Sabtu, 14 Februari 2026

Kemenparekraf Dorong Industri Penerbitan Indonesia Tembus Forum Global Internasional

Kemenparekraf Dorong Industri Penerbitan Indonesia Tembus Forum Global Internasional
Kemenparekraf Dorong Industri Penerbitan Indonesia Tembus Forum Global Internasional

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong industri penerbitan Indonesia untuk lebih aktif di forum global agar karya kreator Tanah Air dikenal dunia. 

Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing buku Indonesia sekaligus membuka peluang hak cipta di pasar internasional. Pemerintah menilai keikutsertaan penerbit lokal menjadi strategi penting membangun jaringan dan memperluas pangsa pasar global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan bahwa partisipasi penerbit Indonesia di forum internasional bisa memperluas cakupan pasar buku. 

Baca Juga

Program MBG Dorong Penciptaan Lapangan Kerja Baru Bagi Masyarakat Indonesia

“Kementerian Ekraf berkomitmen memperkuat dukungan seperti apa Kreatifafa hadir tak sebatas untuk pasar lokal, melainkan juga tembus ke internasional dengan gabungan konten edukatif dan pendekatan visual interaktif dalam bentuk pop-up book yang sungguh menarik,” ujarnya. Dengan strategi ini, penerbit Indonesia diharapkan memiliki posisi tawar lebih kuat di kancah internasional.

Selain membuka akses global, partisipasi ini juga memungkinkan penerbit mempelajari tren dan teknologi terkini. Penerbit dan studio Kreatifafa resmi mewakili Indonesia dalam Istanbul Publishing Fellowship Program 2026 di Turki. Forum ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antarnegara untuk masa depan literasi dan pendidikan anak.

Istanbul Publishing Fellowship sebagai Ajang Strategis

Program Istanbul Publishing Fellowship 2026 menjadi forum bergengsi yang mempertemukan para kreator, inovator, dan pemimpin penerbitan dari berbagai negara. Kegiatan ini menekankan kolaborasi lintas budaya dan pasar hak cipta internasional. 

Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi delegasi Indonesia untuk memperkenalkan potensi industri kreatif dan subsektor penerbitan Tanah Air.

Kementerian Ekraf menilai forum ini strategis karena mempertemukan penerbit global untuk saling bertukar ide dan memperluas kerja sama. 

Para peserta dapat mengamati tren penerbitan dunia dan teknologi baru yang relevan dengan pasar Indonesia. Dengan demikian, keikutsertaan delegasi tidak hanya sebagai promosi, tetapi juga ajang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas produksi lokal.

Peluang kerja sama internasional semakin terbuka melalui ajang ini. Penerbit Indonesia bisa memasarkan hak cipta buku sekaligus menjalin kolaborasi dengan distributor global. Hal ini penting untuk memperkuat daya saing buku anak Indonesia di pasar internasional yang semakin kompetitif.

Misi Kreatifafa di Forum Global

CEO Kreatifafa, Fatchul Hidayah Clairine Yuzlar, menegaskan bahwa misi utama mereka adalah membuka peluang kerja sama global di bidang literasi dan pendidikan anak. Buku pop-up yang menarik secara visual dan sarat nilai kreativitas menjadi fokus utama. 

“Ini adalah kesempatan luar biasa untuk bertemu dengan banyak tokoh dari berbagai negara sekaligus berbagi cerita tentang Indonesia. Istanbul Fellowship menjadi langkah strategis untuk membuktikan bahwa karya anak bangsa memiliki standar kualitas yang setara, bahkan mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.

Forum ini juga menjadi media bagi Kreatifafa untuk menunjukkan kualitas buku anak Indonesia. Dengan format interaktif, buku tersebut menawarkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa konten lokal dapat diakui dan diminati di tingkat global.

Keikutsertaan Kreatifafa di forum internasional menjadi bukti bahwa industri penerbitan Indonesia mampu menembus pasar global. Buku anak karya penerbit lokal dapat bersaing dengan standar internasional dari segi kualitas, kreativitas, dan konten edukatif. Partisipasi ini juga memperkuat branding Indonesia sebagai negara dengan industri kreatif yang berkembang pesat.

Sejarah dan Perkembangan Kreatifafa

Tahun lalu, Wamen Ekraf Irene Umar meresmikan kantor baru Kreatifafa di Sleman, Yogyakarta, sebagai pusat produksi buku anak edukatif dan keislaman. 

Perusahaan fokus pada penerbitan buku pop-up yang inovatif dan sarat edukasi. Sejumlah hak cipta buku Kreatifafa telah dibeli oleh negara-negara seperti Arab Saudi dan Jerman, menandai daya tarik internasional produk lokal.

Buku-buku Kreatifafa tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris sehingga mampu menjawab kebutuhan literasi anak secara global. 

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penerbit lokal tidak hanya memproduksi untuk pasar domestik, tetapi juga memiliki potensi ekspor yang besar. Langkah ini menjadi bukti nyata kemampuan industri kreatif Indonesia menembus pasar internasional.

Seiring dengan perkembangan ini, Kreatifafa terus mengembangkan konten yang sesuai dengan standar global. Pendekatan interaktif dan edukatif menjadi ciri khas buku mereka. Dengan kualitas ini, penerbit mampu bersaing di forum internasional dan membuka peluang lisensi serta kerja sama internasional.

Peluang dan Tantangan Industri Penerbitan

Industri penerbitan Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas pasar global. Dukungan pemerintah melalui program dan forum internasional membantu memperkenalkan buku-buku berkualitas ke dunia. Namun, tantangan tetap ada, seperti kebutuhan inovasi konten, kualitas produksi, dan strategi pemasaran yang adaptif.

Buku interaktif dan edukatif menjadi daya tarik utama bagi pasar internasional. Kreatifafa menunjukkan bahwa pendekatan visual dan konten edukatif bisa menjadi kunci kesuksesan. Selain itu, kolaborasi dengan penerbit dan distributor global meningkatkan kesempatan penetrasi pasar lebih luas.

Penguatan hak cipta dan lisensi juga menjadi strategi penting untuk menjamin nilai ekonomi dari karya kreator Indonesia. Dengan dukungan teknologi, buku anak Indonesia bisa lebih mudah diakses dan diterima di pasar global. Hal ini sekaligus menumbuhkan reputasi positif bagi industri penerbitan nasional.

Dampak Keikutsertaan Indonesia di Forum Global

Partisipasi Indonesia di Istanbul Publishing Fellowship 2026 memberikan dampak positif jangka panjang bagi industri penerbitan. Buku anak lokal dapat lebih dikenal dan memiliki peluang kerja sama internasional. Forum ini juga menjadi ajang promosi kreativitas dan kualitas literasi Indonesia.

Kolaborasi yang terbentuk selama forum mendorong transfer teknologi dan pengetahuan antarnegara. Kreatifafa dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk meningkatkan inovasi buku interaktif dan edukatif. 

Keikutsertaan Indonesia di ajang global menunjukkan bahwa industri kreatif nasional memiliki kapasitas bersaing secara internasional.

Dampak positif lainnya adalah meningkatnya motivasi bagi penerbit lain untuk berinovasi dan memperluas pasar global. Keberhasilan Kreatifafa menjadi inspirasi bahwa produk lokal bisa setara dengan standar dunia. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara kreatif dengan industri penerbitan yang menjanjikan.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kesiapan Bandara Soekarno-Hatta Jadi Kunci Kelancaran Perjalanan Saat Libur Imlek 2026

Kesiapan Bandara Soekarno-Hatta Jadi Kunci Kelancaran Perjalanan Saat Libur Imlek 2026

Menaker Dorong Kementerian dan Lembaga Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Menaker Dorong Kementerian dan Lembaga Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Realisme Transisi Energi Mengapa Energi Fosil Masih Sangat Dibutuhkan Saat Ini

Realisme Transisi Energi Mengapa Energi Fosil Masih Sangat Dibutuhkan Saat Ini

Analisis Untung Rugi Impor Energi 15 Miliar Dollar Dari Amerika

Analisis Untung Rugi Impor Energi 15 Miliar Dollar Dari Amerika

Pemerintah Indonesia Siapkan Kontrak Sosial Energi Baru Prioritaskan Keberlanjutan Dan Keadilan

Pemerintah Indonesia Siapkan Kontrak Sosial Energi Baru Prioritaskan Keberlanjutan Dan Keadilan