan dampak luas industri pulp dan kertas terhadap perekonomian.

Baca Juga

Mendag Inisiasi Revisi UU Perlindungan Konsumen Agar Lebih Komprehensif

Secara global, Indonesia menempati peringkat ketujuh untuk industri pulp dan keenam untuk industri kertas. Di kawasan Asia, posisi Indonesia menempati peringkat kedua untuk pulp dan keempat untuk kertas. Prestasi ini menunjukkan daya saing tinggi sektor pulp dan kertas nasional.

Produk Berkualitas dan Daya Ungkit Ekonomi

Industri pulp dan kertas menghasilkan beragam produk berkualitas, mulai dari pulp, kertas industri, tisu, kertas khusus, hingga rayon/viscose. Produk-produk ini dimanfaatkan luas oleh berbagai sektor industri di dalam negeri. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro menekankan pentingnya sektor ini sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Industri pulp dan kertas memiliki kemampuan untuk menciptakan efek berantai yang positif pada sektor manufaktur lain. Produk yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi signifikan pada ekspor. Hal ini mencerminkan peran strategis industri dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Ke depan, peluang pengembangan industri ini masih terbuka lebar. Tren global menunjukkan meningkatnya penggunaan kemasan berbasis kertas dan flexible packaging yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan. Peluang ini menjanjikan pertumbuhan yang lebih pesat dalam beberapa tahun mendatang.

Tren Global dan Inovasi Bahan Baku Alternatif

Paperboard saat ini menguasai sekitar 31,8 persen pasar kemasan global. Sementara itu, pasar flexible packaging telah melampaui 270 miliar dolar AS dengan proyeksi pertumbuhan 5–6 persen per tahun hingga 2032. Permintaan ini didorong oleh sektor makanan, minuman, dan e-commerce.

Industri juga mengembangkan sumber serat nonkonvensional, seperti pisang, sereh wangi, tandan kosong kelapa sawit, dan kenaf. Inovasi ini mendukung prinsip industri hijau dan ekonomi sirkular. Penggunaan bahan baku alternatif diharapkan meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Tren substitusi plastik ke kemasan berbahan kertas yang lebih ramah lingkungan terus meningkat. Hal ini memberikan peluang ekspansi pasar yang signifikan bagi industri pulp dan kertas nasional. Inovasi bahan baku menjadi salah satu strategi utama untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Tantangan dan Strategi Penguatan Industri

Meski menunjukkan perkembangan positif, industri pulp dan kertas menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan kertas daur ulang domestik yang terbatas dan regulasi impor bahan baku menjadi hambatan utama. Selain itu, dinamika regulasi global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta hambatan tarif resiprokal Amerika Serikat turut mempengaruhi industri.

Terlepas dari tantangan tersebut, industri tetap mengedepankan prinsip industri hijau dan ekonomi sirkular. Kemenperin mendorong strategi penguatan daya saing, termasuk konsolidasi kebijakan bahan baku dan perbaikan rantai pasok kertas daur ulang. Inovasi bahan baku alternatif serta penguatan ekosistem industri hijau menjadi fokus utama untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Insentif fiskal dan nonfiskal juga diberikan untuk memperkuat daya saing. Kebijakan wajib SNI untuk kertas dan karton kemasan pangan diterapkan guna meningkatkan mutu dan kepercayaan pasar. Komitmen keberlanjutan diperkuat melalui pengelolaan residu dan pembatasan impuritas kertas daur ulang.

Ekspansi Pasar dan Tren Positif Manufaktur Nasional

Dari sisi ekspansi pasar, partisipasi Indonesia sebagai Partner Country dalam ajang INNOPROM 2026 di Rusia menjadi peluang strategis. Hal ini membuka akses pasar ke kawasan Eurasia dan meningkatkan profil industri nasional. Pameran internasional memberikan kesempatan untuk menjalin kerjasama dan memperluas jaringan ekspor.

Kinerja manufaktur nasional juga menunjukkan tren positif, tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 yang berada pada level ekspansif 54,02. Hal ini menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap pertumbuhan dan stabilitas sektor manufaktur. Perkembangan ini mendukung keberlanjutan pertumbuhan industri pulp dan kertas dalam jangka panjang.

Peluang pasar global dan inovasi teknologi menjadi faktor penting dalam mendukung ekspansi industri. Kombinasi produk berkualitas, inovasi bahan baku, serta strategi penguatan daya saing menjadikan sektor pulp dan kertas sebagai pendorong utama manufaktur nasional. Dengan pendekatan berkelanjutan, industri ini siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan global.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Wamenekraf Nilai HoYo Fest 2026 Dapat Dorong Kreator Lokal Naik Kelas

Wamenekraf Nilai HoYo Fest 2026 Dapat Dorong Kreator Lokal Naik Kelas

Update Daftar Harga BBM Tetap Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia

Update Daftar Harga BBM Tetap Stabil di Seluruh Wilayah Indonesia

Harga Karet Menguat, Petani Diminta Tetap Jaga Kualitas Bokar Nasional

Harga Karet Menguat, Petani Diminta Tetap Jaga Kualitas Bokar Nasional

Harga TBS Sawit di Riau Naik, Pendapatan Petani Semakin Menguntungkan

Harga TBS Sawit di Riau Naik, Pendapatan Petani Semakin Menguntungkan

Tarif Listrik Bulan April 2026, Simak Cara Praktis Hemat Pengeluaran Bulanan

Tarif Listrik Bulan April 2026, Simak Cara Praktis Hemat Pengeluaran Bulanan