JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa ketersediaan minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terdampak bencana tetap aman.
Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers terkait penanganan bencana di Sumatra. Menurut Tito, persediaan minyak goreng disiapkan melalui gudang Bulog sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
“Demikian juga persediaan minyak juga ada problem, minyak juga sama menggunakan mekanisme sama. Persediaan minyak kita di gudang Bulog,” jelas Tito.
Baca JugaAkses Layanan Publik Ketenagakerjaan Diperluas, Menaker Pastikan Semua Terlayani
Pemerintah memastikan bahwa distribusi kebutuhan dasar ini menjadi prioritas, terutama di wilayah yang mengalami dampak bencana, agar tidak menimbulkan kelangkaan yang dapat memperburuk kondisi masyarakat.
Percepatan Suplai Energi untuk Daerah Terisolasi
Selain kebutuhan pangan, pemerintah juga mempercepat suplai energi bagi daerah yang terisolasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Pertamina dan SKK Migas untuk memetakan wilayah yang kekurangan BBM dan segera melakukan pendistribusian.
“Di daerah selain soal pangan dan pakaian itu adalah BBM. Saya kira Pak ESDM Pak Bahlil turun bersama Pertamina, SKK Migas semua bergerak untuk memetakan daerah yang kurang, dan segera dilakukan suplai,” tutur Tito.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat, layanan darurat, dan operasional bantuan di wilayah terdampak bencana.
Kondisi Lapangan dan Respons Cepat Pemerintah
Tito menggambarkan situasi di lapangan, seperti yang ia saksikan di Pidie dan Pidie Jaya. Ia menyoroti antrean panjang di pompa bensin akibat stok yang habis. Namun, intervensi cepat pemerintah melalui droping BBM dan arahan Menteri ESDM Bahlil berhasil mengurangi antrean dan memastikan ketersediaan bahan bakar tetap terjaga.
“Itu ada pompa bensin yang tutup kalau sudah habis. Kalaupun yang ada itu panjang sekali antriannya. Tapi setelah Pertamina turun dan instruksi Menteri ESDM Pak Bahlil itu sudah berkurang karena adanya droping,” jelasnya.
Upaya koordinasi antara pemerintah pusat, perusahaan energi, dan aparat di lapangan menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi meskipun terjadi bencana.
Anggaran dan Dukungan Daerah untuk Penanganan Darurat
Selain ketersediaan minyak dan BBM, Tito juga menyoroti keluhan sejumlah kepala daerah mengenai keterbatasan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang menjadi andalan dalam penanganan darurat.
Menjelang akhir tahun, BTT di banyak daerah menipis, padahal dana ini sangat dibutuhkan untuk penanganan bencana secara cepat dan efektif.
“Saya dapat keluhan dari kepala daerah, karena ini sudah akhir tahun. Anggaran BTT mereka, biasanya mereka di daerah menggunakan Belanja Tidak Terduga, rata-rata sudah sangat tipis sekali, padahal itu andalan mereka,” tandas Tito.
Pemerintah pusat berkomitmen untuk memberikan dukungan tambahan agar penanganan bencana tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran, sehingga masyarakat terdampak tetap memperoleh bantuan secara tepat waktu.
Upaya terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk ketersediaan pangan, BBM, dan alokasi anggaran, diharapkan dapat mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan efektivitas respons darurat dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa mendatang.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Akses Layanan Publik Ketenagakerjaan Diperluas, Menaker Pastikan Semua Terlayani
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Stok BBM Subsidi Aman, Pemerintah Pantau Distribusi Non Subsidi Secara Bertahap
- Selasa, 31 Maret 2026
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Tetap Stabil dengan Penyesuaian yang Terukur
- Selasa, 31 Maret 2026
Update Tarif Listrik April 2026 Tetap Stabil, Simak Rinciannya Lengkap dan Detail
- Selasa, 31 Maret 2026
Strategi Indonesia Kembangkan PLTS Masif Demi Energi Bersih dan Berkelanjutan
- Selasa, 31 Maret 2026












