Sabtu, 04 April 2026

BI Cirebon Catat Lonjakan Penggunaan QRIS Dorong Ekonomi Digital di Ciayumajakuning

BI Cirebon Catat Lonjakan Penggunaan QRIS Dorong Ekonomi Digital di Ciayumajakuning
BI Cirebon Catat Lonjakan Penggunaan QRIS Dorong Ekonomi Digital di Ciayumajakuning

JAKARTA - Transformasi digital dalam sistem pembayaran terus menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai daerah. 

Perubahan ini turut mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan teknologi modern. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya penggunaan QRIS di kalangan merchant.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jawa Barat, mencatat jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan mencapai 914,07 ribu pengguna per Februari 2026. 

Baca Juga

Harga Emas Perhiasan Naik Tipis Beri Sinyal Positif bagi Pasar Logam Mulia

Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam waktu relatif singkat. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital.

“Penambahan merchant QRIS selama Januari dan Februari 2026 tercatat sebanyak 37,67 ribu merchant di Ciayumajakuning,” kata Deputi Kepala KPw BI Cirebon Himawan Putranto di Cirebon. Pernyataan ini menunjukkan adanya tren positif dalam penggunaan QRIS. Pertumbuhan tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem pembayaran digital.

Dominasi Usaha Kecil dalam Transaksi QRIS

Menurut dia, peningkatan tersebut mencerminkan akselerasi adopsi sistem pembayaran digital oleh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya terjadi di sektor besar. Pelaku usaha kecil juga mulai aktif memanfaatkan teknologi ini.

Dari sisi jenis usaha, volume transaksi QRIS pada dua bulan pertama pada tahun ini didominasi oleh Usaha Kecil dengan pangsa sebesar 49,28 persen. Dominasi ini menunjukkan peran penting usaha kecil dalam mendorong ekonomi digital. Dengan penggunaan QRIS, transaksi menjadi lebih praktis dan efisien.

“Volume transaksi QRIS untuk kategori Usaha Menengah mencapai 19,77 persen dan Usaha Mikro sekitar 19,34 persen,” katanya. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari berbagai skala usaha. Hal tersebut mencerminkan pemerataan penggunaan QRIS di berbagai sektor.

Selain kategori tersebut, pihaknya mendata pula kontribusi dari sektor Usaha Besar tercatat sebesar 10,58 persen terhadap total volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning. Kehadiran usaha besar tetap memberikan kontribusi penting. Hal ini menunjukkan keterlibatan seluruh lapisan usaha dalam sistem digital.

Sementara itu, ia menyebutkan sektor BLU atau PSO menyumbang sebesar 0,38 persen dan kategori lainnya sebesar 0,65 persen untuk volume transaksi QRIS di wilayah tersebut. Meski porsinya kecil, sektor ini tetap berkontribusi. Keberagaman sektor memperkuat ekosistem digital.

Volume dan Nilai Transaksi yang Terus Bertumbuh

Himawan mengemukakan secara akumulatif, volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 41,88 juta transaksi. Jumlah ini menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi berbasis digital. Pertumbuhan ini menjadi tanda perubahan pola transaksi masyarakat.

“Adapun nominal transaksi QRIS di Ciayumajakuning pada periode tersebut mencapai Rp3,58 triliun,” ujarnya. Nilai transaksi yang besar mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan potensi besar ekonomi digital di daerah tersebut.

Sebaran Wilayah Transaksi QRIS

Ia merinci secara spasial, Kota Cirebon menjadi wilayah dengan volume transaksi QRIS tertinggi dengan proporsi mencapai 54,14 persen dari total transaksi se-Ciayumajakuning. Dominasi ini menunjukkan peran penting kota tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi. Tingginya transaksi menunjukkan tingkat adopsi digital yang lebih maju.

Selanjutnya, kata Himawan, Kabupaten Indramayu menyumbang 19,52 persen, diikuti Majalengka 9,79 persen, Kuningan 9,44 persen, serta Kabupaten Cirebon sebesar 7,11 persen. Sebaran ini menunjukkan distribusi penggunaan QRIS yang cukup merata. Setiap daerah memiliki kontribusi sesuai dengan aktivitas ekonominya.

Edukasi dan Perluasan Penggunaan QRIS

Ia menambahkan, BI Cirebon terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha guna meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan QRIS secara optimal. Edukasi menjadi kunci dalam memperluas penggunaan teknologi digital. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan QRIS secara maksimal.

“Edukasi dan sosialisasi akan terus kami lakukan agar penggunaan QRIS semakin luas, di Ciayumajakuning” katanya. Pernyataan ini menegaskan komitmen dalam pengembangan ekosistem digital. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan.

Secara keseluruhan, peningkatan penggunaan QRIS di wilayah Ciayumajakuning menunjukkan perkembangan ekonomi digital yang semakin kuat. Kolaborasi antara pelaku usaha dan lembaga keuangan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ini. Dengan dukungan berkelanjutan, QRIS diharapkan terus menjadi solusi pembayaran modern yang efisien dan inklusif.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pengawasan Paylater Diperketat Demi Menjaga Kesehatan Keuangan Masyarakat Indonesia

Pengawasan Paylater Diperketat Demi Menjaga Kesehatan Keuangan Masyarakat Indonesia

Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2025 Secara Konsisten

Kinerja Investasi Asuransi Jiwa Tumbuh Positif Sepanjang Tahun 2025 Secara Konsisten

Harga Perak Naik Jadi Faktor Pendorong Optimisme Pasar Global Saat Ini

Harga Perak Naik Jadi Faktor Pendorong Optimisme Pasar Global Saat Ini

Tips dan Strategi Lolos KPR Subsidi Serta Pahami Aturannya Secara Lengkap

Tips dan Strategi Lolos KPR Subsidi Serta Pahami Aturannya Secara Lengkap

Cara Cerdas Atur Keuangan Agar Produktivitas Hidup Tetap Terjaga dan Stabil

Cara Cerdas Atur Keuangan Agar Produktivitas Hidup Tetap Terjaga dan Stabil