Sabtu, 28 Februari 2026

Menag Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan dan Pemikiran Kritis Mahasiswa

Menag Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan dan Pemikiran Kritis Mahasiswa
Menag Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan dan Pemikiran Kritis Mahasiswa

JAKARTA - Generasi muda Islam, khususnya mahasiswa, didorong untuk memperkuat tradisi akademik dan literasi keagamaan. 

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan kedalaman pemikiran. Langkah ini dianggap krusial untuk mencetak mahasiswa yang berpikiran kritis dan berwawasan luas.

Menurut Menag, perkembangan media sosial membawa banyak peluang, tetapi juga tantangan. "Kita melihat anak-anak muda saat ini sangat aktif di media sosial, namun terkadang belum dibarengi dengan kedalaman literatur atau tradisi riset yang kuat," ujarnya. 

Baca Juga

Update Harga Sembako Jatim Hari Ini, Daging Turun Sementara Bawang dan Cabai Naik

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di kediaman dinasnya.

Pentingnya literasi keagamaan dan tradisi akademik menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang mampu berpikir mandiri. Menag menekankan bahwa penguasaan pengetahuan keagamaan tidak bisa hanya bersandar pada konten digital. Ia mengajak mahasiswa untuk mengembangkan budaya riset dan kajian ilmiah yang kokoh.

Peran Media Sosial dalam Pengembangan Pemikiran Mahasiswa

Media sosial menjadi ruang ekspresi yang penting bagi generasi muda saat ini. Namun, Menag mengingatkan agar aktivitas digital tidak mengurangi kualitas intelektual. "Media sosial adalah bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari, tetapi karya yang mencerahkan harus lahir dari hasil pemikiran yang matang dan berdasar," ujar Menag.

Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan media sosial untuk publikasi pemikiran yang substansial. Dengan begitu, diskusi dan kajian ilmiah tetap berjalan seimbang dengan keterampilan digital. Ruang digital dapat menjadi sarana produktif jika didukung tradisi akademik yang kuat.

Dinamika di media sosial juga menjadi peluang membangun dialog konstruktif antar-mahasiswa. Menag menekankan pentingnya mengembangkan kemampuan argumentasi berbasis literasi. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk bersaing sehat dalam menyampaikan gagasan.

Membangun Budaya Diskusi dan Kajian Ilmiah

Organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam menumbuhkan tradisi diskusi akademik. Menag mendorong pembentukan budaya kajian ilmiah dan publikasi gagasan substantif. "Dinamika dan dialektika gagasan yang sehat dalam organisasi itu pasti membuahkan hasil yang positif," ujarnya.

Ruang adu gagasan menjadi pupuk bagi kematangan intelektual mahasiswa. Tanpa adanya tantangan dan pertukaran pendapat secara kritis, perkembangan pemikiran mahasiswa akan stagnan. Oleh karena itu, kegiatan akademik harus menjadi bagian dari rutinitas organisasi kemahasiswaan.

Selain itu, Menag menekankan pentingnya pendampingan dan pembinaan berkelanjutan. Kegiatan akademik yang terstruktur dapat memperkuat karakter mahasiswa sekaligus membangun kapasitas kepemimpinan. Mahasiswa yang terlatih berpikir kritis akan lebih siap menghadapi tantangan zaman.

Warisan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

Menag mengingatkan kembali warisan intelektual dari perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia. Perguruan tinggi ini menjadi muara perpaduan pemikiran keislaman dan kebangsaan. Mahasiswa diharapkan meneladani tradisi tersebut untuk menghasilkan pemikiran yang moderat dan mencerahkan.

"Tradisi intelektual yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dengan argumentasi yang baik, moderat, dan mencerahkan," kata Menag. Ia menekankan bahwa pemikiran keilmuan yang matang menjadi fondasi kepemimpinan masa depan. Peran mahasiswa dalam melanjutkan tradisi ini sangat strategis bagi bangsa.

Penguatan literasi keagamaan juga dianggap penting untuk menjaga nilai-nilai moderasi. Mahasiswa yang menguasai literasi keagamaan akan mampu menghadapi pengaruh digital yang semakin masif. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat menyaring informasi dan menyebarkan pemikiran yang konstruktif.

Komitmen Kementerian Agama dalam Mendukung Generasi Muda

Di akhir arahan, Menag menegaskan komitmen Kementerian Agama mendukung literasi dan ruang dialog konstruktif bagi mahasiswa. "Kita merindukan ekosistem yang mampu melahirkan kembali figur-figur pemikir Islam yang tangguh," ujarnya. Pemerintah berupaya menyediakan dukungan penuh bagi ikhtiar keilmuan generasi muda.

Kementerian akan terus mendorong program literasi keagamaan dan forum diskusi akademik. Upaya ini diharapkan membentuk mahasiswa yang tidak hanya aktif secara digital, tetapi juga cerdas dan berpikiran kritis. Dukungan berkelanjutan akan menghasilkan pemikir-pemikir muda yang berdampak positif bagi bangsa.

Menag juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi mahasiswa. Sinergi ini diperlukan untuk menciptakan lingkungan akademik yang produktif. Dengan tradisi akademik yang kuat dan literasi keagamaan yang mendalam, generasi muda siap menghadapi tantangan global dan membawa kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi Optimalisasi Belanja TIK Dorong Layanan Publik Lebih Optimal

Strategi Optimalisasi Belanja TIK Dorong Layanan Publik Lebih Optimal

Kementerian Haji Pastikan Proses Visa Haji Rampung Sesuai Jadwal

Kementerian Haji Pastikan Proses Visa Haji Rampung Sesuai Jadwal

Kebijakan Kartu Handep Barito Selatan Prioritaskan Warga Belum Pernah Terima Bansos

Kebijakan Kartu Handep Barito Selatan Prioritaskan Warga Belum Pernah Terima Bansos

Visi Besar Chairul Tanjung Memacu Ekonomi Keumatan Di Universitas Muhammadiyah Tangerang

Visi Besar Chairul Tanjung Memacu Ekonomi Keumatan Di Universitas Muhammadiyah Tangerang

Sinergi Strategis BNI Dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Manajemen Dana Riset

Sinergi Strategis BNI Dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Manajemen Dana Riset