Pertumbuhan Tenaga Kerja RI Meningkat, BPS Catat Pengangguran Menurun
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Perkembangan ketenagakerjaan nasional menunjukkan sinyal perbaikan menjelang akhir tahun.
Dinamika pasar kerja memperlihatkan bertambahnya jumlah penduduk bekerja dan berkurangnya pengangguran. Kondisi ini mencerminkan daya serap ekonomi yang terus bergerak positif.
BPS catat pekerja RI capai 147,91 juta orang, pengangguran turun sebagai gambaran terbaru situasi ketenagakerjaan. Jumlah penduduk bekerja tersebut tercatat pada November 2025. Angka ini meningkat dibandingkan kondisi Agustus pada periode yang sama.
Baca JugaBPS: Konsumsi Rumah Tangga Jadi Faktor Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI
Peningkatan tersebut sekaligus menandai tren pemulihan pasar tenaga kerja. Perubahan ini terjadi dalam rentang waktu tiga bulan terakhir. Penurunan tingkat pengangguran menjadi salah satu indikator utamanya.
Perkembangan Jumlah Penduduk Bekerja
Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penduduk bekerja mencapai 147,91 juta orang pada November 2025. Jumlah ini naik 1,37 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahnya angkatan kerja nasional.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan peningkatan jumlah pekerja terjadi secara bertahap. Ia menyebut bertambahnya angkatan kerja menjadi salah satu faktor utama. Penurunan tingkat pengangguran juga turut mendorong kenaikan tersebut.
Menurut dia, tren positif ini terlihat konsisten dalam tiga bulan terakhir. Pasar tenaga kerja dinilai mampu menyerap tambahan angkatan kerja. Kondisi ini menjadi sinyal perbaikan ekonomi secara umum.
Struktur Angkatan Kerja Nasional
Per November 2025, jumlah penduduk usia kerja tercatat sebanyak 218,85 juta orang. Angka tersebut naik 0,681 juta orang dibandingkan Agustus pada periode yang sama. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan populasi usia produktif.
Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Angka ini bertambah 1,262 juta orang dalam tiga bulan. Sementara itu, jumlah bukan angkatan kerja menurun menjadi 63,58 juta orang.
Penurunan bukan angkatan kerja tercatat sebesar 0,58 juta orang. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang masuk pasar kerja. Perubahan struktur ini turut memengaruhi tingkat partisipasi tenaga kerja.
Pengangguran dan Tingkat Partisipasi
Dari total angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja. Sementara itu, 7,35 juta orang masih menganggur. Jumlah pengangguran tersebut turun 0,109 juta orang dibandingkan Agustus.
"Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 tercatat sebesar 4,74 persen atau turun sekitar 0,11 persen," kata dia. Penurunan ini menjadi indikator perbaikan kondisi ketenagakerjaan. Angka tersebut mencerminkan penyerapan tenaga kerja yang lebih baik.
Ia juga menyampaikan tingkat partisipasi angkatan kerja mengalami peningkatan. TPAK tercatat mencapai 70,95 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 70,59 persen.
Kualitas Pekerjaan dan Lapangan Usaha
BPS mencatat peningkatan jumlah pekerja penuh pada November 2025. Jumlah pekerja penuh mencapai 100,49 juta orang. Angka ini bertambah 1,85 juta orang dibandingkan Agustus.
Sementara itu, pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 35,8 juta orang. Jumlah setengah pengangguran mencapai 11,55 juta orang. Kedua kategori tersebut mengalami penurunan.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar. Sektor ini diikuti oleh perdagangan dan industri pengolahan. Pola ini menunjukkan struktur ekonomi yang masih didominasi sektor-sektor utama.
Sektor Dominan dan Status Pekerjaan
"Hampir seluruh lapangan usaha mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja, kecuali aktivitas jasa lainnya dan pengadaan listrik, dan gas," kata dia. Pernyataan tersebut menggambarkan tren positif lintas sektor. Kenaikan terjadi di sebagian besar lapangan usaha.
Sektor akomodasi dan makanan minuman mencatat kenaikan tenaga kerja tertinggi. Dalam periode Agustus hingga November 2025, sektor ini naik 0,381 juta orang. Industri pengolahan bertambah 196 ribu orang dan perdagangan meningkat 168 ribu orang.
Berdasarkan status pekerjaan, 38,81 persen penduduk bekerja berstatus buruh, karyawan, atau pegawai. Menurut dia, kelompok ini mencatat penambahan terbesar sekitar 625 ribu orang. "Jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri mengalami penurunan yakni sebesar 0,68 juta orang," katanya lagi.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Segmen Sepeda Motor Kembali Jadi Sorotan di IIMS 2026 dengan Puluhan Merek Hadir
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
IIMS 2026 Menawarkan Mobil Baru dari Segmen Listrik, Premium, hingga Harian
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenperin Soroti Tantangan dan Strategi Penguatan Industri AMDK Dalam Negeri
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemerintah Mempercepat Pembangunan Jalan Akses Merauke Guna Mendukung Program Food Estate
- Kamis, 05 Februari 2026
Menteri Perumahan Menegaskan Sektor Permukiman Menjadi Fondasi Utama Bagi Ketahanan Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Badan Standardisasi Nasional Membangun Ekosistem Perumahan Di Indonesia Guna Mendorong Properti
- Kamis, 05 Februari 2026






.jpeg)




