JAKARTA - Pemerintah tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memastikan operasional empat Sekolah Garuda baru yang dijadwalkan beroperasi pada 2026.
Fokus utama saat ini adalah mekanisme rekrutmen guru dan tenaga kependidikan yang akan mendukung pendidikan berkualitas di sekolah bertaraf internasional ini.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama sejumlah pemangku kepentingan terus mengkaji opsi-opsi agar proses ini berjalan efektif dan transparan.
Baca Juga
Koordinasi Lintas Lembaga Untuk Persiapan Sekolah Garuda
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Sesditjen Saintek) Kemdiktisaintek, M. Samsuri, menyatakan bahwa koordinasi dengan berbagai lembaga menjadi kunci.
“Ini kita sedang kebut proses untuk koordinasi dengan BKN, dengan KemenPANRB, Kemenko PMK, juga Kemendikdasmen,” ujarnya.
Dalam kajian ini, pemerintah melibatkan lembaga-lembaga seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pendekatan ini diharapkan menghasilkan mekanisme rekrutmen yang terstruktur dan sesuai standar kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
Opsi Rekrutmen Guru dan Tenaga Kependidikan
M. Samsuri menjelaskan ada dua opsi utama dalam pengadaan guru dan tenaga kependidikan di Sekolah Garuda. Pertama, memanfaatkan mutasi guru-guru yang sudah ahli di bidangnya agar dapat mengajar di sekolah ini.
Kedua, membuka proses rekrutmen baru untuk menambah tenaga pengajar yang memiliki kompetensi unggul di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
“Ini opsi-opsi yang mungkin sedang dibahas, begitu ya,” kata Samsuri.
Sekolah Garuda sendiri merupakan sekolah berbasis asrama setara jenjang SMA dengan penguatan kurikulum pra-universitas. Sekolah ini menekankan pendekatan pembelajaran STEM dan mempersiapkan lulusan agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi top dunia, baik di dalam maupun luar negeri.
Pendekatan ini menegaskan fokus pemerintah pada kualitas pendidikan dan persiapan generasi muda untuk menghadapi tantangan global.
Target Perluasan Sekolah Garuda Hingga 2029
Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda di berbagai wilayah Indonesia. Tahun ini, empat lokasi baru dijadwalkan beroperasi, yaitu di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).
Pemerintah juga menargetkan pembinaan terhadap 80 Sekolah Garuda Transformasi, untuk memastikan mutu pendidikan tetap terjaga dan mendukung pengembangan talenta secara merata.
Wamendiktisaintek Stella Christie menekankan bahwa Sekolah Garuda adalah implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto.
“Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri,” ucap Stella.
Sekolah Garuda Sebagai Wahana Pendidikan Unggul
Keberadaan Sekolah Garuda menjadi sarana penting untuk membentuk generasi muda yang siap bersaing secara global. Sekolah ini tidak hanya menghadirkan pendidikan akademik berkualitas, tetapi juga menyediakan lingkungan asrama yang mendukung pengembangan karakter, disiplin, dan keterampilan sosial.
Pendekatan STEM yang diterapkan di sekolah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi siswa agar mampu bersaing di perguruan tinggi dan dunia profesional internasional.
Langkah pemerintah dalam mempersiapkan mekanisme rekrutmen guru dan tenaga kependidikan menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa setiap Sekolah Garuda dapat beroperasi dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tuntutan pendidikan global.
Strategi ini juga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan unggul yang merata di seluruh Indonesia.
Dengan berbagai persiapan yang matang, diharapkan Sekolah Garuda dapat menjadi model pendidikan modern yang menggabungkan kualitas akademik, pengembangan karakter, dan inovasi pembelajaran.
Keberhasilan program ini diharapkan mendorong percepatan kualitas pendidikan nasional dan menyiapkan generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin dan inovator di masa depan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
PELNI Logistics Membidik Pendapatan Rp568 Miliar, Perkuat Logistik Maritim 2026
- Kamis, 15 Januari 2026
Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo 15 Januari 2026, Cek Jam Terakhir Jelang Long Weekend
- Kamis, 15 Januari 2026
Astra International Setop Buyback Saham Setelah Realisasi Rp1,99 Triliun Dana
- Kamis, 15 Januari 2026
Berita Lainnya
Transformasi Digital BPKB Perkuat Sistem Administrasi Kendaraan Nasional
- Selasa, 13 Januari 2026
Mendagri Sebut Presiden Dukung Tradisi Meugang dengan Bantuan Sapi untuk Aceh
- Selasa, 13 Januari 2026
Terpopuler
1.
Wisnus Menjadi Pilar Utama Sukses Pariwisata Indonesia 2026
- 14 Januari 2026
2.
Maskapai Low-Cost Paling Aman Dunia 2026 Terungkap
- 14 Januari 2026
3.
11 Cara Efektif Menjaga Kesehatan Kuku Tetap Sehat
- 14 Januari 2026
4.
Tren Baju Lebaran 2026 Gamis Berompi Kini Populer
- 14 Januari 2026
5.
Digitalisasi dan Inovasi Kemenkum Perkuat Zona Integritas Publik
- 14 Januari 2026












