Pendaftaran Mudik Gratis Bagi Disabilitas Dibuka Kembali oleh Baznas DKI
- Kamis, 26 Februari 2026
JAKARTA - Program mudik gratis bagi penyandang disabilitas kembali digelar oleh Baznas/Bazis Provinsi DKI Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan memfasilitasi difabel agar bisa pulang kampung dengan aman dan nyaman selama Lebaran. Tahun ini, rute mudik mencakup berbagai wilayah di Pulau Jawa, dari Solo hingga Surabaya.
Pendaftaran dan Persyaratan Peserta
Baca JugaPanen Raya Padi di Jember Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal Secara Signifikan
Baznas DKI membuka pendaftaran mulai awal hingga pertengahan Maret 2026. Calon peserta diwajibkan mengirim fotokopi KTP dan Kartu Keluarga melalui WhatsApp di nomor yang telah disediakan. Setiap pendaftaran mencakup satu keluarga disabilitas yang tercantum di satu KK.
"Terdiri dari satu ayah satu ibu dan anak anak," jelas Muhammad Bahaudin, Pimpinan Bidang Distribusi dan Pendayagunaan Baznas/Bazis DKI Jakarta. Persyaratan ini memastikan semua anggota keluarga difabel dapat ikut serta. Dengan sistem pendaftaran yang jelas, panitia dapat menyiapkan logistik dan akomodasi secara optimal.
Kategori Disabilitas yang Dapat Ikut
Program mudik gratis difokuskan untuk tuna netra, tuna daksa tanpa kursi roda, dan tuna rungu. Kategori ini dipilih berdasarkan kebutuhan khusus yang memerlukan pendampingan dan fasilitas tambahan selama perjalanan. Baznas DKI menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi prioritas utama.
Bahaudin menambahkan, penyelenggaraan tahun ini menggunakan empat bus dengan kapasitas total 70 keluarga. Jumlah ini sama seperti pelaksanaan tahun sebelumnya dan diharapkan dapat menampung seluruh peserta terdaftar. Setiap bus dilengkapi pendamping untuk memastikan setiap keluarga disabilitas mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
Rute Mudik Jalur Utara dan Selatan
Rute mudik dibagi menjadi dua jalur utama agar distribusi perjalanan lebih efisien. Jalur utara melintasi Jakarta, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Boyolali, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya. Sementara jalur selatan menempuh Jakarta, Garut, Tasikmalaya, Banjar, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Yogyakarta, Solo, hingga Surabaya.
Pemilihan jalur ini disesuaikan dengan sebaran peserta dan ketersediaan fasilitas pendukung. Jalur utara lebih cepat untuk wilayah pesisir, sedangkan jalur selatan menjangkau kota-kota di dataran tinggi dan pedalaman. Pembagian jalur juga membantu mengurangi kepadatan bus di jalan utama.
Keberangkatan dan Koordinasi dengan Pemprov DKI
Keberangkatan bus mudik dijadwalkan serentak pada 17 Maret 2026 dari Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Waktu keberangkatan ini disesuaikan dengan program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penentuan titik awal memudahkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas transportasi untuk kelancaran perjalanan.
Baznas DKI menekankan pentingnya sinergi antara panitia dan Pemprov DKI untuk memastikan perjalanan difabel aman. Pendampingan selama perjalanan diberikan oleh tim berpengalaman agar semua peserta merasa nyaman dan terlayani. Dengan persiapan matang, program ini diharapkan menjadi momen mudik yang menyenangkan dan berkesan bagi seluruh peserta disabilitas.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Pergerakan Harga Pangan Pada 30 Maret: Beras Melonjak, Cabai Alami Penurunan
- Senin, 30 Maret 2026
Mentan Amran Dorong Peningkatan Produktivitas Pertanian di Berbagai Daerah Strategis
- Senin, 30 Maret 2026









