Rupiah Bergerak Dinamis, Stabilitas Ekonomi dan Peluang Investasi Tercipta
- Kamis, 04 Desember 2025
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terus menunjukkan pergerakan dinamis terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir.
Saat ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.620–Rp16.640 per dolar AS, sedikit melemah dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh sentimen global menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).
Analis pasar Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa keyakinan investor terhadap arah kebijakan The Fed turut memengaruhi rupiah, karena perubahan suku bunga AS berdampak langsung pada arus modal dan nilai tukar mata uang di kawasan Asia.
Baca JugaDaftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini Mengalami Kenaikan Stabil yang Signifikan
Spekulasi mengenai pergantian kepemimpinan The Fed, termasuk peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, menjadi salah satu faktor yang mendorong fluktuasi rupiah.
Pelonggaran Suku Bunga dan Dukungan Moneter Domestik
Di sisi domestik, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk pelonggaran suku bunga hingga 50 basis poin. Siklus pemangkasan yang dimulai sebelumnya menurunkan BI rate dari 6,25% menjadi 4,75%.
Namun, penurunan suku bunga kredit perbankan dan imbal hasil obligasi korporasi belum sepenuhnya mengikuti langkah pelonggaran tersebut.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank sentral tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar sambil mendorong pertumbuhan ekonomi. Intervensi pasar valuta asing menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.
Strategi ini dipandang oleh pengamat sebagai sinyal penyesuaian kebijakan agar rupiah tidak melemah terlalu tajam, sekaligus mendorong pasar tetap kondusif.
Arus Modal dan Tantangan Stabilitas
Data pasar menunjukkan bahwa rupiah menjadi salah satu mata uang berkinerja terlemah di Asia tahun ini, dengan pelemahan lebih dari 3% terhadap dolar AS. Kekhawatiran investor terkait disiplin fiskal, konsumsi domestik yang lemah, dan gejolak perdagangan global menjadi faktor utama tekanan pada rupiah.
Meski ada arus masuk di pasar saham beberapa bulan terakhir, penjualan bersih oleh dana asing masih tercatat signifikan. Arus obligasi juga mengalami tekanan, dengan keluar cukup besar sejak beberapa bulan terakhir.
Neraca pembayaran domestik mencatat kesalahan dan kelalaian bersih yang cukup tinggi, mencerminkan tantangan penempatan dana domestik ke luar negeri yang belum tercatat.
Proyeksi Rupiah dan Peluang Penguatan
Para ekonom memperkirakan rupiah memiliki potensi penguatan di tahun mendatang seiring dengan melemahnya dolar AS. Rentang proyeksi USD/IDR diperkirakan berada antara Rp16.000–Rp16.500. Namun, arus keluar modal masih menjadi faktor yang harus diperhatikan, meskipun trennya mulai mengecil.
Fokus Bank Indonesia terhadap stabilitas rupiah juga tercermin dari keputusan mempertahankan suku bunga serta peningkatan lelang Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Langkah-langkah ini diharapkan menjaga keseimbangan pasar, memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan peluang bagi rupiah untuk bergerak lebih stabil dan terprediksi.
Rupiah pada perdagangan awal pekan ini tercatat stabil di sekitar Rp16.664 per dolar AS, menandai upaya konsisten bank sentral menjaga stabilitas sambil memanfaatkan peluang perbaikan nilai tukar.
Ke depan, koordinasi kebijakan moneter, fiskal, dan pengawasan pasar diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Wisata Tanjung Mutiara Menjadi Favorit, Memikat Pengunjung di Danau Singkarak
- Kamis, 05 Februari 2026
Ramalan Zodiak Aries: Prediksi Karier, Keuangan, Cinta, dan Kesehatan Hari Ini
- Kamis, 05 Februari 2026
Manchester City Pastikan Tiket Final Carabao Cup 2026 dengan Performa Mengagumkan
- Kamis, 05 Februari 2026
Daftar Harga Emas Perhiasan Hari Ini Mengalami Kenaikan Stabil yang Signifikan
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Pergerakan IHSG Menguat Tipis, Fokus Investor Tertuju pada Saham Lapis Kecil
- Kamis, 05 Februari 2026
Cicilan Terjangkau KUR BNI 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM di Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
Syarat Saldo Minimal BCA Prioritas, Ini Ketentuan Lengkapnya Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026












