Peran Vitamin C dan Zinc Penting untuk Menjaga Kesehatan saat Puasa Ramadan
- Kamis, 22 Januari 2026
JAKARTA - Menjalani puasa Ramadhan membutuhkan kondisi tubuh yang tetap bugar dan tahan terhadap penyakit.
Salah satu cara menjaga kebugaran tersebut adalah dengan memperhatikan asupan nutrisi harian. Vitamin C dan zinc dinilai berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh selama berpuasa.
Dokter umum lulusan Universitas Indonesia dr. Irwan Heriyanto menilai suplemen vitamin C dan zinc sudah cukup membantu menjaga imunitas. Ia menyampaikan bahwa kombinasi kedua zat tersebut berfungsi dalam pertahanan tubuh dan pencegahan infeksi. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah diskusi kesehatan.
Baca JugaHabbatussauda Terbukti Berkhasiat untuk Menunjang Kesehatan Tubuh Secara Optimal
Vitamin C dikenal berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh. Sementara zinc berfungsi mendukung kerja sistem imun dan proses penyembuhan. Kombinasi keduanya dinilai relevan untuk dikonsumsi selama Ramadhan.
Kondisi Cuaca dan Dampaknya
Bulan puasa Ramadhan yang akan datang diperkirakan masih berada dalam musim hujan. Kondisi cuaca tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Namun demikian, vitamin C dan zinc dianggap cukup untuk membantu tubuh beradaptasi.
Cuaca hujan cenderung menghadirkan suhu yang lebih sejuk dibandingkan musim kemarau. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi umat muslim yang menjalankan puasa. Suhu yang lebih dingin dapat mengurangi risiko dehidrasi.
Irwan menilai berkurangnya paparan panas membantu tubuh menahan kehilangan cairan. Keringat yang keluar lebih sedikit dibandingkan cuaca panas. Hal tersebut mendukung kenyamanan selama menjalankan puasa.
Manfaat Cuaca Dingin bagi Tubuh
Selain mengurangi dehidrasi, cuaca dingin juga berdampak pada kondisi kesehatan lainnya. Salah satu gangguan yang bisa berkurang adalah vertigo atau pusing berputar secara tiba-tiba. Masalah ini sering dialami sebagian orang selama bulan puasa.
Irwan menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang lebih sejuk membuat tubuh tidak bekerja terlalu keras. Beban hidrasi menjadi lebih ringan karena cairan tubuh tidak cepat berkurang. Hal ini membantu menekan keluhan pusing dan gangguan serupa.
Ia menyebutkan bahwa puasa di musim hujan cenderung terasa lebih nyaman. Tubuh tidak terlalu panas dan tidak berkeringat berlebihan. Dengan demikian, risiko gangguan kesehatan tertentu bisa diminimalkan.
Puasa dan Proses Pembersihan Tubuh
Bulan puasa juga disebut sebagai momen bagi tubuh untuk melakukan pembersihan alami. Irwan menyampaikan bahwa sel-sel tubuh memiliki kesempatan untuk melakukan proses “self cleaning”. Proses ini membantu membersihkan racun yang mengendap dalam jangka waktu panjang.
Puasa memberikan jeda pada sistem pencernaan untuk bekerja lebih efisien. Pola makan yang lebih teratur membantu metabolisme tubuh menjadi lebih seimbang. Kondisi ini mendukung fungsi organ secara optimal.
Namun, manfaat tersebut dapat berkurang jika pola makan tidak dijaga. Konsumsi makanan berlebihan justru bisa menghambat proses alami tubuh. Oleh karena itu, pemilihan makanan saat sahur dan berbuka menjadi penting.
Mengatur Pola Makan Saat Berbuka
Irwan menyarankan agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan manis berlebihan saat berbuka puasa. Asupan gula yang terlalu tinggi dapat memicu peradangan dan infeksi. Hal ini berpotensi mengganggu kesehatan selama Ramadhan.
Ia menjelaskan bahwa gula tidak hanya berasal dari makanan manis. Nasi yang dikonsumsi sehari-hari juga merupakan sumber gula. Oleh karena itu, diperlukan kebijaksanaan dalam mengatur porsi makan.
Makanan manis berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah. Kondisi ini berisiko menimbulkan penyakit kronis dan masalah kesehatan kulit. Salah satu dampaknya adalah munculnya jerawat.
Irwan menekankan pentingnya mengatur pola pikir terhadap rasa manis. Ia mengatakan bahwa rasa manis hanya memberikan sensasi di mulut. Setelah ditelan, kenikmatan tersebut tidak lagi dirasakan.
Ia mengingatkan bahwa makanan sebaiknya dikonsumsi secukupnya. Mencicipi makanan diperbolehkan selama tidak berlebihan. Kebiasaan makan berlebih justru berdampak negatif bagi kesehatan.
Kesadaran ini perlu dibangun selama bulan Ramadhan. Pola makan yang seimbang mendukung manfaat puasa secara optimal. Dengan asupan vitamin C, zinc, dan pola makan bijak, tubuh dapat tetap sehat selama berpuasa.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Transformasi Energi Nasional Dimulai, Nuklir Jadi Pelengkap Energi Terbarukan
- Rabu, 04 Februari 2026
Berita Lainnya
Indonesia Perlu Kesiagaan Lebih Baik Menghadapi Risiko Penyebaran Virus Nipah
- Rabu, 04 Februari 2026
Kebiasaan Positif Usai Makan Ini Efektif Membantu Menjaga Gula Darah
- Rabu, 04 Februari 2026
6 Sayuran Kaya Vitamin D yang Penting untuk Kesehatan Tubuh Lebih Optimal
- Rabu, 04 Februari 2026
Alexander Volkanovski Tampil Terlalu Perkasa Saat Mempertahankan Sabuk Juara Kelas Bulu
- Rabu, 04 Februari 2026
Legenda UFC Hall Of Fame Bergabung Dengan Arman Tsarukyan Dalam Pertandingan Mendatang
- Rabu, 04 Februari 2026












