Emas Antam Alami Penurunan Tipis, Investor Tidak Kehilangan Optimisme
- Rabu, 26 November 2025
JAKARTA - Pasar logam mulia Indonesia mencatat penurunan harga emas Antam hari ini.
Emas batangan tersebut tercatat turun Rp 2.000 ke posisi Rp 2.378.000 per gram. Pada pembukaan pagi, harga masih berada di level Rp 2.380.000 per gram, menunjukkan adanya koreksi minor dalam pergerakan pasar.
Penurunan ini menandakan dinamika harian yang normal di pasar emas, yang dipengaruhi oleh sentimen global maupun lokal.
Baca JugaLuncurkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV, PaninBank Bidik Dana Triliunan Rupiah
Investor dan masyarakat yang ingin menambah portofolio logam mulia tetap memiliki banyak pilihan, karena harga masih relatif stabil dan menunjukkan tren yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang investasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Rincian Harga Emas Antam Berbagai Ukuran
Emas Antam tersedia dalam berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut rincian harga emas Antam terbaru:
0,5 gram: Rp 1.239.000
1 gram: Rp 2.378.000
2 gram: Rp 4.696.000
3 gram: Rp 7.019.000
5 gram: Rp 11.665.000
10 gram: Rp 23.275.000
25 gram: Rp 58.062.000
50 gram: Rp 116.045.000
100 gram: Rp 232.012.000
250 gram: Rp 579.765.000
500 gram: Rp 1.159.320.000
1.000 gram (1 kg): Rp 2.318.600.000
Ragam ukuran ini memungkinkan investor menyesuaikan investasi sesuai kemampuan, baik untuk pemula yang ingin membeli gram kecil maupun investor besar yang menargetkan pembelian skala besar.
Selain itu, harga harian yang transparan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memantau pergerakan emas secara real-time.
Ketentuan Pajak Pembelian dan Buyback
Setiap transaksi emas Antam diatur dengan ketentuan pajak yang jelas. Berdasarkan regulasi, pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22, yaitu 0,45 persen bagi pembeli dengan NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP. Bukti potong PPh 22 diberikan setiap pembelian sebagai dasar pelaporan pajak.
Sementara untuk penjualan kembali emas ke Antam (buyback), berlaku tarif 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP untuk nilai transaksi di atas Rp 10 juta.
Pajak buyback ini dipotong otomatis dari total nilai transaksi, sehingga memudahkan investor dalam perhitungan hasil penjualan emas. Ketentuan ini memastikan transparansi serta kepatuhan perpajakan dalam transaksi logam mulia.
Investor Tetap Optimistis Meski Harga Turun
Meskipun harga emas Antam turun tipis hari ini, investor tetap menunjukkan optimisme. Emas batangan dikenal sebagai aset lindung nilai yang relatif aman terhadap fluktuasi pasar saham dan risiko inflasi.
Pergerakan harian minor tidak mengurangi minat masyarakat untuk membeli, apalagi menjelang musim liburan dan momentum akhir tahun yang historis mendorong permintaan emas meningkat.
Investor dianjurkan tetap memantau harga secara rutin, menyesuaikan pembelian dengan kapasitas dana, dan memperhatikan peluang buyback yang menguntungkan.
Penurunan harian sering dianggap sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan logam mulia dengan harga lebih rendah, sementara tren jangka menengah hingga panjang tetap mendukung pertumbuhan nilai investasi.
Dengan pergerakan harga yang stabil dan ketentuan pajak yang jelas, emas Antam tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat dan investor yang mencari keamanan aset serta potensi pertumbuhan nilai di masa depan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Segmen Sepeda Motor Kembali Jadi Sorotan di IIMS 2026 dengan Puluhan Merek Hadir
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Bank Mandiri Menjalankan Seribu Seratus Tujuh Puluh Empat Program Tanggung Jawab Sosial
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemilik Kartu KKS Bank BSI Mulai Cairkan Bansos Tahap Satu Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Kamis, 05 Februari 2026
Resmi Menjadi Persero Bank Syariah Indonesia Memperkuat Peran Sebagai Bank Emas
- Kamis, 05 Februari 2026
Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga
- Kamis, 05 Februari 2026
Program Studi Akuntansi Dan Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika Cetak Profesional
- Kamis, 05 Februari 2026







.jpeg)




