JAKARTA - Upaya percepatan pembangunan hunian bagi masyarakat terus menunjukkan perkembangan positif melalui keterlibatan Badan Pengelola BUMN.
Lembaga ini mulai menyiapkan sejumlah lahan strategis di berbagai kota besar sebagai bagian dari program nasional. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendukung realisasi program 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia.
Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria menyampaikan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan hunian vertikal yang memanfaatkan aset negara.
Baca JugaJadwal KRL Solo Jogja Terbaru bulan April 2026 Lengkap untuk Penumpang
Dalam hal ini ada lima kota yang sedang dalam pemetaan yang nantinya akan diserahkan kepada Menteri PKP Maruarar Sirait. Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan dalam mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau.
Selain fokus pada pembangunan, program ini juga menitikberatkan pada pemanfaatan aset negara secara optimal. Lahan yang sebelumnya belum digunakan secara maksimal kini diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas. Dengan pendekatan ini, pembangunan hunian dapat dilakukan secara lebih efisien dan terencana.
Lima Kota Prioritas dan Pengembangan Wilayah
Adapun lima kota yang menjadi prioritas awal adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, Dony menyebut pihaknya juga tengah memetakan pengembangan di Semarang serta kawasan penyangga Jakarta seperti Bogor, Tangerang, dan Banten. Pemilihan kota-kota tersebut didasarkan pada kebutuhan hunian yang tinggi.
Kota-kota besar dipilih karena memiliki tingkat urbanisasi yang terus meningkat. Permintaan hunian di wilayah tersebut cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain. Oleh karena itu, penyediaan hunian vertikal dianggap sebagai solusi yang tepat.
Pengembangan kawasan penyangga juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Wilayah seperti Bogor, Tangerang, dan Banten memiliki peran sebagai penopang kebutuhan hunian di sekitar Jakarta. Dengan pengembangan yang merata, tekanan kepadatan di ibu kota dapat dikurangi.
Proses Pemetaan dan Penyerahan Lahan
"Kita sedang mapping jumlahnya sesuai dengan permintaan dari Pak Menteri PKP. Itu di lima kota utama kita lakukan. Insyaallah mudah-mudahan Minggu depan itu sudah kita serahkan kepada Pak Menteri," ujarnya saat melakukan kunjungan ke Rusun Cinta Kasih Tzu Chi di Cengkareng. Pernyataan ini menegaskan bahwa proses pemetaan lahan sedang berjalan aktif.
Pemetaan lahan dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pembangunan dimulai. Setiap lahan yang dipilih harus memenuhi berbagai kriteria, termasuk aksesibilitas dan kelayakan lingkungan. Dengan perencanaan yang matang, proyek dapat berjalan lebih lancar.
Penyerahan lahan kepada Kementerian PKP menjadi langkah berikutnya dalam proses ini. Setelah lahan diserahkan, tahap pembangunan dapat segera dimulai. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program secara keseluruhan.
Model Hunian Terintegrasi Jadi Percontohan
Dony mengatakan bahwa kunjungan ke rumah susun yang dikelola oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang lahannya milik Perumnas ini merupakan percontohan pembangunan rumah susun berbasis kolaborasi antara negara dan swasta. Model ini dinilai mampu menghadirkan hunian yang tidak hanya layak, tetapi juga lengkap dengan fasilitas pendukung.
"Tadi kita lihat di sini tidak hanya perumahan, tapi ada sekolah, ada rumah sakit, ada rumah ibadah, kemudian juga ada tempat usaha. Sehingga ini dan juga yang paling penting adalah ada fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk seluruh warga," katanya. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya konsep hunian yang terintegrasi.
"Inilah contoh model yang akan kita aplikasikan nantinya ke depan untuk pengembangan dan pembangunan hunian-hunian dalam rangka memenuhi program pemerintah untuk 3 juta rumah bagi masyarakat Indonesia," sambungnya. Konsep ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai kota yang telah dipetakan.
Apresiasi dan Harapan Pengembangan Ke Depan
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi terhadap Rusun Cinta Kasih Tzu Chi yang dinilai sebagai percontohan ideal dalam pembangunan rumah susun berbasis ekosistem yang lengkap. Ia menilai bahwa pendekatan ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.
"Saya mengapresiasi Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini sebagai percontohan yang ideal. Di sini tidak hanya ada hunian, tetapi juga ekosistem yang lengkap mulai dari fasilitas pendidikan dari TK hingga SMA/SMK, rumah sakit, taman bermain, hingga pujasera UMKM warga. Ini yang kita butuhkan, hunian yang terintegrasi dengan kehidupan dan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya konsep hunian yang menyatu dengan kehidupan sosial dan ekonomi.
Sebagai informasi, Rusun Cinta Kasih Tzu Chi ini dibangun pada tahun 2022 di atas tanah milik Perumnas seluas 5 hektare dengan total 1.100 unit hunian. Masyarakat yang tinggal di rusun tersebut hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 350 per bulannya. Dengan biaya yang sangat terjangkau, hunian ini menjadi contoh nyata solusi perumahan bagi masyarakat.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Literasi Finansial Jadi Kunci Stabilitas Keuangan dan Keharmonisan Keluarga Modern
- Senin, 06 April 2026
Berita Lainnya
Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Xpress Pada Bulan April 2026 untuk Semua Rute
- Senin, 06 April 2026
Jadwal Kapal Pelni Nabire Surabaya April 2026 Terbaru untuk Para Penumpang
- Senin, 06 April 2026
Update Jadwal Kapal Feri Bira-Sulawesi Tenggara April 2026, Simak Detailnya
- Senin, 06 April 2026
Jasamarga Catat Lonjakan Kendaraan Saat Libur Paskah 2026 di Tol MKTT
- Senin, 06 April 2026












