JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menunjukkan performa solid pada perdagangan Selasa.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, mencerminkan optimisme pelaku pasar di tengah dinamika global dan domestik yang masih penuh tantangan. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh sentimen makro, tetapi juga oleh lonjakan sejumlah saham unggulan yang menjadi motor utama pergerakan indeks.
Kinerja IHSG pada penutupan perdagangan menunjukkan bahwa minat beli investor masih cukup kuat. Meski demikian, aktivitas pasar tetap diwarnai sikap selektif, terutama di tengah masih berlanjutnya aksi jual bersih oleh investor asing. Kondisi ini menggambarkan adanya keseimbangan antara optimisme jangka pendek dan kehati-hatian terhadap risiko ke depan.
Baca JugaHarga Emas Antam Stabil, Investor Tetap Optimis Lakukan Transaksi Hari Ini
Kinerja IHSG Ditopang Saham Unggulan
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa, 3 Februari, dengan kenaikan solid sebesar 2,52% dan ditutup di posisi 8.122,60. Penguatan indeks terjadi seiring lonjakan harga pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama pasar. Saham DCII tercatat melesat 11,80%, sementara ASII naik signifikan sebesar 8,37%.
Selain itu, saham TPIA juga mencatatkan penguatan tajam sebesar 10,59%, turut memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan indeks secara keseluruhan. Pergerakan saham-saham unggulan ini menjadi sinyal bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap emiten dengan fundamental kuat, terutama di tengah sentimen pasar yang mulai membaik.
Tekanan Masih Terlihat Pada Sejumlah Saham
Di tengah penguatan IHSG, tidak semua saham bergerak searah. Sejumlah saham justru mengalami tekanan cukup dalam pada perdagangan kemarin. Saham FILM tercatat turun tajam sebesar 14,81%, sementara MORA melemah 14,86%. Tekanan juga terlihat pada saham TLKM yang terkoreksi 1,43%.
Koreksi pada saham-saham tersebut menunjukkan bahwa pasar masih diwarnai aksi ambil untung serta penyesuaian portofolio oleh investor. Hal ini juga mencerminkan sikap selektif pasar dalam merespons kinerja dan prospek masing-masing emiten, sehingga tidak semua saham menikmati sentimen positif secara merata.
Investor Asing Masih Catatkan Aksi Jual
Meski IHSG ditutup menguat, investor asing masih membukukan aksi jual bersih pada perdagangan Selasa. Di pasar reguler, tercatat net sell asing sebesar Rp760,05 miliar. Sementara itu, secara keseluruhan di seluruh pasar, aksi jual bersih asing mencapai Rp834,07 miliar.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh investor domestik. Aksi jual asing yang masih berlangsung menunjukkan bahwa pelaku pasar global masih berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham Indonesia, seiring berbagai faktor eksternal yang masih berkembang.
Seluruh Sektor Saham Berada Di Zona Hijau
Secara sektoral, kinerja pasar menunjukkan gambaran yang cukup positif. Seluruh sektor saham berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan kemarin. Sektor industri dasar mencatatkan kenaikan paling besar dengan penguatan mencapai 6,52%, menjadi sektor dengan performa terbaik.
Penguatan merata di seluruh sektor ini mencerminkan sentimen pasar yang relatif kondusif. Investor tampak merespons positif berbagai katalis yang ada, baik dari sisi kinerja emiten maupun prospek ekonomi secara umum, meskipun tetap disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko jangka menengah.
Penyesuaian Aturan Pencatatan Saham Di Bursa
Di sisi pasar modal, otoritas berencana menyesuaikan target jumlah perusahaan yang akan melantai di bursa. Langkah ini sejalan dengan diterapkannya ketentuan baru terkait peningkatan porsi kepemilikan saham publik minimum menjadi 15%. Aturan tersebut langsung berlaku bagi perusahaan yang akan melakukan pencatatan saham mulai tahun ini.
Sementara itu, emiten yang telah tercatat di bursa diberikan waktu penyesuaian untuk memenuhi ketentuan tersebut. Sebelumnya, bursa menargetkan sebanyak 50 pencatatan saham baru pada 2026, termasuk enam emiten berskala besar. Penyesuaian kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasar serta memperkuat likuiditas perdagangan saham.
Tren Pencatatan Saham Dalam Beberapa Tahun Terakhir
Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 26 perusahaan melakukan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi tersebut mencapai US$1,10 miliar. Nilai ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang mencapai US$900 juta, meskipun jumlah emiten yang melantai saat itu lebih banyak, yakni 41 perusahaan.
Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai penghimpunan dana meski jumlah emiten yang melakukan IPO lebih sedikit. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang melantai cenderung memiliki skala yang lebih besar atau valuasi yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja Keuangan BBNI Jadi Sorotan
Dari sisi berita emiten, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Perseroan membukukan laba bersih kuartal IV-2025 sebesar Rp4,90 triliun. Angka tersebut turun 6% secara tahunan dan 2% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Secara keseluruhan, laba bersih BBNI sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp20 triliun, atau turun 7% secara tahunan. Kinerja tersebut setara dengan sekitar 98% dari proyeksi konsensus. Penurunan laba ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan biaya pencadangan yang dilakukan perseroan.
Prospek BBNI Dan Target Ke Depan
Meski laba menurun, kinerja penyaluran kredit BBNI menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Sepanjang 2025, kredit perseroan tumbuh 15,90% secara tahunan, melampaui target manajemen yang berada di kisaran 8–10%. Termasuk di dalamnya adalah pembiayaan sebesar Rp47 triliun kepada Agrinas untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
Margin bunga bersih atau NIM BBNI tercatat sebesar 3,80% pada 2025, turun dari 4,24% pada 2024. Untuk tahun 2026, BBNI menargetkan pertumbuhan kredit di kisaran 8–10%, dengan NIM sebesar 3,50–3,80% serta rasio biaya kredit di level 1,00–1,20%.
Mazroh Atul Jannah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Bisa Menguat Tahun Ini di Tengah Tantangan Ekonomi
- Rabu, 04 Februari 2026
Program KUR Bank Mandiri 2026 Dorong UMKM Lebih Kompetitif dan Produktif
- Rabu, 04 Februari 2026
KUR BRI 2026 Jadi Dorongan Strategis Pertumbuhan UMKM Nasional Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
Harga Perak Antam Menguat, Investor Didorong Manfaatkan Peluang Investasi Tahun Ini
- Rabu, 04 Februari 2026
IHSG Menguat Hari Ini, Investor Tunjukkan Kepercayaan pada Pasar Saham
- Rabu, 04 Februari 2026












