JAKARTA - Ketika demam menyerang, banyak orang spontan mencari minuman dingin.
Hal ini bertujuan untuk meredakan sensasi panas pada tubuh. Padahal, menjaga asupan cairan tetap menjadi hal paling krusial saat tubuh sedang melawan infeksi.
Tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Suhu minuman ternyata juga berpengaruh terhadap kenyamanan tubuh selama pemulihan. Mengonsumsi cairan cukup membantu tubuh tetap stabil saat melawan infeksi.
Baca JugaKenali Penyebab Jantung Berdebar Mendadak dan Langkah Pencegahannya Sekarang
Demam adalah mekanisme alami tubuh melawan kuman. Peningkatan suhu tubuh mempercepat keluarnya cairan. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan cairan menjadi fondasi utama pemulihan, terlepas dari dingin atau hangatnya minuman.
Efek Minum Air Es Saat Tubuh Panas
Air dingin memberikan sensasi sejuk sesaat, terutama ketika tubuh terasa sangat panas. Namun, efeknya tidak signifikan menurunkan suhu inti tubuh. Sistem pengatur suhu tubuh akan segera menyesuaikan kondisi internal, sehingga panas tetap bertahan.
Bahkan pada beberapa orang, air terlalu dingin dapat memicu menggigil. Kondisi ini membuat tubuh menghasilkan panas tambahan. Akibatnya, rasa tidak nyaman justru meningkat alih-alih menurun.
Minum air es terlalu cepat juga dapat menimbulkan keluhan. Beberapa gejala yang muncul antara lain mual, iritasi tenggorokan, dan vasokonstriksi. Selain itu, energi tubuh bisa dialihkan untuk menyesuaikan suhu internal, bukan pemulihan.
Kapan Minuman Dingin Bisa Dipertimbangkan
Dalam beberapa kondisi, air dingin tetap bisa bermanfaat. Misalnya, saat nyeri tenggorokan, minuman dingin memberikan efek kebas sementara. Sensasi ini membantu meredakan rasa sakit secara sesaat.
Namun, efek ini tidak mempercepat penyembuhan. Fungsinya lebih pada mengurangi gejala sementara. Untuk keluhan hidung tersumbat atau lendir kental, minuman hangat jauh lebih dianjurkan.
Minuman hangat dapat membantu mengencerkan lendir dan meredakan iritasi saluran napas. Pilihan ini membuat tubuh lebih nyaman. Dengan cara ini, cairan tetap masuk tanpa menimbulkan reaksi refleks yang tidak diinginkan.
Jenis Minuman yang Dianjurkan Saat Demam
Beberapa jenis minuman lebih cocok dikonsumsi ketika demam. Air putih suhu ruang menjadi pilihan utama. Minuman ini mudah diterima tubuh dan efektif mencegah dehidrasi.
Selain itu, air hangat dan teh herbal juga dianjurkan. Minuman elektrolit bisa dipertimbangkan terutama jika kehilangan cairan berat. Kombinasi ini menjaga tubuh tetap terhidrasi tanpa menimbulkan efek samping.
Minuman dengan suhu ini tidak memicu reaksi refleks tubuh seperti air es. Tubuh tetap bisa fokus memulihkan diri. Kenyamanan saat minum menjadi kunci untuk mendukung pemulihan optimal.
Fokus Utama pada Kecukupan Cairan
Minum air es saat demam pada dasarnya tidak berbahaya. Selama tubuh masih bisa menerima suhu dingin, efeknya tetap aman. Namun, air es bukan pilihan paling ideal untuk mendukung pemulihan.
Fokus utama tetap pada kecukupan cairan, bukan suhu minuman. Air bersuhu ruang atau hangat lebih dianjurkan untuk kenyamanan dan pemulihan optimal. Pilihan ini lebih cocok terutama jika demam disertai mual, sakit tenggorokan, atau gangguan pencernaan.
Dengan memahami prinsip ini, minuman yang dikonsumsi saat demam bisa memberikan manfaat maksimal. Cairan tetap masuk, tubuh lebih nyaman, dan proses pemulihan berjalan optimal. Penyesuaian suhu minuman dan jenis cairan membuat pengalaman pemulihan lebih efektif dan aman.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Panduan Waktu Terbaik Makan Yogurt untuk Mendapatkan Manfaat Maksimal Bagi Tubuh
- Rabu, 01 April 2026
Berita Lainnya
Rahasia Capcay Kuah Udang Jamur Bernutrisi Lezat dan Praktis Untuk Keluarga
- Rabu, 01 April 2026
Bakmi Bangka Lezat di Tangerang, Sajian Mantap Untuk Waktu Makan Siang
- Rabu, 01 April 2026








