Jumat, 06 Februari 2026

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pendidikan, Talenta, dan Pemberdayaan Santri

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pendidikan, Talenta, dan Pemberdayaan Santri
Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Pusat Pendidikan, Talenta, dan Pemberdayaan Santri

JAKARTA - Pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat. 

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya visi pemberdayaan santri dalam Direktorat Jenderal Pesantren yang baru dibentuk di Kementerian Agama. Hal ini diharapkan mampu menjadikan pesantren sebagai paket lengkap dalam pengembangan talenta dan pemberdayaan ekonomi.

Visi Pemberdayaan Harus Menjadi Landasan Pendidikan

Baca Juga

Strategi Pemerintah Mengakhiri Era Impor Solar Melalui Program Mandatori Biodiesel Masif

Cak Imin menyampaikan bahwa pondok pesantren memiliki dua fungsi penting, yakni sebagai lembaga pendidikan sekaligus sebagai pusat pemberdayaan. Ia menekankan agar visi pemberdayaan diterapkan sejak tahap pendidikan dasar santri. 

“Sejak awal anak didik sudah dipupuk talentanya. Syukur-syukur sudah sejak masuk pendidikan sudah dilakukan deteksi talenta,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, pesantren dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki keterampilan untuk mandiri secara ekonomi.

Peran Ditjen Pesantren dalam Mendukung Ponpes

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama telah disetujui Presiden RI. Menurut Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, hadirnya Ditjen Pesantren akan meningkatkan perhatian pemerintah terhadap perkembangan pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

Tujuan utamanya adalah memastikan pemerintah lebih hadir dalam melayani dan mendukung pesantren, mulai dari aspek pendidikan hingga pemberdayaan santri.

Integrasi Pendidikan dan Pemberdayaan Santri

Cak Imin menekankan pentingnya memasukkan visi pemberdayaan ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Dengan pendekatan ini, santri tidak hanya memperoleh ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat menunjang kemandirian ekonomi. 

Langkah ini diharapkan memperkuat fondasi talenta para santri sejak dini, sehingga mereka mampu menjadi generasi yang produktif dan berdaya saing.

Harapan Terhadap Pondok Pesantren dan Pemerintah

Melalui pembentukan Ditjen Pesantren, pemerintah diharapkan bisa lebih aktif mendukung pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Selain mendidik, pesantren juga berperan penting dalam pengembangan keterampilan santri dan membantu mengentaskan kemiskinan di lingkungan sekitar. 

Dengan strategi yang tepat, sinergi antara pendidikan, pemberdayaan, dan dukungan pemerintah akan menghasilkan santri yang unggul dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Stimulus Pajak Menjadi Motor Utama Penggerak Gairah Pasar Properti Nasional 2026

Stimulus Pajak Menjadi Motor Utama Penggerak Gairah Pasar Properti Nasional 2026

Optimisme Pakuwon Jati Terhadap Prospek Properti 2026 Berkat Insentif PPN DTP

Optimisme Pakuwon Jati Terhadap Prospek Properti 2026 Berkat Insentif PPN DTP

Visi Menko AHY Membangun Infrastruktur Strategis Demi Memperkuat Ketahanan Nasional Indonesia

Visi Menko AHY Membangun Infrastruktur Strategis Demi Memperkuat Ketahanan Nasional Indonesia

Pramono Anung Andalkan Infrastruktur Dan Sport Science Demi Target Juara Umum

Pramono Anung Andalkan Infrastruktur Dan Sport Science Demi Target Juara Umum

Pemerintah Targetkan Pembangunan Jalan Tol Sicincin Menuju Bukittinggi Beroperasi Tahun 2031

Pemerintah Targetkan Pembangunan Jalan Tol Sicincin Menuju Bukittinggi Beroperasi Tahun 2031