Senin, 30 Maret 2026

Kapal Ferry Maksimalkan Transportasi Pemudik Motor di Arus Balik Lebaran Tahun Ini

Kapal Ferry Maksimalkan Transportasi Pemudik Motor di Arus Balik Lebaran Tahun Ini
Kapal Ferry Maksimalkan Transportasi Pemudik Motor di Arus Balik Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Beberapa kapal ferry disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Ketapang. Tingginya jumlah pemudik motor menjadi perhatian utama pihak pengelola pelabuhan. Upaya maksimal dilakukan agar arus kendaraan tetap lancar dan aman.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, menyatakan bahwa prioritas utama adalah menyeberangkan sepeda motor. Menurutnya, langkah ini dilakukan agar antrean tidak menumpuk di area parkir maupun jalur dermaga pelabuhan. Sistem ini juga diharapkan membuat kendaraan penumpang cepat menyeberang ke Pulau Bali.

Data menunjukkan dalam 12 jam pertama pada puncak arus balik, ribuan sepeda motor telah menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk. Selain sepeda motor, kendaraan pribadi dan bus juga terus bergerak sesuai skema prioritas. Strategi ini menjadi kunci untuk mengurai kepadatan di pintu masuk pelabuhan.

Baca Juga

KAI Catat Sebanyak 202.279 Penumpang Gunakan Kereta Api

Prioritas dan Strategi Pemuatan Kendaraan

Pihak pengelola pelabuhan membagi prioritas pemudik dengan jelas. Sepeda motor menjadi prioritas pertama, bus penumpang kedua, dan kendaraan roda empat ketiga. Skema ini bertujuan mempercepat proses masuk pelabuhan dan meminimalkan antrean panjang.

Yossi menegaskan bahwa strategi ini memungkinkan pengelolaan parkir dan jalur dermaga lebih efisien. Antrean kendaraan logistik, khususnya truk, tetap diatur menggunakan sistem penundaan di buffer zone. Dengan demikian, kendaraan penumpang mendapatkan layanan lebih cepat tanpa terganggu oleh truk yang menunggu antrean.

Proses ini juga melibatkan koordinasi penuh antarpetugas pelabuhan. Pemudik sepeda motor dapat masuk ke kapal ferry lebih cepat, sementara truk diarahkan untuk menunggu di area khusus. Sistem ini diharapkan meningkatkan keselamatan sekaligus kenyamanan bagi semua pemudik.

Percepatan dan Penataan Antrean

Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang mulai terurai berkat sistem prioritas yang diterapkan. Pada awalnya, antrean kendaraan bisa mencapai empat kilometer, namun kini berkurang menjadi sekitar dua kilometer. Upaya ini menjadi bukti efektivitas skema prioritas yang diterapkan.

Yossi menyebutkan bahwa kendaraan truk tetap harus bersabar sementara sepeda motor dan mobil pribadi diprioritaskan. Pihak pelabuhan telah menyediakan buffer zone bagi truk agar bisa singgah sementara. Dengan begitu, pemuatan kendaraan truk dilakukan secara simultan setelah kendaraan penumpang terselesaikan.

Selain itu, sistem TBB (tiba-bongkar-berangkat) diterapkan untuk sebagian kapal ferry. Skema ini bertujuan mempercepat pergerakan kendaraan roda empat dan sepeda motor. Hasilnya, antrean lebih tertata dan kendaraan dapat menyeberang ke Gilimanuk dengan lancar.

Operasional Kapal Ferry di Puncak Arus Balik

PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 32 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk pada puncak arus balik H+7 Lebaran. Dari jumlah tersebut, 18 kapal diberlakukan skema TBB untuk mempercepat bongkar muat. Pola operasional ini diterapkan di Dermaga MB-IV, LCM, dan Dermaga Bulusan sesuai kapasitas masing-masing.

Pengelolaan armada kapal ferry dilakukan dengan memperhatikan prioritas pemudik. Sepeda motor dan bus penumpang menjadi fokus utama, diikuti kendaraan pribadi dan truk logistik. Strategi ini dinilai berhasil mengurangi kepadatan di dermaga serta meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

Pemantauan di lapangan menunjukkan ribuan pemudik terus berdatangan hingga sore hari. Mobil pribadi, bus, dan sepeda motor bergerak bergiliran masuk ke kapal ferry. Pihak pelabuhan memastikan tidak ada hambatan berarti dalam proses penyeberangan.

Kepuasan Pemudik dan Evaluasi Sistem

Pemudik merasa senang dengan kelancaran pelayanan kapal ferry yang diterapkan. Mereka menilai waktu tunggu berkurang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sistem prioritas dan TBB terbukti efektif dalam mengelola arus balik Lebaran.

Yossi menegaskan bahwa keberhasilan ini berkat koordinasi yang matang antarpetugas pelabuhan. Buffer zone, skema prioritas, dan TBB menjadi kombinasi strategi yang tepat. Semua pihak terus memantau situasi agar pelayanan tetap optimal hingga arus balik selesai.

Dengan skema ini, pemudik dapat menyeberang ke Pulau Bali dengan aman dan nyaman. Kapal ferry yang beroperasi secara maksimal menjadi solusi utama menghadapi lonjakan kendaraan. Evaluasi berkelanjutan tetap dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan keselamatan bagi semua pemudik.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Panduan Mudah Lakukan Skrining Kesehatan Gratis BPJS Secara Mandiri di Rumah

Panduan Mudah Lakukan Skrining Kesehatan Gratis BPJS Secara Mandiri di Rumah

Bus Sinar Jaya Tingkatkan Konektivitas dan Kenyamanan Wisatawan ke Pantai Selatan

Bus Sinar Jaya Tingkatkan Konektivitas dan Kenyamanan Wisatawan ke Pantai Selatan

Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang, Solusi Perjalanan Laut Nyaman dan Terjadwal

Jadwal Kapal Pelni KM Sangiang, Solusi Perjalanan Laut Nyaman dan Terjadwal

Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 2026 Mudahkan Perjalanan Harian Para Penumpang

Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 2026 Mudahkan Perjalanan Harian Para Penumpang

Jadwal KRL Jogja-Solo Mempermudah Perjalanan Akhir Pekan Bagi Para Penumpang

Jadwal KRL Jogja-Solo Mempermudah Perjalanan Akhir Pekan Bagi Para Penumpang