Permintaan Sarung Tangan Nitril Global Dorong Kinerja MARK Dynamics
- Senin, 27 Oktober 2025
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil menunjukkan performa keuangan yang solid seiring meningkatnya permintaan sarung tangan nitril di pasar global.
Produsen cetakan sarung tangan asal Medan ini mencatat pertumbuhan penjualan signifikan pada kuartal III-2025, mencapai Rp213,9 miliar, naik 20,3% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Laba operasional perusahaan juga terdongkrak, meningkat 20,5% menjadi Rp91,7 miliar, sementara laba bersih tumbuh 18,9% menjadi Rp72,9 miliar. Efisiensi biaya bahan baku dan perbaikan proses produksi menjadi faktor utama yang mengerek margin operasional perseroan.
Baca JugaTop 11 Perusahaan Batu Bara di Indonesia 2026, Kapasitas Fantastis!
Direktur Utama MARK, Ridwan Goh, menekankan bahwa permintaan dari pasar ekspor menjadi pendorong utama pemulihan kinerja perusahaan. Strategi efisiensi dan diversifikasi pelanggan yang diterapkan MARK berhasil menjaga momentum pertumbuhan, terutama menghadapi ketidakpastian pasar global.
Tren Konsumsi Sarung Tangan Nitril Meningkat
Pasar sarung tangan dunia kini memasuki fase konsumsi tinggi setelah masa pandemi. Konsumsi sarung tangan nitril pada 2024 telah melampaui level pra-pandemi lebih dari 25% dan diproyeksikan mencapai sekitar 370 miliar unit pada 2026.
Peningkatan permintaan global ini didorong oleh kesadaran kebersihan yang meningkat, ekspansi fasilitas layanan kesehatan, serta penyesuaian rantai pasok pasca-pandemi.
Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar bagi produk sarung tangan nitril, sementara kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Vietnam, dan Thailand, menjadi basis utama ekspor MARK.
Selain itu, kebijakan penurunan tarif impor untuk produk sarung tangan asal Malaysia dibandingkan tarif tinggi terhadap produk dari China memberi keuntungan kompetitif bagi produsen kawasan ASEAN. Hal ini memberikan ruang bagi MARK untuk memperkuat posisi di pasar ekspor dan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi pelanggan.
Kinerja Keuangan Sehat dan Strategi Ekspansi
Dari sisi keuangan, struktur permodalan MARK tergolong sehat. Rasio utang terhadap ekuitas (DER) berada di level 0,12x, sementara current ratio mencapai 4,9x. Kondisi ini memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan ekspansi sekaligus diversifikasi produk demi menangkap peluang pasar yang meningkat.
MARK juga menyiapkan strategi untuk memperluas jangkauan pasar, termasuk menargetkan ekspansi ke China dan India. Dengan momentum permintaan global yang semakin kuat, perseroan berencana memaksimalkan potensi pasar ekspor pada kuartal IV-2025, sekaligus menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Optimisme MARK Hadapi Tantangan Global
MARK menunjukkan optimisme dalam menghadapi tantangan global dengan menjaga kualitas produk dan memanfaatkan peluang pasar internasional. Perusahaan mengandalkan strategi efisiensi, inovasi produk, serta diversifikasi pelanggan untuk mempertahankan kinerja positif.
Pertumbuhan dua digit ini menjadi bukti bahwa pemulihan permintaan global berimbas langsung pada peningkatan kinerja perusahaan. MARK diproyeksikan akan terus meraih momentum positif hingga akhir tahun, dengan ekspansi pasar ekspor sebagai fokus utama.
Dengan pemulihan permintaan sarung tangan nitril dan strategi bisnis yang matang, MARK Dynamics siap memanfaatkan peluang global sekaligus memperkuat posisinya sebagai produsen terkemuka di industri sarung tangan nitril.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Segmen Sepeda Motor Kembali Jadi Sorotan di IIMS 2026 dengan Puluhan Merek Hadir
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Spektrum Terbatas Jadi Sorotan XLSMART Saat Komdigi Desak Internet Cepat
- Kamis, 05 Februari 2026
Kolaborasi Internasional Dorong Pertumbuhan Mekaar hingga 4,1 Juta Nasabah
- Kamis, 05 Februari 2026
SMSM Hadapi Tekanan Pasar Otomotif Domestik Akibat Lonjakan Truk Impor China
- Kamis, 05 Februari 2026
Centrepark Bersiap Rancang IPO, Targetkan Masuk Bursa Saham Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026







.jpeg)




