Update Harga Sembako Jatim Hari Ini, Daging Turun Sementara Bawang dan Cabai Naik
- Jumat, 27 Februari 2026
JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur mengalami fluktuasi yang dinamis, di mana beberapa komoditas turun sementara lainnya naik.
Daging sapi, ayam, dan telur ayam kampung menunjukkan penurunan harga, sedangkan gas elpiji, bawang, dan cabai mengalami kenaikan. Perubahan ini menjadi perhatian masyarakat untuk menyesuaikan belanja harian dan menjaga pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
Pemantauan harga sembako setiap hari sangat penting agar masyarakat dapat mengatur keuangan keluarga secara efisien. Fluktuasi harga yang terjadi menuntut kesadaran konsumen untuk memilih waktu membeli yang tepat. Informasi harga juga berguna bagi pedagang dalam menyiapkan stok dan strategi penjualan.
Baca Juga
Harga rata-rata sembako di Jawa Timur menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil, meski ada kenaikan pada beberapa bahan pokok. Beras, gula, minyak goreng, dan susu tidak mengalami perubahan signifikan. Hal ini membantu masyarakat merencanakan konsumsi rumah tangga dengan lebih pasti.
Daftar Harga Sembako Terbaru
Beras premium dijual dengan harga Rp 14.922 per kilogram, sedangkan beras medium dibanderol Rp 12.983 per kilogram. Gula kristal putih dijual Rp 16.799 per kilogram, minyak goreng curah Rp 18.733 per kilogram, dan minyak goreng kemasan premium Rp 20.656 per liter.
Daging sapi paha belakang turun menjadi Rp 120.270 per kilogram, daging ayam ras Rp 38.281 per kilogram, dan daging ayam kampung Rp 69.923 per kilogram. Telur ayam ras dipatok Rp 29.898 per kilogram, sementara telur ayam kampung turun menjadi Rp 45.224 per kilogram.
Bawang merah naik menjadi Rp 37.574 per kilogram, bawang putih Rp 31.954 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp 33.881 per kilogram. Cabai merah besar dipatok Rp 31.452 per kilogram, cabai rawit merah Rp 87.025 per kilogram, dan gas elpiji 3 kg naik menjadi Rp 20.009 per tabung.
Perubahan Persentase Harga Komoditas
Berdasarkan data harga rata-rata, daging sapi paha belakang turun Rp 328 atau 0,27 persen. Daging ayam ras turun Rp 400 atau 1,04 persen, sedangkan daging ayam kampung turun Rp 225 atau 0,32 persen. Telur ayam kampung turun Rp 1.190 atau 2,56 persen dari harga sebelumnya.
Gas elpiji 3 kg mengalami kenaikan Rp 270 atau 1,37 persen. Bawang merah naik Rp 542 atau 1,46 persen, bawang putih naik Rp 461 atau 1,47 persen, dan cabai keriting naik Rp 1.119 atau 3,42 persen. Cabai besar naik Rp 732 atau 2,38 persen, cabai rawit merah naik Rp 1.279 atau 1,49 persen, sementara telur ayam ras naik Rp 103 atau 0,34 persen.
Perubahan harga ini menunjukkan pasar yang masih dinamis. Konsumen perlu memantau pergerakan harga agar bisa menentukan waktu terbaik untuk membeli. Pedagang juga dapat menyesuaikan strategi penjualan sesuai tren harga terbaru.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Sembako
Harga sembako dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk biaya produksi, kebijakan pemerintah, dan kondisi cuaca. Jika permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, apabila pasokan melebihi permintaan, harga bisa turun.
Cuaca ekstrem atau bencana alam dapat memengaruhi produksi pertanian dan mengurangi ketersediaan bahan pokok. Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah juga berpengaruh terhadap harga. Kenaikan biaya produksi seperti bahan baku, pupuk, atau upah pekerja turut berdampak pada fluktuasi harga.
Nilai tukar mata uang yang melemah akan meningkatkan harga barang impor, sementara inflasi tinggi menyebabkan biaya barang dan jasa naik. Masalah rantai distribusi, seperti kemacetan atau gangguan logistik, dapat menunda pengiriman dan mengurangi pasokan. Berbagai faktor ini menunjukkan harga sembako memerlukan pengawasan ketat dan kebijakan yang tepat.
Tips Masyarakat Mengelola Belanja Harian
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau harga sembako setiap hari agar pengeluaran rumah tangga tetap terkontrol. Memilih waktu membeli saat harga relatif stabil dapat mengurangi beban biaya. Selain itu, memanfaatkan pasar tradisional maupun modern untuk membandingkan harga juga menjadi strategi efektif.
Mengatur stok bahan pokok di rumah secara tepat akan membantu menghindari pembelian mendadak saat harga naik. Konsumen juga bisa memprioritaskan kebutuhan pokok yang sering digunakan. Dengan perencanaan belanja yang baik, masyarakat bisa menghadapi fluktuasi harga sembako tanpa mengganggu keseimbangan keuangan keluarga.
Ketersediaan informasi harga dan pemahaman faktor yang memengaruhi perubahan harga akan meningkatkan kesiapan masyarakat. Pedagang dan konsumen sama-sama mendapat manfaat dari transparansi informasi pasar. Hal ini mendukung stabilitas harga serta kelancaran distribusi sembako di Jawa Timur.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
YouTuber Otomotif Beberkan Tips Berkendara Demi Menjaga Keselamatan Di Jalan Raya
- Jumat, 27 Februari 2026
Kemenparekraf Perluas Akses Pasar UMKM Melalui Bazar Ramadhan Di Kota Lhokseumawe
- Jumat, 27 Februari 2026
Berita Lainnya
Menag Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan dan Pemikiran Kritis Mahasiswa
- Jumat, 27 Februari 2026
Kebijakan Kartu Handep Barito Selatan Prioritaskan Warga Belum Pernah Terima Bansos
- Jumat, 27 Februari 2026
Visi Besar Chairul Tanjung Memacu Ekonomi Keumatan Di Universitas Muhammadiyah Tangerang
- Jumat, 27 Februari 2026
Sinergi Strategis BNI Dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Manajemen Dana Riset
- Jumat, 27 Februari 2026
Terpopuler
1.
BCA Perbarui MyBCA Demi Mempermudah Transaksi Nasabah
- 27 Februari 2026
2.
Harga Pangan Nasional Pekan Ini Alami Fluktuasi Menjelang Ramadhan
- 27 Februari 2026
3.
4.
5.
Biodiesel Sawit Dorong Ketahanan Energi Nasional Berkelanjutan
- 27 Februari 2026












