Rabu, 01 April 2026

Wahana Interfood Nusantara Tunjukkan Tren Kinerja Membaik Secara Signifikan

Wahana Interfood Nusantara Tunjukkan Tren Kinerja Membaik Secara Signifikan
Wahana Interfood Nusantara Tunjukkan Tren Kinerja Membaik Secara Signifikan

JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara Tbk atau COCO menunjukkan perbaikan kinerja sepanjang 2025. 

Kuartal IV menjadi titik balik dengan lonjakan penjualan mencapai Rp53,5 miliar. Akselerasi ini naik 40% dibanding kuartal sebelumnya, menandai hasil strategi transformasi yang mulai terlihat nyata.

Penguatan strategi komersial dan ekspansi pasar menjadi faktor utama. Langkah right issue di akhir tahun turut mendongkrak modal untuk mendukung pertumbuhan. Hasil ini menjadi indikasi awal bahwa transformasi bisnis memberikan dampak positif bagi operasional perseroan.

Baca Juga

TOWR Catat Pertumbuhan Laba Bersih Dua Digit Sepanjang 2025

Meskipun begitu, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp250,86 miliar pada 2025. Rugi ini dipengaruhi beban non-operasional bersifat satu kali. Direktur Utama menegaskan kuartal IV menjadi fondasi pertumbuhan lebih agresif ke depan.

Perbaikan Fundamental di Neraca Keuangan

Posisi ekuitas COCO berbalik positif menjadi Rp112 miliar di kuartal IV-2025. Sebelumnya, ekuitas sempat negatif Rp4 miliar pada kuartal III. Hal ini menunjukkan struktur permodalan yang lebih sehat pasca restrukturisasi dan penguatan modal.

Investasi belanja modal sekitar Rp27 miliar dalam dua tahun terakhir meningkatkan kapasitas dan produktivitas. Kapasitas produksi naik 3.000 ton menjadi 12.000 ton per tahun. Peningkatan ini akan menopang target pertumbuhan mulai 2026 secara lebih optimal.

Fundamental yang lebih kuat juga memberikan fleksibilitas finansial. Perseroan siap menghadapi fluktuasi pasar dan momen musiman seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru. Stabilitas ini menjadi modal penting untuk ekspansi lebih luas.

Strategi Pertumbuhan Pendapatan 2026

Win&Co Group menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 50% pada 2026. Fokus utama akan ada pada segmen B2B dan penguatan distribusi di seluruh wilayah. Perusahaan juga mendorong penjualan melalui kerja sama dengan industri bakery dan kue dalam negeri.

Selain pertumbuhan organik, ekspansi anorganik menjadi opsi strategis. Akuisisi di sektor makanan non-cokelat dan FMCG diincar untuk memperluas portofolio. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi COCO dalam industri makanan dan minuman secara berkelanjutan.

Pendekatan kombinasi internal dan eksternal ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan. Dengan strategi yang terpadu, perseroan optimistis membalikkan kinerja laba. Momentum yang sudah terbentuk menjadi dasar untuk pencapaian target agresif pada tahun mendatang.

Kapasitas Produksi dan Efisiensi Operasional

Transformasi internal juga meningkatkan efisiensi operasional. Kapasitas produksi yang lebih besar memungkinkan pemenuhan pesanan lebih cepat. Hal ini penting untuk menjaga kepuasan pelanggan dan mendukung ekspansi distribusi.

Investasi pada infrastruktur produksi membantu menurunkan biaya operasional. Peningkatan kapasitas dan efisiensi ini menciptakan peluang margin lebih baik. Efek jangka panjangnya mendukung pertumbuhan laba berkelanjutan bagi perusahaan.

Penguatan operasional ini selaras dengan strategi ekspansi pasar. Ketahanan produksi dan distribusi membuat COCO lebih siap menghadapi permintaan tinggi. Dengan begitu, perusahaan memiliki pondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

Tantangan dan Optimisme Manajemen

Meskipun pendapatan meningkat, manajemen menyadari tantangan masih ada. Beban non-operasional dan fluktuasi pasar tetap harus diantisipasi. Direktur Utama menegaskan fokus pada strategi jangka panjang tetap menjadi prioritas.

Perusahaan tetap optimistis mengelola risiko melalui perencanaan matang. Transformasi internal dan potensi sinergi dari akuisisi diharapkan memperkuat posisi COCO. Manajemen menilai momentum akhir 2025 menjadi dasar optimisme untuk 2026.

Dengan fondasi yang lebih kuat, COCO berkomitmen mendongkrak kinerja laba. Pertumbuhan agresif akan didukung kombinasi strategi organik dan anorganik. Langkah ini diharapkan menjadikan COCO salah satu pemain kunci di industri makanan dan minuman nasional.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

KAI Layani Hampir 5 Juta Perjalanan Masyarakat Indonesia Secara Lancar

KAI Layani Hampir 5 Juta Perjalanan Masyarakat Indonesia Secara Lancar

Damri Pangkalpinang Optimalkan Layanan Hingga 1.000 Penumpang Saat Lebaran 2026

Damri Pangkalpinang Optimalkan Layanan Hingga 1.000 Penumpang Saat Lebaran 2026

Jadwal Kapal Pelni KM Kelud April 2026 Rute Jakarta Batam Belawan Terbaru

Jadwal Kapal Pelni KM Kelud April 2026 Rute Jakarta Batam Belawan Terbaru

Jadwal KRL Solo–Jogja Semakin Nyaman untuk Perjalanan Harian Para Penumpang

Jadwal KRL Solo–Jogja Semakin Nyaman untuk Perjalanan Harian Para Penumpang

Garuda Indonesia Group Berhasil Layani Jutaan Penumpang Lebaran dengan Aman

Garuda Indonesia Group Berhasil Layani Jutaan Penumpang Lebaran dengan Aman