Jasa Marga Siapkan Investasi Besar 2026 untuk Pengembangan Jalan Tol Nasional
- Jumat, 20 Februari 2026
JAKARTA - Jasa Marga menyiapkan rencana ambisius untuk tahun 2026 dengan fokus pengembangan jalan tol.
Perusahaan menargetkan pembangunan tol baru yang akan mendukung mobilitas masyarakat. Langkah ini sejalan dengan strategi memperkuat jaringan jalan tol di Pulau Jawa.
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, menjelaskan anggaran belanja modal mencapai Rp 12 triliun. Capex ini digunakan untuk pembangunan lima proyek tol yang sedang berjalan. Setiap proyek ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir tahun 2026.
Baca JugaPenjualan ULTJ Meningkat Signifikan dengan Optimalisasi Momentum Ramadhan
Perusahaan berharap pembangunan jalan tol baru ini dapat meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi. Proyek-proyek ini dianggap strategis karena terhubung dengan ruas tol yang sudah ada. Dengan demikian, pengguna jalan akan merasakan manfaat dari jaringan tol yang lebih lengkap.
Rincian Proyek Jalan Tol Baru
Saat ini, Jasa Marga sedang mengerjakan lima proyek jalan tol utama. Proyek-proyek tersebut antara lain Probolinggo-Banyuwangi, Yogyakarta-Bawen, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban. Setiap proyek memiliki panjang dan target penyelesaian yang berbeda.
Rivan menambahkan, anggaran capex 2026 berkisar Rp 10–12 triliun. Besaran ini menyesuaikan dengan progres konstruksi masing-masing proyek. “Dengan proyek konstruksi yang sedang berjalan, besaran anggaran capex tahun 2026 yaitu sekitar 10-12 triliun menyesuaikan dengan progres konstruksi dari masing-masing jalan tol yang telah disebutkan sebelumnya,” ujarnya.
Perusahaan berharap dengan capex tersebut, proyek tol baru dapat mendukung arus mudik dan distribusi barang. Salah satu fokus adalah Seksi Probolinggo-Besuki sepanjang 49,68 KM. Ruas ini diharapkan segera beroperasi untuk mendukung kelancaran transportasi di wilayah timur Pulau Jawa.
Target Penyelesaian Ruas Tol 2026
Berikut rincian panjang ruas tol yang ditargetkan selesai pada 2026:
Probolinggo-Banyuwangi (Phase 1): 49,68 KM
Jogja-Bawen (Section 1 & 6): 13,78 KM
Jogja-Solo (Section 1.2B & 2.2B): 14,37 KM
Jakarta-Cikampek II South (Section II-III): 54,75 KM
Setiap ruas memiliki peran strategis dalam memperkuat jaringan tol nasional. Penyelesaian proyek ini memungkinkan distribusi transportasi lebih lancar. Penumpang dan pengendara pun akan merasakan efisiensi perjalanan yang lebih baik.
Sampai September 2025, Jasa Marga sudah menggunakan capex sebesar Rp 9,09 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk investasi dan operasional proyek yang sedang berjalan. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur.
Strategi Pengembangan Jalan Tol di Pulau Jawa
Jasa Marga menekankan strategi selektif dalam akuisisi jalan tol baru. Perusahaan hanya memilih proyek yang berada di Pulau Jawa dan terhubung dengan jaringan tol yang sudah ada. Langkah ini memastikan portofolio tol Jasa Marga lebih efisien dan terintegrasi.
Selain itu, perusahaan fokus menciptakan jaringan jalan tol yang lebih besar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Dengan demikian, investasi tol baru selaras dengan kemampuan keuangan perusahaan.
Pembangunan dilakukan secara bertahap agar setiap proyek dapat dioperasikan dengan aman dan tepat waktu. Proses ini juga memastikan bahwa anggaran capex digunakan secara optimal. Strategi ini mencerminkan manajemen risiko yang matang oleh perusahaan.
Manfaat Bagi Masyarakat dan Transportasi
Penyelesaian proyek tol baru diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat. Selain mempercepat mobilitas, jalan tol baru akan mempermudah distribusi logistik. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui tol.
Ruas tol seperti Probolinggo-Banyuwangi menjadi solusi utama menghadapi lonjakan arus mudik. Pengendara dapat menikmati perjalanan lebih cepat dan nyaman. Sementara itu, tol di kawasan Jawa Tengah dan Jakarta mendukung konektivitas regional.
Perusahaan juga menekankan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan. Infrastruktur modern dan aman menjadi prioritas utama. Dengan demikian, pembangunan jalan tol tidak hanya soal fisik, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih baik.
Perkembangan Saham dan Investasi Jasa Marga
Harga saham Jasa Marga mencerminkan dinamika pasar dan prospek bisnis. Pada hari tertentu, saham sempat melemah namun tetap menunjukkan tren stabil. Hal ini sejalan dengan investasi besar yang terus dilakukan perusahaan.
Investasi capex yang besar juga menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap pertumbuhan transportasi tol. Rencana pembangunan lima proyek tol utama menjadi indikator komitmen jangka panjang. Investor dan masyarakat pun dapat melihat prospek positif dari pengembangan infrastruktur ini.
Strategi ini memperkuat posisi Jasa Marga sebagai pengelola tol utama di Indonesia. Dengan fokus di Pulau Jawa, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional. Langkah ini memastikan setiap rupiah dari capex digunakan secara tepat dan memberikan hasil maksimal.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
SOHO Global Perluas Usaha Strategis Demi Meningkatkan Kinerja dan Penjualan
- Jumat, 20 Februari 2026
Kereta KAI Untuk Petani dan Pedagang Permudah Akses Pasar Secara Efisien
- Jumat, 20 Februari 2026
Pelindo Pastikan Semua Aktivitas Pelabuhan Berjalan Lancar dan Efisien
- Jumat, 20 Februari 2026
Damri Sediakan Layanan Transportasi Hemat untuk Rute Bandung-Kuningan
- Jumat, 20 Februari 2026
Jasa Raharja Siapkan Layanan Lengkap Demi Suksesnya Mudik Gratis BUMN 2026
- Jumat, 20 Februari 2026
Terpopuler
1.
Cara Bayar Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat
- 20 Februari 2026
2.
3.
10 Rekomendasi Parfum Morris Pria Terbaik, Wanginya Premium!
- 20 Februari 2026












