Sabtu, 04 April 2026

Pengawasan Paylater Diperketat Demi Menjaga Kesehatan Keuangan Masyarakat Indonesia

Pengawasan Paylater Diperketat Demi Menjaga Kesehatan Keuangan Masyarakat Indonesia
Pengawasan Paylater Diperketat Demi Menjaga Kesehatan Keuangan Masyarakat Indonesia

JAKARTA - Kemudahan akses pembiayaan digital mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat secara signifikan. 

Salah satu layanan yang semakin populer adalah buy now pay later atau paylater. Di balik kemudahan tersebut, muncul kekhawatiran terkait peningkatan utang masyarakat.

Otoritas Jasa Keuangan melihat adanya potensi risiko yang perlu diantisipasi. Layanan paylater memang memberikan fleksibilitas dalam bertransaksi. Namun penggunaan yang tidak terkendali dapat memicu masalah keuangan.

Baca Juga

Harga Emas Perhiasan Naik Tipis Beri Sinyal Positif bagi Pasar Logam Mulia

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai tren penggunaan paylater saat ini mulai menunjukkan gejala yang perlu diwaspadai. Risiko over-indebtedness menjadi perhatian utama regulator.

"Kalau kita melihat data yang ada, itu banyak menimbulkan over-indebtness atau bahasa kerennya tuh kebanyakan utang gitu ya," ujar Kiki. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi keuangan masyarakat. Fenomena ini semakin banyak ditemukan di berbagai kalangan.

Data Pertumbuhan dan Risiko Pembiayaan

Data menunjukkan bahwa penggunaan paylater mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan meningkat secara signifikan secara tahunan. Nilainya mencapai Rp 12,18 triliun pada awal 2026.

Selain itu, rasio pembiayaan bermasalah juga mengalami kenaikan. Angka non performing financing gross meningkat dari 2,73 persen menjadi 2,77 persen. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan risiko kredit.

Di sektor perbankan, baki debet kredit paylater juga tumbuh pesat. Nilainya mencapai Rp 27,1 triliun dengan pertumbuhan 20,15 persen secara tahunan. Jumlah rekening pengguna juga meningkat menjadi 31,23 juta.

Perhatian Global dan Dampak pada Generasi Muda

Fenomena paylater tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri. Isu ini juga dibahas dalam berbagai forum internasional. Produk ini dinilai memiliki dampak yang cukup luas terhadap perilaku keuangan masyarakat.

Menurut Kiki, peningkatan utang konsumen banyak terjadi pada kalangan anak muda. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat berdampak jangka panjang. Kebiasaan konsumtif sejak dini berpotensi menimbulkan masalah keuangan.

"Nah itu bagaimana kita sebagai regulator mencermati ini, supaya ini tidak menjadi menggelembung sedemikian besar. Ini tentu dampaknya sangat banyak, baik itu dalam sektor jasa keuangan itu sendiri juga kepada masyarakat konsumen," ucapnya.

"Jangan sampai anak-anak muda ini dari muda sudah membeli hal-hal yang enggak penting, enggak produktif ya, kemudian kebanyakan utang dan seterusnya," sambungnya. Pernyataan ini menekankan pentingnya edukasi keuangan. Penggunaan paylater harus disertai kesadaran dan tanggung jawab.

Langkah Pengawasan dan Regulasi OJK

Untuk mengatasi risiko tersebut, OJK memperketat pengawasan terhadap layanan BNPL. Pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh. Pengawasan mencakup perusahaan pembiayaan maupun perbankan.

OJK juga tengah menyusun regulasi baru untuk memperkuat pengawasan. Rancangan aturan ini mengatur berbagai aspek penting dalam layanan paylater. Tujuannya adalah memastikan penggunaan yang sehat dan bertanggung jawab.

Aturan tersebut mencakup batasan usia dan pendapatan calon debitor. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai rasio leverage dan pembatasan jumlah penyelenggara. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko utang berlebih.

"Jadi ini kita melihatnya secara holistik, berbagai manfaat dan juga potensi risikonya. Tapi kita terus pantau supaya BNPL ini sesuai tujuannya mempermudah kehidupan masyarakat dan juga membantu ketika keadaan terdesak dan lainnya. Tetapi tidak menimbulkan ekses negatif di masyarakat kita, terutama untuk generasi muda supaya mereka tidak over-indebtness lagi," tuturnya.

Pandangan Pengamat dan Harapan ke Depan

Langkah OJK dalam memperketat pengawasan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pengamat perbankan menilai kebijakan ini sebagai langkah yang tepat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.

Trioksa Siahaan menilai pengawasan tambahan diperlukan seiring pertumbuhan portofolio paylater. Risiko kredit macet perlu diantisipasi sejak dini. Kemampuan bayar masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Ia menegaskan bahwa kemudahan akses pembiayaan dapat meningkatkan rasio utang. Oleh karena itu, perlu keseimbangan antara kemudahan dan tanggung jawab. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama.

"OJK tentu mulai memperhatikan risiko ketidakmampuan membayar nasabah bila rasio BNPL masyarakat yang semakin besar sehingga perlu mendapat perhatian tersendiri dan menurut saya itu langkah tepat dalam rangka memitigasi risiko," kata Trioksa. Pernyataan ini memperkuat urgensi pengawasan.

Ke depan, diharapkan penggunaan paylater dapat lebih bijak. Regulasi yang kuat akan membantu menciptakan ekosistem keuangan yang sehat. Dengan demikian, manfaat layanan ini tetap dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko berlebihan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BI Cirebon Catat Lonjakan Penggunaan QRIS Dorong Ekonomi Digital di Ciayumajakuning

BI Cirebon Catat Lonjakan Penggunaan QRIS Dorong Ekonomi Digital di Ciayumajakuning

Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2025 Secara Konsisten

Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2025 Secara Konsisten

Harga Perak Naik Jadi Faktor Pendorong Optimisme Pasar Global Saat Ini

Harga Perak Naik Jadi Faktor Pendorong Optimisme Pasar Global Saat Ini

Tips dan Strategi Lolos KPR Subsidi Serta Pahami Aturannya Secara Lengkap

Tips dan Strategi Lolos KPR Subsidi Serta Pahami Aturannya Secara Lengkap

Cara Cerdas Atur Keuangan Agar Produktivitas Hidup Tetap Terjaga dan Stabil

Cara Cerdas Atur Keuangan Agar Produktivitas Hidup Tetap Terjaga dan Stabil