Wamenekraf Ajak Pelaku Sulih Suara Bentuk Asosiasi Perkuat Industri Kreatif
- Jumat, 06 Februari 2026
JAKARTA - Perkembangan industri kreatif menuntut ekosistem yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Salah satu subsektor yang menunjukkan potensi besar adalah sulih suara nasional. Dukungan kelembagaan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
Wamenekraf dukung penguatan ekosistem sulih suara membentuk asosiasi sebagai langkah strategis. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan dukungan tersebut secara terbuka. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan posisi tawar talenta sulih suara.
Baca JugaIndonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP
Menurut Wamenekraf Irene, pembentukan asosiasi menjadi fondasi penting. Talenta sulih suara didorong agar memiliki wadah resmi. Tujuannya agar pengembangan kapasitas dapat berjalan berkelanjutan.
Asosiasi Jadi Penghubung Talenta dan Pasar
Wamenekraf Irene menilai asosiasi akan berhadapan langsung dengan pasar. Kehadiran asosiasi diyakini mampu memperkuat posisi talenta. Apresiasi terhadap voiceover dinilai masih terbatas.
"Pembentukan asosiasi sulih suara akan berhadapan langsung dengan pasar sehingga bisa membantu untuk membentuk pasar yang menjadikan talenta sulih suara lebih dianggap, karena apresiasi terhadap voiceover masih jarang," kata Wamen Ekraf Irene. Pernyataan ini menegaskan pentingnya struktur organisasi. Pasar menjadi ruang utama pembuktian talenta.
Asosiasi diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan kemampuan pelaku. Talenta dapat lebih mudah mengakses peluang kerja. Nilai profesi sulih suara pun meningkat.
Kolaborasi Kemenekraf dan Voice Institute Indonesia
Wamenekraf Irene membahas peluang kolaborasi berkelanjutan. Pembahasan dilakukan dalam pertemuan bersama Voice Institute Indonesia (VII). Fokus utama adalah penguatan ekosistem sulih suara nasional.
Kerja sama dengan Voice Institute Indonesia bertujuan mendorong aktor suara. Talenta pemula hingga ahli diarahkan memiliki ruang belajar. Kolaborasi jangka panjang menjadi target utama.
Wamenekraf Irene menekankan pentingnya berbagi pengetahuan. Pelatihan berkelanjutan dinilai krusial. Ekosistem yang sehat lahir dari pembelajaran kolektif.
Pengembangan Talenta, Sertifikasi, dan Tantangan AI
Wamenekraf Irene menyoroti pengembangan talenta tidak berhenti pada asosiasi. Sertifikasi profesi menjadi kebutuhan lanjutan. Akses pasar nasional dan global juga diperluas.
Pertemuan turut membahas tantangan industri sulih suara. Persaingan dengan Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian utama. Otentisitas personal dinilai sebagai keunggulan manusia. Kemenekraf menilai suara manusia memiliki karakter unik. Nilai personal tidak mudah digantikan teknologi. Asosiasi berperan menjaga standar kualitas.
Penguatan Komunitas dan Daya Saing Daerah
Kemenekraf mengapresiasi inisiatif Voice Institute Indonesia membangun komunitas aktif. Jaringan tersebut menjangkau lebih dari 45.847 penyuka sulih suara. Komunitas tersebar di berbagai provinsi.
Ekosistem yang tertata dinilai sangat dibutuhkan. Standar kompetensi talenta menjadi langkah awal. Akses pasar menjadi kunci keberlanjutan profesi. Kemenekraf melihat talenta daerah perlu naik kelas. Daya saing nasional dan global harus diperkuat. Asosiasi menjadi alat penggerak utama.
Kolaborasi Pemerintah dan Asosiasi Sulih Suara
"Kolaborasi antara pemerintah dan asosiasi menjadi kunci penguatan ekosistem yang menghidupkan ruang bagi talenta di daerah untuk terhubung langsung dengan kebutuhan industri," kata Irene. Pernyataan ini menekankan sinergi lintas pihak. Pemerintah berperan sebagai fasilitator.
Kolaborasi menjadi jalan membuka peluang merata. Talenta daerah dapat terhubung langsung ke industri. Pemerataan ekonomi kreatif pun tercapai. Kemenekraf berkomitmen membuka ruang dialog. Asosiasi menjadi mitra strategis. Sinergi ini dirancang berkelanjutan.
Jejak Kolaborasi dan Dukungan Industri
Kemenekraf dan Voice Institute Indonesia pernah berkolaborasi sebelumnya. Program Road to Wonder Voice of Indonesia 2025 digelar di beberapa kota. Antusiasme peserta terbilang tinggi.
Program tersebut mencatat pendaftaran lebih dari 7.200 peserta. Angka ini mencerminkan minat besar masyarakat. Sulih suara menjadi subsektor yang menjanjikan. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret dukungan pemerintah. Ekosistem tumbuh melalui kegiatan nyata. Talenta mendapat ruang aktualisasi.
Pentingnya Asosiasi Menurut Pelaku Industri
Pendiri Voice Institute Indonesia Bimo Kusumo Yudho menilai asosiasi bersifat penting. Asosiasi mendukung peningkatan kapabilitas talenta. Advokasi hukum juga menjadi perhatian.
Bimo menilai negara perlu hadir dalam penguatan profesi. Dukungan kebijakan menjadi faktor penting. Asosiasi memudahkan koordinasi dengan pemerintah. Keberadaan asosiasi juga memberi perlindungan. Talenta memiliki posisi tawar yang lebih baik. Industri sulih suara bergerak lebih profesional.
Masa Depan Ekosistem Sulih Suara Nasional
Penguatan ekosistem sulih suara membutuhkan kerja kolektif. Pemerintah, asosiasi, dan industri harus berjalan seiring. Sinergi menjadi kunci keberhasilan.
Asosiasi diharapkan menjadi pusat pengembangan talenta. Standar kompetensi dan etika profesi dijaga. Pasar menjadi lebih terstruktur. Dengan dukungan berkelanjutan, sulih suara nasional berpeluang besar. Talenta lokal mampu bersaing secara global. Ekosistem kreatif Indonesia semakin kuat.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Provinsi Lampung Perkuat Energi Terbarukan Menuju Pusat Energi Bersih Tingkat Nasional
- Jumat, 06 Februari 2026










.jpeg)

