Selasa, 31 Maret 2026

Rupiah Mencatat Penguatan Signifikan Seiring Data Ekonomi AS Positif dan BI

Rupiah Mencatat Penguatan Signifikan Seiring Data Ekonomi AS Positif dan BI
Rupiah Mencatat Penguatan Signifikan Seiring Data Ekonomi AS Positif dan BI

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta bergerak menguat 36 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.784 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.820 per dolar AS. 

Pergerakan ini menunjukkan respons pasar terhadap kondisi ekonomi global yang fluktuatif. Investor mulai mencermati sejumlah data ekonomi yang memengaruhi nilai tukar.

Dampak Data Ekonomi AS Terhadap Rupiah

Baca Juga

10 Rekomendasi Pinjol Terbaik 2026: Mana Pilihan Terbaikmu?

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyampaikan bahwa penguatan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Purchasing Managers' Index (PMI) AS tercatat 51,9, di bawah perkiraan 52. Sementara ekspektasi inflasi konsumen AS sebesar 4 persen juga lebih rendah dibanding dugaan 4,2 persen.

Peran Bank Indonesia Menopang Nilai Tukar

Penguatan rupiah turut didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, memberikan sentimen positif kepada pelaku pasar. 

Bank Indonesia secara rutin melakukan intervensi di pasar spot, obligasi, dan NDF (non-deliverable forward). Langkah ini diyakini mampu menahan gejolak pasar serta mendorong rupiah tetap stabil.

Proyeksi Stabilitas dan Dukungan Cadev

Gubernur Bank Indonesia menegaskan kesiapan pihaknya melakukan intervensi besar melalui pasar offshore NDF, DNDF, serta pasar spot untuk memperkuat rupiah.

Cadangan devisa (cadev) yang memadai menjadi salah satu faktor penunjang stabilitas nilai tukar. Dukungan ini diharapkan memberikan keyakinan bagi investor bahwa rupiah memiliki landasan yang kuat.

Prediksi Kurs Rupiah ke Depan

Dengan berbagai faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.900 per dolar AS. 

Sentimen positif datang dari inflasi rendah dan prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap terjaga. Kombinasi data ekonomi global, intervensi BI, dan cadangan devisa memberikan pijakan bagi rupiah untuk terus menguat.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mengenal Alat Pembayaran Non Tunai, dari Kartu, E-Money, sampai QRIS

Mengenal Alat Pembayaran Non Tunai, dari Kartu, E-Money, sampai QRIS

Uang Tunai Lebaran 2026 Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Nasional

Uang Tunai Lebaran 2026 Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Nasional

Sinar Mas Asuransi Syariah Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Pemisahan UUS

Sinar Mas Asuransi Syariah Ungkap Strategi Hadapi Tantangan Pemisahan UUS

UMKM Kini Lebih Mudah Dapat Modal Usaha Lewat KUR BCA 2026

UMKM Kini Lebih Mudah Dapat Modal Usaha Lewat KUR BCA 2026

Bijak Memanfaatkan PayLater untuk Keuangan Instan dan Kebutuhan Mendesak

Bijak Memanfaatkan PayLater untuk Keuangan Instan dan Kebutuhan Mendesak