Rabu, 04 Februari 2026

Petani Kakao Bebidas Manfaatkan Penjualan Digital untuk Bertahan dan Berkembang

Petani Kakao Bebidas Manfaatkan Penjualan Digital untuk Bertahan dan Berkembang
Petani Kakao Bebidas Manfaatkan Penjualan Digital untuk Bertahan dan Berkembang

JAKARTA - Penurunan aktivitas wisata di kawasan Sembalun membawa efek berantai bagi desa penyangga di sekitarnya. 

Desa Bebidas di Kecamatan Wanasaba ikut merasakan dampak karena agrowisata kakao kehilangan sebagian besar pengunjung. Kondisi ini membuat petani harus memutar strategi agar usaha tetap berjalan.

Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani menjadi salah satu pemicu utama berkurangnya wisatawan. Biasanya, wisatawan yang selesai mendaki akan mencari tempat singgah di wilayah Sapit, Bebidas, atau Suela. Ketika arus wisata terhenti, roda ekonomi desa ikut melambat.

Baca Juga

Transformasi Energi Nasional Dimulai, Nuklir Jadi Pelengkap Energi Terbarukan

Kunjungan wisatawan mancanegara yang sebelumnya rutin terlihat mulai menghilang. Periode akhir tahun yang biasanya ramai justru terasa lengang. Situasi tersebut membuat aktivitas agrowisata kakao kehilangan momentum penjualan langsung.

Agrowisata Kakao Kehilangan Pembeli

Agrowisata kakao di Desa Bebidas selama ini mengandalkan wisatawan sebagai pasar utama. Setiap pekan, pengunjung biasanya datang untuk menikmati pengalaman berkebun sekaligus membeli produk kakao. Namun kondisi itu berubah drastis dalam waktu singkat.

Pengelola agrowisata mengaku jumlah tamu menurun tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Dalam periode tertentu, hanya segelintir orang yang datang berkunjung. Setelah itu, tidak ada lagi aktivitas wisata yang berarti.

Minimnya kunjungan membuat pendapatan petani ikut tertekan. Produk kakao yang biasanya terserap melalui paket wisata kini menumpuk. Petani pun mulai mencari cara agar hasil panen tetap memiliki nilai jual.

Cuaca Buruk Tekan Kualitas dan Harga

Selain faktor wisata, kondisi cuaca turut memperberat situasi petani kakao. Musim hujan berkepanjangan menyulitkan proses pengeringan biji kakao. Akibatnya, kualitas hasil panen menurun secara signifikan.

Proses penjemuran yang biasanya memakan waktu lima hingga enam hari menjadi lebih lama. Dalam kondisi cuaca lembap, pengeringan bisa berlangsung lebih dari satu pekan. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan biji kakao.

Penurunan kualitas berdampak langsung pada harga jual di pasaran. Harga kakao kering mengalami penurunan tajam dibandingkan periode sebelumnya. Petani harus menerima kondisi tersebut demi menjaga perputaran usaha.

Strategi Penjualan Online Jadi Alternatif

Menghadapi situasi sulit, petani kakao mulai mencoba jalur penjualan daring. Sistem penjualan dilakukan secara langsung kepada pembeli dengan metode pembayaran di tempat. Cara ini dianggap paling memungkinkan di tengah keterbatasan kunjungan.

Penjualan secara daring memang memberi harga sedikit lebih tinggi. Namun biaya pengiriman menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Jika dihitung secara keseluruhan, keuntungan masih lebih kecil dibandingkan penjualan langsung di lokasi.

Meski begitu, penjualan online tetap dijalankan sebagai upaya bertahan. Petani melihat langkah ini sebagai solusi sementara. Harapannya, produk kakao tetap bergerak meski wisata belum pulih.

Paket Wisata Tetap Jadi Andalan

Sebelum kunjungan menurun, agrowisata kakao menawarkan pengalaman menyeluruh bagi wisatawan. Pengunjung diajak berkeliling kebun dan memanen buah kakao secara langsung. Proses pengolahan hingga pembuatan minuman juga menjadi daya tarik utama.

Dalam paket wisata tersebut, biji kakao biasanya dijadikan suvenir. Petani menyiapkan kemasan kecil untuk dibawa pulang wisatawan. Nilai jualnya lebih tinggi karena dikemas sebagai pengalaman, bukan sekadar produk.

Model ini masih dianggap paling menguntungkan bagi petani. Penjualan berbasis wisata memberi nilai tambah yang tidak tergantikan. Petani berharap aktivitas pariwisata kembali pulih agar pola usaha ini dapat berjalan normal kembali.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GIAMM Jelaskan Sederet Hambatan yang Ganggu Pertumbuhan Industri Otomotif

GIAMM Jelaskan Sederet Hambatan yang Ganggu Pertumbuhan Industri Otomotif

Presiden Prabowo Perkuat BUMN Transportasi dengan Tambahan PMN Rp4,77 Triliun

Presiden Prabowo Perkuat BUMN Transportasi dengan Tambahan PMN Rp4,77 Triliun

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Mengalami Kenaikan Di Tengah Dinamika Pasar

Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Mengalami Kenaikan Di Tengah Dinamika Pasar

Temuan Karung Berisi Limbah Minyak Hitam Mengotori Kawasan Wisata Pantai Trikora

Temuan Karung Berisi Limbah Minyak Hitam Mengotori Kawasan Wisata Pantai Trikora

Tinjauan Strategis Urgensi Implementasi Program Biodiesel B50 Saat Indonesia Surplus Solar

Tinjauan Strategis Urgensi Implementasi Program Biodiesel B50 Saat Indonesia Surplus Solar